Aktual.co.id – Korps Garda Revolusi Islam Iran pada hari Kamis mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah di Selat Hormuz setelah kapal-kapal tersebut mencoba menggunakan apa yang disebutnya sebagai jalur yang tidak sah.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA, Garda Revolusi mengatakan sebuah kapal tanker minyak besar menabrak ranjau pada Rabu malam saat mencoba melewati jalur yang tidak diizinkan di selatan selat tersebut.
Tanker itu terbakar dan berhenti, demikian pernyataan tersebut. Dalam insiden terpisah, sebuah kapal tanker super lainnya terbakar saat meninggalkan jalur pelayaran di bagian timur selat, kata laporan itu.
Garda Revolusi seperti yang dilaporkan Anadolu juga mengatakan unit peperangan elektronik angkatan lautnya telah mengambil kendali atas dua pesawat jenis Lucas yang disebut sebagai penyusup.
Garda Revolusi mengklaim angkatan lautnya terus mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Selain itu, juga menuduh AS mendorong kapal melanggar pembatasan dan melewati jalur yang dipenuhi ranjau dan mengatakan kerusakan yang diakibatkan menimbulkan biaya asuransi yang besar bagi pembayar pajak AS dan sekutu regional.
Garda Revolusi memperingatkan upaya melanggar aturan yang mengatur pelayaran melalui selat tersebut akan menyebabkan kerugian finansial lebih lanjut dan kemunduran politik bagi Washington.
Selat Hormuz, terletak di antara Iran dan Oman adalah jalur maritim terpenting di dunia secara strategis, yang mengangkut volume ekspor minyak dan gas yang signifikan dari negara-negara Teluk ke pasar internasional.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, sebelum gencatan senjata tercapai pada bulan April.
Pertempuran antara Washington dan Teheran kembali terjadi pada bulan Juli di tengah upaya diplomatik yang terhenti untuk mengakhiri perang. (Anadolu/ndi)
