• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Banjir di Indonesia, Sri Langka, Malaysia dan Thailand Jadi Isu Dunia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Banjir di Indonesia, Sri Langka, Malaysia dan Thailand Jadi Isu Dunia

Redaktur III Senin, 1 Desember 2025
Share
3 Min Read
Warga Thailand melakukan pembersihan dampak banjir/ Foto: The Guardian
Warga Thailand melakukan pembersihan dampak banjir/ Foto: The Guardian

Aktual.co.id – Sri Lanka dan Indonesia telah mengerahkan personel militer dalam upaya membantu para korban banjir yang telah menewaskan lebih dari 1.100 orang di empat negara di Asia.

Jutaan orang telah terkena dampak kombinasi siklon tropis dan hujan monsun lebat di Sri Lanka , sebagian Sumatera di Indonesia, Thailand, dan Malaysia dalam beberapa hari terakhir.

Media The Guardian melaporkan, korbaneni ggal setidaknya 604 orang tewas dan 464 orang masih hilang, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sedangkan di Sri Lanka mencapai 355 orang tewas dan 366 orang hilang, dan 170 orang meninggal di Thailand.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengatakan “semoga keadaan terburuk telah berlalu” saat berkunjung ke Provinsi Sumatera Utara pada hari Senin, seraya menambahkan pemerintah fokus pada penyaluran bantuan.

Baca Juga:  Pengamanan Gedung Parlemen Diperketat Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Tiga kapal perang dan dua kapal rumah sakit, serta pesawat, telah dikirim untuk membawa bantuan ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampak.

Banjir ini merupakan peristiwa paling mematikan di Indonesia sejak gempa bumi tahun 2018 dan tsunami susulannya yang menewaskan lebih dari 2.000 orang di Sulawesi.

Banjir telah merendam rumah-rumah, menggenangi lahan pertanian, dan memicu tanah longsor di seluruh wilayah, meskipun skala kerusakan sebenarnya belum diketahui.

Sri Lanka telah mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan internasional setelah Siklon Ditwah, yang memaksa evakuasi 148.000 orang ke tempat penampungan sementara.

Banjir di ibu kota, Kolombo, mencapai puncaknya semalam dan dengan berhentinya hujan, muncul harapan bahwa air akan mulai surut.

Beberapa toko dan kantor mulai dibuka kembali, meskipun tingkat kerusakannya masih belum jelas. Di Ma Oya, sebelah utara ibu kota, Hasitha Wijewardena mengatakan ia kesulitan membersihkan sisa banjir.

Baca Juga:  Beredar Foto Bupati Aceh Selatan Ibadah Umroh di Saat Daerahnya Butuh Bantuan

“Air sudah surut, tapi rumahnya sekarang penuh lumpur,” ujarnya kepada wartawan setempat, sambil memohon bantuan militer.

Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, yang mengumumkan keadaan darurat untuk menangani bencana tersebut, berjanji untuk membangun kembali.

“Kita menghadapi bencana alam terbesar dan paling menantang dalam sejarah kita,” ujarnya dalam pidatonya kepada rakyat.

Kerugian dan kerusakan yang terjadi di Sri Lanka merupakan yang terburuk sejak tsunami Asia tahun 2004 yang menewaskan sekitar 31.000 orang dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Di Thailand , Wakil Perdana Menteri Thamanat Prompow mengunjungi Hat Yai, salah satu daerah yang paling terdampak.

Baca Juga:  Pemerintah : Tidak Ada Pungutan Pajak Terkait Hajatan

Ia mengatakan bahwa otoritas air dan listrik provinsi telah diperintahkan untuk segera memulihkan layanan dan bahwa lampu tenaga surya sedang didistribusikan.

Media lokal melaporkan bahwa 80% warga Hat Yai telah kembali ke rumah dari pusat evakuasi untuk meninjau kerusakan dan pembersihan rumah.

Kerusakan iklim akibat manusia telah meningkatkan kejadian siklon tropis yang paling intens dan merusak, meskipun jumlah keseluruhan per tahunnya tidak berubah secara global.

Hal ini disebabkan pemanasan lautan yang menyediakan lebih banyak energi, sehingga menghasilkan badai yang lebih kuat.

Curah hujan ekstrem akibat siklon tropis telah meningkat secara substansial, karena udara yang lebih hangat menahan lebih banyak uap air. (ndi/the guardian)

SHARE
Tag :AcehBanjirSikon tropisSri LangkaSumatera
Ad imageAd image

Berita Aktual

Presiden Donald J Trump dan Presiden Xi Jinping/ Foto: Xinhua
Di Akhir Pertemuan Trump Menantikan Kunjungan Xi Jinping ke AS
Jumat, 15 Mei 2026
Penampakan asap yang keluar dari Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya/ Foto: ANTARA
Pelayanan RSUD Dr Soetomo Surabaya Dinyatakan Normal Pasca Kebakaran
Jumat, 15 Mei 2026
Para eksekutif Samsung Electronik berdialog dengan serikat pekerja / Foto: Yonhap
Serikat Pekerja Samsung Elektronik Berencana Mogok Kerja Terkait Bonus Kinerja
Jumat, 15 Mei 2026
Logo Xiaomi/ Foto: Ist
Bocoran Xiaomi K100 Pro Max Akan Dirilis September 2026
Jumat, 15 Mei 2026
Jang Dong Joo dan surat pengunduran dirinya/ Foto: allkpop
Jang Dong Joo Mengumumkan Mengundurkan Diri dari Dunia Aktor
Jumat, 15 Mei 2026

Mental Health

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ilustrasi serangan asma/ Foto: national today

Hari Asma se Dunia Memperingatkan Bahaya Kesehatan Pernapasan

Ilustrasi bekerja/ Foto: freepik

Berikut Kiat Agar Tidak Dimanfaatkan oleh Orang Lain

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gempa Meningkatkan Kekhawatiran Warga Teheran Iran

Personal Branding Jadi Bekal Penting Pelaku UMKM Kalanganyar di Era Media Digital

Tiga Anggota tripleS Mengalami Kecelakaan Mobil Ringan dan Tidak Tampil

Awal Penanggalan Hari Kenaikan Yesus yang Beragam

Instagram Meluncurkan Aplikasi Foto Baru Bernama Instants.

More News

Lahan terbakar di kawasan Gunung Rinjani / Foto : Capture ANTARA

Kebakaran di Kawasan Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 18 Oktober 2025
Tanda silang hitam titik lokasi gempa dan potensi tsunami di Jepang/ Foto: capture NHK

Peringatan Tsunami Kembali Berbunyi di Jepang

Jumat, 12 Desember 2025
Presiden Prabowo saat di tengah massa buruh/ Foto: youtube

Pemerintah Akan Menyediakan Daycare untuk Anak Para Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026
Pemusnahan mahkota Cendrawasih opset yang dilakukan BBKSDA Papua di Jayapura/ Foto: capture ANTARA

Kemenhut Minta Maaf Terkait Pembakaran Mahkota Cenderawasih di Papua

Kamis, 23 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id