Aktual.co.id – Iran mengumumkan memperluas zona eksklusi maritimnya dari Selat Hormuz ke sebagian Teluk Oman dan Laut Arab. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya pertempuran dengan AS dan gangguan berkelanjutan terhadap pasokan energi di seluruh wilayah tersebut.
Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, menyatakan zona baru tersebut akan dimulai ke arah Chabahar di sepanjang jalur laut menuju Selat Hormuz. Koordinat pastinya akan diumumkan kemudian.
Kapal-kapal yang memasuki wilayah tersebut tanpa koordinasi dengan Teheran dapat dimasukkan ke dalam daftar sanksi dan dikecualikan dari layanan maritim, asuransi, atau bantuan saat melintasi selat tersebut.
Pengumuman itu disampaikan setelah Iran mengklaim menyerang dua kapal AS, delapan kapal tanker minyak, dan sepuluh kapal yang tidak kooperatif yang mencoba melewati Selat Hormuz.
Badan Maritim Inggris melaporkan beberapa kapal menjadi tidak dapat bermanuver akibat penembakan selama operasi militer yang sedang berlangsung di Teluk Oman dan wilayah Teluk.
Ketegangan meningkat signifikan setelah militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada tanggal 8 dan 9 September 2026. Washington menyatakan ini adalah pembalasan atas serangan dua rudal balistik yang dilancarkan pasukan Iran ke kapal perang AS.
Iran mengutuk serangan terhadap kapal tanker minyak sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan serangan balasan terhadap fasilitas militer AS adalah tindakan membela diri.
Memperluas zona larangan hingga Teluk Oman dan Laut Arab dapat meningkatkan biaya asuransi, transportasi, dan keamanan bagi kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.
Harga minyak mentah Brent ditutup pada $101,21 (Rp1,7 juta)per barel per 9 September 2026 di tengah kekhawatiran kekurangan pasokan yang berkelanjutan dari Timur Tengah. (ndi/vn)
