Aktual.co.id – Pembangunan monument macan putih di Desa Balongjeruk, Kunjang mendadak viral di media sosial karena bentuknya yang lucu.
Patung terebut diyakini sebagai danyang Desa Balongjeruk yang kabarnya muncul di daerah Dusun Punden atau Desa Balongjeruk.
Viralnya patung tersebut membuat banyak warga datang untuk foto atau mevideo untuk share di media sosialnya. Banyak yang menilai jika patung tersebut lebih mirik ke kudanil dengan strip zebra.
Menurut mitos yang beredar, macan putih dianggap sebagai kekuatan yang di desa tersebut, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat.
Bahkan ada yang sering melihat sosok macan putih tersebut di perbatasan desa. Namun kabar ini sudah menjadi cerita yang berkembang di masyarakat.
Terkait pembangunan patung tersebut, banyak warganet yang melontarkan berbagai pendapat tentang patung yang dianggapnya berbentuk lucu tersebut.
“Viral belum tentu negatif ini bisa diperbaiki. 18 hari dikerjakan sendirian, wajarlah tidak ada yang koreksi karna menurut dia sudah sempurna. Jadi hargailah hasilnya. Apalagi tenaga dan bahan terbatas,” kata @mang***
“Jelek jelek begitu, itu mangandung filosopi dan makna yang kuat loh. hanya pematung dan pendana yang tau,” ungkap @id.
Sementara pematung yang bernama Mbah Suwari mengaku jika pekerjaan itu karena ditugasi oleh Kepala Desa Balongjeruk untuk membuat patung macan putih.
“Saya menyanggupi dan mencari hari yang baik yakni Senin Pahing sampai selesai 18 hari,” katanya di media sosial Kedirijaya.id.
Sebelumnya dia mimpi didatangi Kasun Dusun Ketandan Bakri yang sudah meninggal dengan memakai seragam dinas pamong.
“Saya ditanya, awakmu gelem ditanggap ludrukmu? Gelem. Ludruk apa? Kemudian dia minta judul Siluman Macan Putih,” katanya. Pasca kejadian mimpi tersebut besuknya Kades Balongjeruk meminta dibuatkan patung Macan Putih.
Mulai Sening Pahing dirinya melakukan ritual gelar tumpeng dan selamatan di lokasi pekerjaan proyek dengan membagikan hasil tumpeng tersebut kepada masyarakat.
Dirinya juga tahu jika patung hasil karyanya viral dan banyak kreator media sosial, dan ponselnya pun dipenuhi postingan dari warganet yang menggambarkan patung macan putih tersebut.
“Saya sempat kaget kalau patung ini tiba-tiba viral, padahal sudah sering buat patung namun tidak se viral ini. Dan saya bingung kok bentuk macannya seperti ini,” katanya.

Semula macan tersebut akan di desain dengan mulut menganga, namun kata Suwari, pihak desa melarang karena posisi patung tersebut di pertigaan dan khawatir rawan kecelakaan.
Ada nilai positifnya dari patung macan tersebut adalah anak kecil tidak takut melihat patung itu. Dan pilihan tidak manganga sudah benar meski akhirnya bentuknya menjadi tidak sesuai ekspektasi.
Mbah Suwari juga mengatakan jika patung tersebut tidak akan dibongkar. Demikian juga dengan perasaan Mbah Suwari merasa senang dengan respon masyarakat terkait patung tesebut. (ndi/TikTok)
