• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Relevansi Terhadap Target Pembangunan Berkelanjutan
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

Korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Relevansi Terhadap Target Pembangunan Berkelanjutan

Redaktur III Minggu, 24 Agustus 2025
Share
4 Min Read
Tersangka kasus pemerasan sertifikasi K3 di gelar oleh KPK / Foto : youtube KPK
Tersangka kasus pemerasan sertifikasi K3 di gelar oleh KPK / Foto : youtube KPK

Aktual.co.id – Kalau kita memperhatikan soal dunia kerja di Indonesia, satu hal yang sering bikin geleng-geleng kepala adalah isu korupsi di lembaga pemerintahan, termasuk di Kementerian Tenaga Kerja.

Korupsi di sektor ini dampaknya luas banget, karena menyangkut nasib jutaan pekerja. Misalnya, anggaran yang seharusnya dipakai untuk pelatihan keterampilan tenaga kerja, pengawasan keselamatan kerja, atau perlindungan buruh migran, malah bocor ke kantong oknum tertentu.

Akibatnya, program yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia justru mandek. Kalau dikaitkan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), jelas sekali korupsi menghambat penciptaan lapangan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, ada juga kaitannya dengan SDG 16 (Institusi yang Kuat, Adil, dan Transparan). Bagaimana mungkin masyarakat percaya pada regulasi ketenagakerjaan kalau birokrasi di dalamnya masih sarat praktik suap dan pemerasan?

Korupsi bikin aturan kehilangan wibawa, dan orang akhirnya melihat sertifikasi, izin, atau bantuan hanya sebagai formalitas yang bisa dibeli.

Baca Juga:  Dari "Pertamax Oplosan" hingga Momentum Bersih-Bersih: Strategi Komunikasi Publik yang Relevan Hadapi Krisis

Padahal, tujuan besar dari SDG 16 adalah membangun institusi yang dipercaya publik, transparan, dan bebas korupsi. Tanpa itu, sulit bagi sektor ketenagakerjaan untuk benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan.

Dengan kata lain, melawan korupsi di Kementerian Tenaga Kerja bukan sekadar urusan etika atau kepatuhan hukum, tapi juga langkah strategis memastikan target-target SDGs bisa tercapai.

Jika kementerian bisa bersih, transparan, dan konsisten menjalankan fungsi utamanya, maka pekerja terlindungi, industri berkembang, dan Indonesia bisa lebih dekat dengan visi pembangunan berkelanjutan.

Solusi Pencegahan Pemerasan dalam Sertifikasi K3 (Berpihak pada Industri, Efektif, dan Berkelanjutan)

Sertifikasi K3 merupakan kewajiban penting untuk menjamin keselamatan kerja, namun praktik pemerasan sering terjadi akibat birokrasi berbelit, biaya tidak transparan, dan minimnya pengawasan. Hal ini membebani industri, terutama sektor kecil dan menengah. Diperlukan solusi yang tidak populis, realistis, serta berpihak pada kepentingan pelaku industri.

Solusi Utama

  1. Standarisasi Biaya Sertifikasi :
Baca Juga:  dr. Sukma Sahadewa: Waspada Risiko Penyakit Pascabanjir di Aceh dan Sumatera

-. Menetapkan rentang biaya resmi yang transparan sesuai skala industri dan tingkat risiko.

-. Mencegah adanya “tarif tambahan” di luar ketentuan.

  1. Digitalisasi Proses :

-. Pendaftaran, pembayaran, dan verifikasi dilakukan secara daring.

-. Meminimalisir tatap muka langsung yang berpotensi membuka peluang pungutan liar.

  1. Penguatan Lembaga Sertifikasi Independen :

-. Hanya lembaga terakreditasi yang boleh menerbitkan sertifikat.

-. Industri diberi kebebasan memilih agar tercipta persaingan sehat.

  1. Jalur Pengaduan yang Efektif dan Aman :

-. Sistem pelaporan rahasia dengan jaminan perlindungan terhadap pelapor.

-. Pemberian sanksi tegas kepada oknum pemeras.

  1. Integrasi K3 dalam Sistem Manajemen Mutu

-. Sertifikasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi terhubung dengan ISO 45001 atau standar manajemen lain.

-. Menggeser orientasi dari formalitas menjadi peningkatan mutu berkelanjutan.

  1. Audit Silang Antar Industri

-. Kolaborasi perusahaan besar dengan mitra/vendor untuk mendukung sertifikasi K3.

