• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Perilaku Orang yang Memilih Transaksi di Teller Bank Dibanding Lewat Online
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Perilaku Orang yang Memilih Transaksi di Teller Bank Dibanding Lewat Online

Redaktur III Rabu, 15 Oktober 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi teller bank/ Foto: freepik
Ilustrasi teller bank/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Dengan maraknya perbankan daring, mengunjungi bank secara langsung telah menjadi pilihan ketimbang harus antri di depan teller.

Jika masih termasuk orang yang suka bertransaksi perbankan secara langsung daripada online, psikologi punya pendapat menarik mengenai hal itu.

Menurut psikolog Eliza Hartley, pilihan bertransaksi perbankan secara langsung dibanding online bukanlah sesuatu yang aneg. Hal ini terkait dengan kebiasaan unik tertentu yang belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Kenyamanan Berinteraksi dengan Manusia

Jika seseorang yang lebih suka bertransaksi perbankan secara langsung daripada online, kebiasaan unik adalah kenyamanan berinteraksi dengan manusia.

Orang ini menghargai interaksi tatap muka dan percaya pentingnya membangun hubungan. Dirinya tidak keberatan dengan waktu tambahan yang dibutuhkan untuk mengunjungi bank karena menghargai hubungan antarmanusia yang ditawarkan.

Baca Juga:  Orang Manipulatif Lebih Meyakinkan Karena Memiliki Daya Tarik di Wajah

Mempertahankan Tradisi

Sebagian psikolog menjelaskan jika seseorang memilih untuk bertransaksi di bank ketimbang melalui online dijelaskan mempertahankan tradisi.

Orang seperti ini tidak mudah terombang-ambing oleh tren dan lebih memilih berpegang teguh pada apa yang diyakini selama ini.

Kebiasaan ini tidak hanya berlaku di dunia perbankan, tetapi juga tercermin dalam aspek-aspek lain dalam kehidupan orang ini .

Misalnya menggunakan resep-resep nenek atau lebih memilih buku daripada e-reader. Ini adalah meneruskan tradisi dengan caranya yang unik.

Masalah Kepercayaan

Jika masih bertransaksi perbankan secara langsung, psikologi menunjukkan bahwa hal ini mengungkap masalah kepercayaan.

Bukan hal yang aneh untuk merasa waspada terhadap platform digital, terutama jika menyangkut sesuatu yang sepenting keuangan.

Baca Juga:  Orang yang Memiliki Kecerdasan dan Empati Tinggi Punya Kebiasaan Ini

Ada rasa aman ketika transaksi terjadi secara langsung dan mengetahui secara pasti siapa yang menangani uang tunai yang dipegang.

Kebutuhan untuk Mengontrol

Ketika bertemu dengan teller bisa mengajukan pertanyaan, mendapatkan jawaban langsung, dan merasa yakin bahwa semuanya ditangani dengan benar.

Kebutuhan akan kendali ini bukan sekadar kebiasaan pribadi. Hal ini didukung oleh psikologi. Sebuah studi oleh Asosiasi Psikologi Amerika menemukan bahwa orang yang merasa memiliki kendali atas hidup cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Menghargai Rutinitas

Jika masih bertransaksi perbankan secara langsung, psikologi menunjukkan bahwa mungkin menghargai rutinitas .

Rutinitas ini, meski tampak sederhana, namun memberikan rasa terstruktur di tengah kekacauan kehidupan. Kebiasaan ini memberi tahu tentang menghargai stabilitas dan prediktabilitas.

Baca Juga:  Manfaat Penggunaan Tumbler dalam Aktivitas Sehari-hari

Resistensi Terhadap Kepuasan Instan

Memilih bertransaksi perbankan secara langsung mungkin memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga dibandingkan dengan perbankan online

Kebiasaan ini mungkin menunjukkan tidak keberatan menunggu hal-hal baik. Memahami nilai kesabaran dan bersedia menginvestasikan waktu adalah manfaat jangka panjang. Di dunia yang serba cepat ini, sifat itu langka dan berharga.

Menghargai privasi

Memilih untuk bertransaksi perbankan secara langsung dapat menjadi pilihan yang disengaja untuk menjaga privasi keuangan.

Kebiasaan ini adalah seseorang yang menghargai ruang pribadi dan batasan. Orang ini menghargai kebebasan dan memahami bahwa privasi adalah bagian penting darinya. (ndi)

 

SHARE
Tag :gangguan jiwakesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio / Foto: Anadolu
Menlu AS Klaim Ada Kemajuan Terkait Perundingan dengan Iran
Sabtu, 23 Mei 2026
Tedros Adhanom Ghebreyesus / Foto: Anadolu
WHO Mengatakan Kasus Ebola Makin Mengkhawatirkan di Kongo
Sabtu, 23 Mei 2026
Kondisi jalan raya di Kota Pekanbaru dengan kondisi listrik padam total/ Foto: Courtesy ANTARA
Listrik Padam Membuat Gelap Gulita di Sumatera Bagian Tengah dan Utara
Jumat, 22 Mei 2026
Jang Dong Joo (kanan) dan postingan yang membuat khawatir warganet/ Foto: Allkpop
Aktor Jang Dong Joo Memposting di Media Sosial yang Memicu Kekhawatiran Warganet
Jumat, 22 Mei 2026
Media sosial di ponsel/ Foto: engagatged
Malaysia Akan Melarang Penggunaan Media Sosal Bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Jumat, 22 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gemini Spark dari Google Asisten AI yang Memiliki Kemampuan Bertindak

Holter Monitoring, Mencari Aritmia yang Tersembunyi.

Kesepakatan Pekerja dengan Manajemen Samsung Meredakan Kekhawatiran Ekonomi di Korsel

Annie ALLDAY PROJECT Menjadi Wisudawan dari Universits Colombia

Iran Klaim Sudah Memberangkatkan 26 Kapal Melalui Selat Hormuz

More News

Ilustrasi panik/Foto: freepik

Watak Asli Seseorang Akan Muncul Saat Mengalami Seperti Ini

Selasa, 21 April 2026
Ilustrasi tangguh / Foto: freepik

Mental Pejuang Tidak Akan Berhenti Hanya Karena Proses Melambat

Senin, 2 Maret 2026
Logo Hari Kesehatan Mental 2025/ Foto: Ist

Hari Kesehatan Mental Dunia Fokus Krisis Bencana Alam dan Konflik Antar Sesama

Jumat, 10 Oktober 2025
Ilustrasi pendidikan anak mempengaruhi kepribadian ketika dewasa / Foto : Freepik

Alasan Orang Menghindari Kedekatan dengan Orang Lain, Memiliki Pengalaman Masa Kecil Seperti Ini.

Senin, 16 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id