Aktual.co.id – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) melebarkan sayap pengabdian hingga ke kancah internasional. Melalui kolaborasi dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Women Business Council (WBC) dan Langkah Mulia Group, UPN Veteran Jatim menggelar rangkaian pengabdian internasional di Brunei Darussalam pada 8 dan 12 September 2026.
Dua agenda utama menjadi sorotan, yakni Guest Lecture di UNISSA dan Guest Speaker Community-Based Tourism (CBT) Talk bersama komunitas bisnis perempuan Brunei. Kegiatan ini membawa misi besar: menjadikan pengetahuan akademik sebagai jembatan pemberdayaan masyarakat lintas negara.
Guest Lecture perdana digelar pada Selasa, 8 September 2026 di Faculty of Halal Science dan Sustainable Tourism UNISSA. Empat hari berselang, Sabtu, 12 September 2026, forum berlanjut ke ranah komunitas melalui Guest Speaker pada forum Community-Based Tourism (CBT) bertema “Engaging Stakeholders for Community-Based Tourism”.

Pemateri dalam dua forum tersebut, Zainal Abidin Achmad, menegaskan bahwa kegiatan ini penting untuk menggeser paradigma lama tentang pengabdian masyarakat.
“Selama ini pengabdian sering dimaknai harus membangun fisik atau memberi bantuan. Padahal yang paling strategis justru berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas, dan membangun jejaring. Itu yang kami bawa dari Indonesia untuk Brunei,” ujar Zainal.
Menurutnya, Brunei Darussalam dan Indonesia memiliki tantangan yang sama dalam pengembangan pariwisata, yakni bagaimana agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton.
“Pariwisata tidak akan berkelanjutan jika hanya mengandalkan keindahan alam. Kuncinya ada di ekosistem. Pemerintah, pelaku usaha, kampus, kelompok perempuan, dan generasi muda harus duduk bersama. Jika tidak ada kepercayaan dan pembagian peran yang jelas, pariwisata hanya akan menjadi proyek dari luar, bukan milik komunitas,” tegasnya.
Dalam forum CBT Talk bersama WBC, Zainal menawarkan pendekatan baru yang membedakan model pengabdian kali ini dari program konvensional.
“Yang baru kami tawarkan adalah model partisipasi yang utuh. Kami tidak datang membawa solusi jadi. Kami memulai dari pengenalan potensi lokal, membangun trust antar stakeholder, merancang program bersama, hingga penguatan kelembagaan dan branding identitas lokal lewat teknologi digital. Tujuannya satu, agar masyarakat punya rasa memiliki dan menjadi subjek, bukan objek pariwisata,” jelasnya.
Rangkaian pengabdian internasional ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi berkelanjutan antara UPN Veteran Jatim dengan institusi pendidikan dan komunitas di Brunei Darussalam, khususnya dalam riset bersama dan pengembangan model pemberdayaan berbasis komunitas di tingkat ASEAN. (Penulis: Zainal Abidin Achmad/ Kapusdimas LPPM UPN Veteran Jatim)