-.  Mengurangi biaya, menekan dominasi pihak tertentu, dan mendorong efisiensi.

  1. Peningkatan Literasi Manajemen
Baca Juga:  Dari Sampah Jadi Mahakarya: Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gagas Pameran Ecotive untuk Selamatkan Bumi

-. Pelatihan reguler agar manajemen memahami alur sertifikasi dan bisa menolak pungutan liar.

-. Membentuk budaya kepatuhan berbasis pengetahuan, bukan tekanan.

  1. Kolaborasi Pemerintah dan Asosiasi Industri

-. Asosiasi menjadi pengawas etika sertifikasi serta pelindung kolektif industri.

-. Mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap birokrasi.

Solusi Tambahan: Akses yang Lebih Mudah

-. Sertifikasi Gratis atau Subsidi untuk UMKM dan sektor berisiko rendah.

-. Skema Insentif: perusahaan yang patuh K3 mendapat potongan biaya atau sertifikasi ulang gratis.

Bantuan Kolektif: asosiasi industri menanggung sebagian biaya sertifikasi bagi anggota.

Pencegahan pemerasan sertifikasi K3 hanya bisa dicapai melalui kombinasi transparansi biaya, digitalisasi, pengawasan independen, serta dukungan insentif.

Dengan solusi ini, industri tidak hanya terlindungi dari pungutan liar, tetapi juga memperoleh kemudahan, efisiensi biaya, dan kepastian hukum dalam memperoleh sertifikasi K3.

Ali Yusa / Foto : courtesy RRI
Ali Yusa / Foto : courtesy RRI

Oleh :

Ali Yusa

Pengurus PII Jawa Timur

Mahasiswa doctoral Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya

SHARE
Tag :DisnakerK3korupsipemerasan K3
Ad imageAd image

Berita Aktual

Bupati Pati Sudewo / Foto : Courtesy ANTARA
Bupati Pati Sudewo Diringkus KPK dalam Operasi Tangkap Tangan
Senin, 19 Januari 2026
Soeko Dwi Handiarto / Foto: Ist
Sekretaris Daerah Kota Madiun Ikut Diperiksa di Reskrim Polres Madiun
Senin, 19 Januari 2026
Walikota Madiun Maidi/ Foto: Instagram
KPK Melakukan OTT Terhadap Walikota Madiun Maidi
Senin, 19 Januari 2026
Logo WhatsApp / Foto: capture Gizmochina
WhatsApp Akan Mengganti Tenor dengan Klipy untuk Menampilkan GIF
Senin, 19 Januari 2026
Immanuel Ebenezer / Foto: Ist
Immanuel Ebenezer Didakwa Terima Gratifikasi Rp3,36 M dan Motor Ducati
Senin, 19 Januari 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Cara Melatih Ketenangan untuk Mengendalikan Kecemasan

Ilustrasi mengeluh / Foto; Freepik

Cara Mengenali dan Meredam Mengeluh pada Diri Sendiri

Ilustrasi orang sakit flu/ Foto: freepik

Mengenal dan Pengobatan Superflu yang Kini Menjadi Perbincangan Publik

Ilustrasi anak dan orang dewasa/ Foto: freepik

Mengenal Child Grooming yang Menjadi Kisah dalam Buku Broken String

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pendakwah Ning Umi Laila Menikah dengan Gus Anas

Pilkada Langsung Vs Pilkada Oleh DPRD

Gerhana Matahari Cincin Api Terjadi pada Tanggal 17 Februari 2026

Sebanyak 11 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Dampak Banjir di Pekalongan

EXO Akan Comeback dengan Album REVERXE

More News

ilustrasi research

Efisiensi Anggaran dan Adaptasi Riset Dosen di Era Digital

Jumat, 14 Februari 2025
Ridwan Kamil/ Foto: Ist

KPK Tengah Mendalami Aset Tidak Bergerak Milik Ridwan Kamil

Rabu, 24 Desember 2025
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjalan dengan membawa koper usai melakukan penggeledahan di Kantor PT Widya Satria, Jambangan, Surabaya, Jawa Timur/ Foto: Courtesy ANTARA

KPK Mengamankan Sejumlah Dokumen dari Rumah Adik Sugiri Sancoko

Senin, 1 Desember 2025
Ilustrasi UU TNI by democrazy.id

Mengapa RUU TNI Harus Ditolak?

Kamis, 20 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id