• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Pelaku Sempat ke Filipina Sebelum Melakukan Aksi Penembakan di Bondi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Hukum Kriminal

Pelaku Sempat ke Filipina Sebelum Melakukan Aksi Penembakan di Bondi

Redaktur III Selasa, 16 Desember 2025
Share
3 Min Read
Aksi penembakan yang tertangkap kamera di Bondi, Australia/Foto: The Guardian
Aksi penembakan yang tertangkap kamera di Bondi, Australia/Foto: The Guardian

Aktual.co.id – Perdana Menteri Australia mengatakan bahwa ayah dan anak yang diduga di balik serangan Bondi tampaknya terinspirasi oleh ISIS.

Sementara polisi mengkonfirmasi sedang menyelidiki alasan mengapa keduanya melakukan perjalanan ke Filipina bulan lalu.

Mengutip dari The Guardian, Komisaris polisi New South Wales, Mal Lanyon, pada hari Selasa menuduh Naveed Akram, 24 tahun, dan ayahnya yang berusia 50 tahun, Sajid, baru-baru ini melakukan perjalanan ke Filipina.

Lanyon juga menduga bahwa bom rakitan (IED) dan dua bendera ISIS buatan sendiri ditemukan di dalam mobil yang terdaftar atas nama Naveed yang diparkir di lokasi penembakan festival Hanukkah hari Minggu lalu.

“Alasan mengapa mereka pergi ke Filipina , dan tujuan dari itu, serta ke mana mereka pergi ketika berada di sana, sedang dalam penyelidikan saat ini,” kata Lanyon.

Baca Juga:  KPK Tengah Mendalami Aset Tidak Bergerak Milik Ridwan Kamil

Anthony Albanese mengatakan kepada wartawan bahwa tampaknya ada bukti diduga terinspirasi oleh organisasi teroris, yaitu ISIS.

Naveed ditangkap di tempat kejadian dan dibawa ke rumah sakit Sydney dengan luka kritis, sementara ayahnya tewas ditembak oleh polisi.

Lanyon mengoreksi pemberitaan yang menyebutkan bahwa pria yang lebih tua itu yang kali pertama mendapatkan izin senjata api satu dekade lalu, dengan mengatakan bahwa izin tersebut baru dikeluarkan pada tahun 2023.

Dia mengatakan permohonan awal, yang diajukan pada tahun 2015, telah kedaluwarsa karena tidak ada foto yang disertakan untuk lisensi tersebut.

Permohonan kedua diajukan pada tahun 2020 untuk lisensi kategori AB, yang diterbitkan pada tahun 2023.

Baca Juga:  Saudara Laki-Laki Jisoo BLACKPINK Terlibat Persoalan Kriminal Asusila

Lisensi itu dikeluarkan meskipun putranya, yang bekerja sebagai tukang batu, berada di bawah pengawasan Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) pada Oktober 2019.

Albanese mengatakan ASIO telah memeriksa Naveed selama enam bulan karena ada dugaan terhubung dengan orang lain yang ada dugaan terhubung dengan sel ISIS.

“Penilaian menunjukkan bahwa tidak ada indikasi adanya ancaman berkelanjutan atau ancaman kekerasan darinya,” kata Albanese pada hari Senin.

Perjalanan mereka ke luar negeri dikonfirmasi oleh pihak berwenang di Filipina, yang menyebutkan Sajid sebagai warga negara India.

Biro Imigrasi mengatakan pasangan itu tiba pada 1 November 2025, menyebut Davao, di selatan negara itu, sebagai tujuan akhir mereka di Filipina. Mereka meninggalkan negara itu pada 28 November 2025.

Baca Juga:  Warga Korban Ledakan Ditampung di Pengungsian oleh BPBD Kota Tangsel

Pihak berwenang akan mempertimbangkan apakah perjalanan tersebut bersamaan dengan Sajid yang mendapatkan izin senjata api dan memperoleh enam senjata api, serta dugaan keterkaitan Naveed dengan ekstremisme pada tahun 2019.

Perdana Menteri NSW, Chris Minns, mengatakan bahwa polisi seharusnya dapat mempertimbangkan ‘intelijen criminal’  bukan hanya catatan kriminal  ketika menilai permohonan izin senjata api.

“Jika kita bisa membuat undang-undang yang memungkinkan kepala kepolisian mengatakan, ‘Saya khawatir tentang orang ini, saya tidak ingin mereka memiliki akses ke senjata’, terlepas dari kenyataan bahwa mereka tidak memiliki catatan kriminal, itulah jenis undang-undang yang ingin kita lihat,” kata Minns. (ndi/the guardian)

SHARE
Tag :AustraliaISISPantai BondiPenembakan
Ad imageAd image

Berita Aktual

Aktifitas di Selat Hormuz/ Foto: Vietnam
Harga Minyak Global Melonjak Pasca Serangan Iran ke Target AS di Timur Tengah
Rabu, 9 September 2026
Almarhum Airlangga Pribadi Kusman/ Foto: UNAIR
Airlangga Pribadi Wafat UNAIR Kehilangan Sosok Ilmuwan Bidang Sosial dan Demokrasi
Rabu, 9 September 2026
KRI Lepu-861/ Foto: ANTARA
TNI AL Kerahkan Tiga Kapal Perang Pencarian Lima Jurnalis di Kawasan Gunung Anak Krakatau
Rabu, 9 September 2026
Prediksi tampilan iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Apple Dirumorkan Akan Meluncurkan iPhone Ultra dalam Waktu Dekat
Rabu, 9 September 2026
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki/ Foto: ANTARA
Polda Banten Siapkan Pos Antemortem untuk Pencarian Lima Jurnalis di Gunung Anak Krakatau
Rabu, 9 September 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Badan Geologi Menyebutkan Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir

Kemenhub Masih Menutup 8 Bandar Udara Selama Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hari Buruh September Diawali Kejadian Pemogokan Kerja dan Unjuk Rasa

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2,637 Juta Per Gram

Iran Akan Memperluas Zona Larangan Melintas di Luar Selat Hormuz

More News

Lokasi kecelakaan truk yang menabrak sepeda motor di Jalan Cut Meutia, dekat persimpangan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi/ Foto: KOMPAS

Truk Tabrak Pengendara Menyebabkan 1 Meninggal di Simpang Kampus Unisma Bekasi

Senin, 29 Juni 2026
Tangkapan layar Instagram Resbob/ Foto: Instagram

Resbob Jarang Masuk Kampus Serta Sebagian Nilai Ada yang E

Senin, 15 Desember 2025
Petugas dan ambulance berdatangan untuk mengamankan lokasi kejadian penembakan di Mississipi, Amerika Serikat / Foto: Capture AP News

Aksi Baku Tembak Tewaskan 8 Korban di Misssissippi, Amerika Serikat

Minggu, 12 Oktober 2025
Logo platform X/ Foto: Ist

Kantor Pusat Perusahaan X Digeledah oleh Jaksa Paris

Rabu, 4 Februari 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id