• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Gus Yahya : Tayangan di Trans7 Tersebut Sudah Menyerang Identitas
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Gus Yahya : Tayangan di Trans7 Tersebut Sudah Menyerang Identitas

Redaktur III Minggu, 19 Oktober 2025
Share
2 Min Read
KH Yahya Cholil Staquf / Foto: capture ANTARA
KH Yahya Cholil Staquf / Foto: capture ANTARA

Aktual.co.id – Kemarahan santri terhadap tayangan Trans7 menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bukan karena pesantren atau NU, melainkan serangan terhadap kelompok identitas.

“Hari Santri ke-10 tahun 2025 mendapat kado pahit dari tayangan sebuah stasiun televisi nasional, tapi ada hikmah tentang pentingnya semangat persatuan dan mengawal kemerdekaan,” kata Gus Yahya dalam kegiatan Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Minggu seperti dikutip ANTARA JATIM.

Acara pembukaan HSN 2025 yang digelar oleh PWNU bersama PBNU dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu dihadiri Katib Aam PBNU KH Said Asrori, Rais Syuriah PBNU Prof Dr Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof Dr Achmad Jazidie, Wakil Ketua Umum PBNU Dr KH Amin Said Husni, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, dan Ketua PWNU KH Abdul Hakim Mahfudz.

Baca Juga:  Empat Hal yang Menyebabkan Gus Yahya Diberhentikan dari Ketum PBNU

Menurut Gus Yahya, Indonesia sebagai negara majemuk memiliki banyak kelompok identitas berdasarkan suku, agama, ras atau etnis, hingga golongan.

Dia menegaskan serangan terhadap kelompok identitas apa pun tidak boleh terjadi di Indonesia. “Termasuk kepada NU yang juga merupakan kelompok identitas, pesantren pun kelompok identitas. Semuanya harus dijaga dari serangan siapa pun, karena dampaknya bisa memicu perpecahan,” ujarnya.

Hal ini menurut Gus Yahya bisa dicontohkan pernikahan sebagai bentuk persatuan dalam keberagaman. “Pasangan yang menikah pasti bertujuan bersatu, tapi bersatu bukan berarti tanpa perbedaan atau masalah. Soal sayur kurang asin saja bisa jadi masalah, tapi jangan jadikan perbedaan alasan untuk berpisah,” katanya.

Baca Juga:  PBNU Desak PBB Ambil Langkah Tegas Terkait Serangan Israel ke Iran

Dalam acara yang menandai peluncuran buku Resolusi Jihad NU (Perang Sabil di Surabaya 1945) karya Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jatim Riadi Ngasiran itu, Gus Yahya berharap Nahdlatul Ulama tetap bersatu sebelum menyerukan persatuan bangsa. “NU harus berada di garda terdepan sampai cita-cita kemerdekaan tercapai, yaitu terwujudnya peradaban yang mulia,” ujarnya. (ndi/ANTARA JATIM)

SHARE
Tag :Gus YahyaHari Santri NasionalPBNUTrans7
Ad imageAd image

Berita Aktual

Poster Grand Theft Auto VI/ Foto: gsmarena
Video Teaser Grand Theft Auto VI Akan Tayang di Netflix dan Youtube
Jumat, 7 Agustus 2026
Penampakan sekolah yang ditemukan senjata api/ Foto: ANTARA
Sengketa Yayasan Menjadi Awal Terbongkarnya Penemuan 995 Puncuk Senjata di Sekolah
Jumat, 7 Agustus 2026
Seungmin/ Foto: Soompi
Seungmin Tidak Ikut Berpartispasi Promosi Stray Kids karena Pemulihan Sakit
Jumat, 7 Agustus 2026
Senjata api yang ditemukan polisi di sebuah sekolah di Jaksel/ Foto: capture ANTARA
Polisi Temukan 996 Pucuk Senjata di Sebuah Sekolah Swasta di Pondok Pinang Jakarta Selatan
Jumat, 7 Agustus 2026
Tangkapan layar penumpang yang akan membuka pintu darurat/ Foto: times of india
Seseorang Mencoba Membuka Pintu Darurat Pesawat Batik Air Kuala Lumpur – Kochi
Jumat, 7 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Organisasi Meteorologi Dunia Memperingatkan Peningkatan El Nino yang Bakal Dirasakan Bumi

El Nino Diperkirakan Akan Menyebabkan 50 Juta Orang Mengalami Kelaparan

BNPB Akan Melakukan Skenario Operasi Modifikasi Cuaca untuk Pemadaman Kebakaran di Gunung Bromo

Seorang Influenser Perez Hilton Mencoba Melukai Diri Saat Live di Media Sosial

BPS: Penduduk Miskin Turun 92,1 Ribu Jadi 3,71 Juta Orang di Jawa Timur

More News

Pengungsi Palestina / Foto: VoA

Para Pengungsi Mulai Kembali Ke Gaza Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

Jumat, 10 Oktober 2025
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres / Foto : capture ANTARA

PBB Mengkhawatirkan Kondisi Invasi AS ke Venezuela

Minggu, 4 Januari 2026
Ilusttrasi efisiensi

Prof Murphin : Kementrian Harus Jeli Mengelola Efisiensi

Senin, 10 Februari 2025
Pembangunan IKN / foto : istimewa

DPR RI Terima Surat Terkait Perubahan Rencana IKN

Kamis, 24 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id