Aktual.co.id – Platform media sosial milik Elon Musk, X (sebelumnya Twitter), mengalami gangguan di sejumlah negara 18 November salah satunya di Turki.
Dikutip dari Euronews, bahwa pemadaman platform X terjadi pada pukul 14.32 waktu Turki. Hal ini berdasarkan Downdetector yang memantau kapan media sosial tersebut mati.
Tidak hanya di Turki, di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 10 ribu pengguna telah melaporkan gangguan serupa.
Hal yang sama platform ini tidak dapat diakses dari Eropa. Media sosial X juga mengalami crash pada 10 Maret, sehingga tidak dapat diakses untuk waktu yang lama.
Setelah crash tersebut, sebuah kelompok peretas bernama Dark Storm Team mengunggah postingan di kanal Telegram mereka yang mengklaim telah melancarkan serangan DDoS terhadap X, yang menyebabkan platform terputus. Saat itu, X telah mengalami crash beberapa kali di hari yang sama.
Sementara itu, beberapa situs web lain dilaporkan tidak dapat diakses. Hal ini diduga terkait dengan gangguan Cloudflare. Cloudflare menyatakan bahwa mereka telah mengetahui masalah ini dan sedang berupaya mengatasinya.
Cloudflare adalah salah satu perusahaan infrastruktur yang menyediakan layanan keamanan, pengiriman konten (CDN), dan DNS untuk jutaan situs web di seluruh dunia.
Karena sebagian besar lalu lintas internet melewati jaringan Cloudflare, pemadaman dapat menyebabkan masalah akses global.
Situasi serupa terkadang terjadi pada penyedia infrastruktur internet besar lainnya, seperti Amazon Web Services (AWS), Fastly, dan Akamai. Pemadaman terakhir, yang disebabkan oleh layanan Amazon, terjadi pada 20 Oktober 2025. (ndi/Euronews)
