Aktual.co.id – Pojok Statistik UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menyelenggarakan Webinar Bincang Seru Pojok Statistik (BISPOTA 2) dengan tema “Statistik untuk Perencanaan Pembangunan”.
Kegiatan ini diikuti oleh 213 peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat umum, serta akademisi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap peran data statistik dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based planning).
Webinar ini menghadirkan Ibu Uswatun Nurul Afifah, S.ST, seorang statistisi ahli muda dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, sebagai pemateri utama.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa statistik bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. “Dengan literasi statistik yang baik, perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga mendapat apresiasi Ibu Ni Putu Rekha Puspita, S.E., M.Si, selaku dosen Pembina Pojok Statistik. Ia menyampaikan bahwa webinar ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dan peneliti.
“Statistik untuk perencanaan pembangunan adalah tema yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Kegiatan ini memperkuat kapasitas akademisi dan mahasiswa dalam memahami data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Assya, salah satu mahasiswa, menuturkan kesan positifnya. “Menurut saya kegiatan ini banyak sisi postifnya, karena bispota ini dibuka untuk umum tentunya memberikan ilmu/informasi baik lingkup kampus UPN maupun di luar. Terkait materi juga sangat cocok, terbukti dengan antusiasme dari pihak luar contoh kominfo dan kampus lain”.
Melalui BISPOTA 2, UPN “Veteran” Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai ruang pembelajaran statistik yang terbuka dan kolaboratif, mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Kegiatan ini menekankan peran strategis data statistik dalam merumuskan kebijakan perencanaan pembangunan berbasis bukti, sehingga proses pembangunan dapat berlangsung lebih terukur, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. (Penulis: Ni Putu Rekha Puspita/RF)
