Aktual.co.id – Petani warga Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya ngeluruk ke Komisi D DPRD kota Surabaya untuk mengadukan pendirian Sekolah Rakyat yang ada di tempat mereka.
Menurut tokoh masyarakat Mochammad Husnin Yasin, pihaknya tidak menolak kehadiran Sekolah Rakyat di wilayahnya, namun pemerintah diminta memikirkan nasib petani yang saat ini mengerjakan sawah yang akan dijadikan Sekolah Rakyat tersebut.

“Prinsip menerima Sekolah Rakyat hanya saja tanah yang akan dibangun sekolah rakyat adalah tanah produktif yang saat ini dikerjakan oleh petani,” kata Moch Husnin Yasin.
Disampaikan, lahan yang saat ini dikerjakan oleh petani di Kedung Cowek adalah lahan produktif yang dikerjakan oleh masyarakat sekitar.
Para petani memberikan solusi agar lahan yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat untuk digeser di sebelahnya yang bukan lahan produktif. “Permintaan kita sederhana bagaimana kalau pembangunannya di tempatkan di sebelah lahan tersebut sehingga tidak sampai mematikan lahan produktif,” katanya.
Pergeseran lahan dianggap paling ideal oleh petani karena tidak sampai mematikan lahan aktif yang saat ini dikerjakan oleh petani Kedung Cowek. “Warga keinginannya simpel tidak sampai menggangu kehidupan masyarakat yang selama ini menggunakan sawah aktif tersebut untuk kehidupannya,” ungkap Pitono, salah satu tokoh masyakarat.
Dalam dengar pendapat tersebut warga meminta agar anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya untuk kunjungan ke lokasi agar mengetahui lokasi yang sebenarnya. (ndi)
