Aktual.co.id – Tokoh oposisi Venezuela dan juga peraih Nobel Perdamaian María Corina Machado, mengatakan mendukung penyitaan kapal tanker minyak oleh AS di lepas pantai Venezuela.
Dia mengatakan langka tersebut diperlukan untuk menghadapi rezim criminal Nicolás Maduro. Hal disebut disampaikan di Oslo pada hari Kamis, sehari setelah dianugerahi penghargaan atas perjuangannya untuk perubahan demokratis.
Machado memuji serangan helikopter angkatan laut dan penjaga pantai AS terhadap kapal tersebut. Dia mengatakan kekayaan minyak Venezuela yang besar tidak digunakan untuk mendanai rumah sakit, memberi makan guru miskin, atau meningkatkan keamanan.
Sebaliknya, rezim ini digunakan membeli senjata untuk menindas lawan-lawannya. “Jadi, para penjahat ini harus dihentikan dan memutus sumber daya kegiatan ilegal adalah langkah yang sangat diperlukan,” kata Machado kepada wartawan.
Sebelumnya, Machado mengatakan kedatangannya di Oslo menandai ‘titik balik bersejarah’ yang menunjukkan kepada warga Venezuela bahwa ‘dunia bersama mereka.’
Machado, yang terpaksa bersembunyi dari Venezuela karena ulah Maduro. Dia menyelinap keluar dari tanah airnya yang otoriter dengan perahu untuk pergi ke Norwegia guna mengambil hadiahnya.
“Saya ingin mengatakan kepada seluruh warga dunia bahwa saya sangat berharap Venezuela akan merdeka dan kita akan mengubah negara ini menjadi mercusuar harapan dan kesempatan, mercusuar demokrasi,” ungkapnya.
Machado, yang belum bertemu anak-anaknya selama hampir dua tahun mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan dia lakukan pada saat pertama kali melihat anak-anaknya.
Bertemu kembali dengan keluarganya, katanya, adalah hal yang “sangat emosional”. “Saya belum bertemu anak-anak saya selama hampir dua tahun. Ibu saya juga harus pergi, jadi saya belum bertemu dengannya selama 16 bulan. Atau suami saya, atau saudara perempuan saya, atau teman-teman saya, atau rekan kerja saya,” katanya di Oslo. (ndi/the guardian)
