Aktual.co.id – Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer Israel untuk membombardir pinggiran selatan Beirut. Ini adalah eskalasi paling serius dari perang Israel di Lebanon sejak gencatan senjata yang diumumkan pada 17 April 2026.
Mengutip dari The Guardian Perdana Menteri Israel dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah memberikan instruksi untuk menyerang target teroris di pinggiran selatan sebagai tanggapan pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan berkelanjutan oleh Hizbullah.
Pertempuran antara Israel dan Hizbullah belum berhenti meskipun gencatan senjata 17 April 2026 telah diumumkan. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 800 orang di Lebanon sejak pengumuman tersebut.
Hizbullah telah menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan dan dalam beberapa hari terakhir meluncurkan roket ke arah Israel utara.
Sebelumnya, gencatan senjata mengecualikan Beirut dari serangan Israel, meskipun Israel telah menyerang pinggiran selatan kota itu dua kali yang merupakan pengurangan dari pemboman harian ibu kota sebelum 17 April 2026.
Warga mulai meninggalkan pinggiran selatan beberapa menit setelah pernyataan Netanyahu, dengan jalan keluar dari daerah tersebut dipenuhi mobil.
Penggusuran ini bukanlah hal baru penduduk di sana telah beberapa kali terpaksa meninggalkan rumah mereka selama tiga bulan terakhir.
Lebih dari satu juta orang telah mengungsi akibat pemboman Israel di Lebanon selatan dan lembah Bekaa. Serta puluhan perintah evakuasi paksa yang dikeluarkan militer Israel di kota-kota dan desa-desa di seluruh Lebanon. (ndi/the guardian)
