Aktual.co.id — Pendidikan tentang keberagaman tak harus menunggu usia dewasa. Puluhan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah, Driyorejo, Gresik, mengikuti kegiatan edukatif bertajuk “Memperkenalkan Keberagaman Indonesia Melalui Gerakan Mengajar” yang dirancang untuk menanamkan nilai toleransi, nasionalisme, dan semangat persatuan sejak usia dini.
Melalui metode pembelajaran interaktif, para santri dikenalkan pada ragam budaya Nusantara, mulai dari perbedaan adat istiadat, bahasa daerah, rumah adat, hingga makanan khas dari berbagai wilayah Indonesia.
Koordinator kelompok mahasiswa, Kharisma Indahsari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun cara pandang inklusif terhadap perbedaan. “Kami ingin adik-adik santri memahami bahwa Indonesia itu kaya akan keberagaman. Dengan mengenal perbedaan sejak dini, mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya bangsa sekaligus mampu menghargai perbedaan,” ujarnya.
Sebanyak 20 santri berusia 5 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan yang digelar di lingkungan pondok pesantren di Jalan Merapi Bambe tersebut. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak berdiskusi dan tampil di depan kelas untuk memperkenalkan budaya dari daerah tertentu. Pendekatan ini dinilai efektif untuk melatih keberanian, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi anak-anak.
Dosen pendamping kegiatan, Herlina Suksmawati, menegaskan bahwa pendidikan keberagaman merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Memahami perbedaan bukan hanya soal mengetahui budaya lain, tetapi juga tentang membangun sikap saling menghormati dan menjaga persatuan. Pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.
Dalam praktiknya, para santri diajarkan untuk tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku maupun bahasa. Mereka juga dilatih berkomunikasi secara santun kepada sesama dan kepada yang lebih tua. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama untuk menguatkan komitmen menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui gerakan mengajar ini, nilai-nilai keberagaman tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dihidupkan dalam pengalaman belajar yang menyenangkan. Harapannya, para santri tumbuh menjadi generasi yang toleran, percaya diri, dan siap menjaga keutuhan bangsa di tengah kemajemukan Indonesia.
(Penulis: Herlina Suksmawati, Dosen Ilmu Komunikasi)
