Aktual.co.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Surabaya, Rini Indriyani, bertakziah ke rumah duka korban jiwa sepanjang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Dikutip dari laman Pemkot Surabaya, kunjungan ini, berlangsung di empat rumah keluarga korban yang berdomisili di Surabaya, Kamis (9/10).
Takziah dimulai dari rumah keluarga almarhum Daul Milal di Jalan Sidokapasan 8 Nomor 18, dilanjutkan ke rumah almarhum Reza Syafai Akbar di Jalan Semut Kalimir, kemudian ke rumah duka almarhum Ahmad Rijalul Haq di Jalan Kebalen Kulon 2/23, dan ditutup di rumah almarhum Agus Ubaidilah di Jalan Gresik Gadukan 194.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, rasa duka yang mendalam terhadap keluarga korban. Walikota juga menyampaikan kekagumannya terhadap ketegaran dan keikhlasan keluarga yang ditinggalkan.
“Jadi para keluarga sudah menyampaikan keikhlasan terkait dengan pondok Al Khoziny. Beliau orang tua yang hebat, ada dua putra yang mondok di Al-Khoziny. Yang antara lain tingkat SMP, yang meninggal dunia, dan lainnya sudah kuliah,” ujar Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri menuturkan salah satu kisah haru dari putra korban yang sedang berkuliah di Ponpes Al Khoziny. Ketika ditanya apakah suatu saat nanti dia akan kembali ke pondok, sang putra menjawab dengan keinginannya yang tegas untuk kembali menempuh pendidikan di pondok.
“Ketika pondok ini selesai dibangun, maka anak-anak akan kembali lagi (salah satu kakak korban). Inilah keinginan yang besar untuk menuntut ilmu,” Kata Wali Kota Eri.
Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga korban meninggal, Pemkot Surabaya juga berkomitmen memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang selamat atau yang terdampak musibah tersebut.
“Kami Pemerintah Kota Surabaya akan memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak warga Kota Pahlawan yang terdampak atas kejadian tersebut,” ungkapnya.
Wali Kota Eri juga secara khusus meminta masyarakat Surabaya untuk ikut menjaga kondisi psikologis para korban selamat dengan tidak terus-menerus menyebarkan berita atau informasi terkait pondok tersebut.
“Makanya saya mohon kepada seluruh warga, khususnya Kota Surabaya, ayo kita beri dukungan kepada anak-anak kita. Hari ini yang terbaik adalah saling menguatkan dan mendukung,” imbaunya.
Dirinya menyebutkan bahwa sekitar 20 orang korban luka-luka asal Kota Surabaya akan mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Pendampingan dilakukan untuk membantu kondisi mental korban menjadi semakin baik dan bisa beraktivitas seperti biasanya.
“Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku Satgas Kampung Pancasila bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) akan melakukan pendampingan menyeluruh agar psikis anak-anak korban tetap stabil,” tutupnya. (ndi/Pemkot Surabaya)
