• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Waketum PBNU: Surat PBNU yang Beredar Bukan Dokumen Resmi Organisasi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Waketum PBNU: Surat PBNU yang Beredar Bukan Dokumen Resmi Organisasi

Redaktur III Rabu, 26 November 2025
Share
2 Min Read
KH Amin Said Husni/ Foto: Ist
KH Amin Said Husni/ Foto: Ist

Aktual.co.id – Terbitnya surat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 menurut Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni bukan merupakan dokumen resmi organisasi.

Menurutnya surat resmi PBNU harus ditandatangani oleh empat unsur antara lain Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, serta Sekretaris Jenderal. Atas dasar tersebut dokumen yang beredar menurutnya tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Dikutip dari ANTARA, bahwa Amin Said mengatakan kepastian soal status surat tersebut setelah PBNU melakukan verifikasi administratif dan digital terhadap dokumen yang dimaksud.

Menurut Amin Said, PBNU telah menyampaikan penjelasan resmi melalui surat bernomor 4786/PB.03/A.I.01.08/99/11/2025 tertanggal 26 November 2025 M/05 Jumadal Akhirah 1447 H.

Baca Juga:  Idola Gus Yahya Sejak Kecil Adalah KH Cholil Bisri dan Gus Dur

Dalam penjelasan tersebut ditegaskan bahwa dokumen yang beredar tidak memenuhi ketentuan administratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pedoman Administrasi, khususnya terkait keabsahan surat resmi PBNU.

“Sistem persuratan PBNU kini telah dilengkapi mekanisme keamanan berlapis, termasuk stempel digital Peruri dengan QR Code di bagian kiri bawah surat, serta footer resmi yang menyatakan bahwa dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Digdaya Persuratan dan distempel digital oleh Peruri Tera,” ungkapnya.

Selain itu, surat yang beredar memuat watermark “DRAFT”, yang menandakan bahwa dokumen tersebut bukan surat final dan karenanya tidak memiliki kekuatan administrasi.

Baca Juga:  PBB Mengutuk Pembunuhan Massal oleh RSF di Sudan

Pemindaian QR Code pada surat tersebut juga menunjukkan status “TTD Belum Sah”, sehingga tidak dapat diakui sebagai dokumen resmi PBNU. (ndi/ANTARA)

 

SHARE
Tag :Ketua PBNUPBNURais Aam PBNU
Ad imageAd image

Berita Aktual

Petugas menggunakan hazmat mengangkut jenazah Ebola/ Foto: Anadolu
Wabah Ebola Melampai 1000 Kasus Bulan Pertama di Kongo
Selasa, 23 Juni 2026
Ilustrasi hujan lebat/ Foto: freepik
Hujan Masih Mengguyur di Sebagian Wilayah Indonesia Sampai 29 Juni 2026
Selasa, 23 Juni 2026
Logo Meta AI / Foto: Engagatged
Polda Jabar Menggandeng Meta untuk Melacak Pelaku Penculikan
Selasa, 23 Juni 2026
Ilustrasi penculikan/ Foto; freepik
Polda Jabar Memastikan Jaga Psikologi Korban Penyekapan dan Penganiayaan TH
Selasa, 23 Juni 2026
Seorang warga membasuh wajah di taman kota/ Foto: The Guardian
Cuaca Panas Ekstrim Melanda Prancis Menyebabkan 2 Anak Meninggal
Selasa, 23 Juni 2026

Mental Health

Ayah dan putra-putranya/ foto: freepik

Pekan Ayah untuk Mengenang Perjuangan Ayah Buat Keluarga

Ilustrasi pria tersenyum/ Foto: freepik

Berikut Kebiasaan Kecil yang Dilakukan Orang dengan Mental Sehat

Ilustrasi bekerja di depan komputer/ Foto: gemini

Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

Ilustrasi mengelola keuangan/ Foto: freepik

Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kehidupan Lebih Tenang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Penguntit Jungkook Asal Brasil Dihukum Penjara dan Dideportasi oleh Pengadilan Korea

AS KLaim Iran Akan Menerima Inspeksi Senjata untuk Kejujuran Nuklir

Bocoran iPhone 18 Akan Mendapatkan Kamera Utama Ukuran Lebih Besar

Nilai Tukar Rupiah Melemah Menjadi Rp17.859 Per Dollar AS

Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.673 Juta Per Gram

More News

Ilustrari konflik Thailand dan Kamboja / Foto : Ist

Kamboja Mendesak Thailand untuk Gencatan Senjata Segera

Sabtu, 26 Juli 2025
Tokoh politik yang menghibur cenderung diminati oleh publik / Foto : Freepik

Studi Baru Menunjukkan Sikap Menghibur Kunci Keberhasilan Tokoh Politik

Minggu, 27 April 2025
Petugas tanggap di lokasi kejadian setelah sebuah drone jatuh ke gedung perumahan di kota Galati, Rumania barat/ Foto: Aljazeera

Sekutu NATO Mengecam Rusia Setelah Drone Jatuh di Rumania

Jumat, 29 Mei 2026
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di tengah; Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, di kiri; dan Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayacha / Foto : capture The Guardian

PM Malaysia : Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata

Senin, 28 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id