Aktual.co.id – Karyawan Paramount Skydance menghadapi pemangkasan besar-besaran di bawah rezim manajemen baru David Ellison pada minggu tanggal 27 Oktober 2025.
Dikutip dari Variety, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran ini sudah diperkirakan sebelum nya ketika ada kesepakatan antara Skydance Media-Paramount Global ditutup.
Kesepakatan ini bagian dari tujuan Ellison dan timnya memangkas biaya hingga lebih dari $2 miliar (Rp33 Triliun). Putaran PHK ini diperkirakan akan menghilangkan sekitar 2.000 pekerjaan di AS, dengan PHK tambahan di seluruh dunia.
Dalam konferensi pers 7 Agustus di New York beberapa jam setelah merger Skydance-Paramount senilai $8 miliar (Rp132 miliar) resmi ditutup. Jeff Shell, mantan CEO NBC Universal yang menjabat sebagai presiden Paramount Skydance, mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan akan melakukan pemangkasan biaya dan PHK secepat mungkin.
Pada hari Jumat, Paramount Skydance mengumumkan akan melaporkan hasil keuangan kuartal ketiga pada 10 November setelah pasar tutup.
Seperti perusahaan media tradisional lainnya, Paramount, induk dari CBS, Paramount Pictures, Paramount+ dan Pluto TV, MTV, Comedy Central, Nickelodeon dan BET, telah mengalami penurunan jangka panjang dalam pendapatan iklan dan distribusi tradisional karena pelanggan TV berbayar beralih ke streaming.
Per 31 Desember 2024, menurut laporan tahunan 10-K terbaru Paramount kepada SEC, perusahaan tersebut memiliki sekitar 18.600 karyawan penuh waktu dan paruh waktu di 32 negara di seluruh dunia.
Dua tahun sebelumnya, jumlah karyawan Paramount adalah 24.500 orang. Meskipun Paramount Skydance bersiap memangkas jumlah karyawan, mereka menandatangani kesepakatan baru dengan investasi yang lebih besar.
Seminggu setelah Skydance mengambil alih, Paramount mengumumkan kesepakatan tujuh tahun senilai $7,7 miliar (Rp115 triliun) untuk hak eksklusif UFC.
Kesepakatan dengan Activision membuat film “Call of Duty,” dan akuisisi The Free Press milik Bari Weiss dengan nilai yang dilaporkan sebesar $150 juta (Rp2 miliar).
Perusahaan ini baru-baru ini menarik Duffer Brothers, kreator “Stranger Things,” dari Netflix dengan perjanjian eksklusif empat tahun untuk membuat film, acara, dan program streaming.
Sementara itu, Ellison, ketua dan CEO Paramount Skydance, sedang berupaya membeli Warner Bros. Discovery dalam aksi merger dan akuisisi yang jauh lebih besar daripada akuisisi Paramount Global.
WBD dilaporkan menolak tawaran Paramount sebesar $20 (Rp331 ribu) per saham karena dianggap terlalu rendah. Keluarga Ellison memiliki 100% kendali suara atas Paramount Skydance; kesepakatan Paramount-Skydance sebagian besar didanai oleh pendiri Oracle, Larry Ellison (ayah David).
Ellison melakukan serangkaian perekrutan pejabat senior sejak kesepakatan ditutup, seperti pengangkatan Makan Delrahim, menjadi penasihat hukum Skydance dalam akuisisi Paramount Global, sebagai kepala bagian hukum, mantan eksekutif Meta, Dane Glasgow, sebagai kepala bagian produk, dan Jay Askinasi dari Roku sebagai kepala bagian pendapatan.
Penunjukan lainnya adalah Cindy Holland, Dana Goldberg, dan Josh Greenstein, yang memainkan peran kunci di divisi streaming dan film Paramount. George Cheeks, yang mengawasi CBS sebelum kesepakatan, tetap di perusahaan dengan jabatan baru sebagai “Ketua Media TV”.
Dalam presentasi kepada investor pada Juli 2024 setelah kesepakatan Skydance dengan Paramount dan National Amusements Inc. milik Shari Redstone diumumkan, Shell menyatakan tim Skydance, yang bekerja sama dengan firma konsultan Bain & Co., telah mengidentifikasi potensi penghematan biaya tahunan setidaknya $2 miliar (Rp33 Triliun). Saat itu, Shell mengindikasikan sebagian besar penghematan biaya akan berasal dari bisnis TV linearnya. (ndi/variety)
