Aktual.co.id – Terdapat banyak laporan sejarah saling bertentangan mengenai asal-usul kue Black Forest. Beberapa sejarawan percaya kue ini diciptakan pada abad ke-16 di sebuah kota di Jerman bernama Baden-Wurttemberg.
Tidak hanya terkenal dengan era romantisnya, tetapi tempat dan waktu tersebut juga dikenal sebagai salah satu tempat pertama di mana cokelat ditambahkan ke dalam kue dan resep makanan penutup.
Mengutip dari National Today, Baden-Wurttemberg juga terkenal dengan ceri asam dan kirschwasser, yaitu brendi ceri. Dipercaya kue Black Forest mendapatkan namanya dari minuman beralkohol tersebut.
‘Schwarzwald’ adalah nama Jerman untuk Hutan Hitam, dan kue Black Forest disebut ‘Schwarzwälder Kirsch’ dalam bahasa Jerman.
Kisah lain menyebutkan kue ini diciptakan pada tahun 1915 oleh Josef Keller, seorang koki kue di Caf Arend di Bad Godesberg.
Namun, kue ini baru populer sekitar tahun 1930-an. Menariknya, sejarawan lain mengklaim ahli patissier, Erwin Hildenbrand, adalah orang yang menemukan resepnya pada tahun 1930.
Hildenbrand telah bekerja di berbagai daerah di Hutan Hitam Jerman. Saat ini, kue ini dinikmati di banyak bagian dunia dengan sedikit variasi.
Versi Amerika tidak mengandung alkohol, tetapi di tempat-tempat seperti Austria dan Jerman, kue black forest sejati harus mengandung alkohol agar dapat dianggap sebagai kue black forest. (ndi/national today)
