Aktual.co.id – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia memutuskan menghentikan sementara serangan AS terhadap Iran untuk memberi kesempatan lain pada negosiasi, sambil memperingatkan bahwa ia dapat memerintahkan dimulainya kembali serangan jika pembicaraan dengan Iran gagal.
“Kami sedang melakukan pembicaraan mendalam dengan Iran. Jika pembicaraan tidak membuahkan hasil, kami akan kembali melakukan tindakan militer yang sangat kuat,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan media berita online AS, Axios.
Ketika ditanya berapa lama ia memberikan waktu untuk diplomasi, ia menjawab, “Tidak lama. Entah berjalan cepat atau tidak sama sekali.”
Dikutip dari Xinhua, Trump mengatakan dia memutuskan menghentikan serangan pada hari Jumat karena negara-negara yang menjadi mediator serta negara-negara lain di kawasan itu telah memintanya memberi kesempatan lain pada pembicaraan dengan Iran.
Kemudian, presiden mengatakan kepada wartawan bahwa Iran hanya mencari pembicaraan setelah militernya dihancurkan oleh militer AS.
“Saya pikir ada kemungkinan besar sesuatu akan terjadi,” kata Trump di atas Air Force One dalam perjalanan menuju sebuah acara di Michigan. Dan jika itu terjadi, bagus, jika tidak, maka dia akan kembali melakukan apa yang dlakukan dua hari sebelumnya.
Trump mengatakan pemerintahannya dan pemerintah Israel “hampir” sepakat mengenai Iran. “Kami memiliki sedikit perbedaan, tetapi cukup dekat,” katanya tentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang diperkirakan akan mengunjungi Gedung Putih pada hari Selasa.
Trump juga menegaskan bahwa aset Iran yang dikendalikan oleh Amerika Serikat akan digunakan menutupi kerusakan pada kapal-kapal yang diserang saat melintasi Selat Hormuz.
“Kita akan menggunakan uang Iran untuk membayar kerusakan yang mereka timbulkan,” katanya. Negosiasi antara Oman dan Iran telah menunjukkan kemajuan, meskipun belum ada kesepakatan yang tercapai, menurut laporan yang mengutip sumber-sumber regional. (ndi/Xinhua)