Aktual.co.id – Spanyol memulai masa berkabung selama tiga hari pada hari Selasa (20/1), sementara tim penyelamat terus menyisir reruntuhan gerbong kereta yang hancur dan puing-puing yang berserakan untuk menemukan korban setelah tabrakan kereta api yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai puluhan lainnya.
Pada hari Senin (19/1), lebih dari 18 jam setelah kereta cepat yang membawa sekitar 300 penumpang tujuan Madrid tergelincir dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan.
Mengutip The Guardian, setelah tabrakan di dekat Adamuz di provinsi Córdoba, hanya satu dari mereka, seorang anak berusia enam tahun, yang telah ditemukan
“Sekarang kami sedang mencari empat orang yang hilang,” kata Barroso kepada wartawan. Warga menggunakan media sosial untuk mengunggah foto orang-orang terdekat yang ikut dalam kecelakaan, memohon jika menemukan orang tersebut menghubungi mereka.
Polisi mendirikan posko untuk menerima laporan serta memberikan sampel DNA untuk tujuan identifikasi..
Perdana Menteri Pedro Sánchez, berjanji penyelidikan penyebab kecelakaan akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
“Masyarakat Spanyol, seperti kita semua, bertanya-tanya apa yang terjadi, bagaimana hal itu terjadi, bagaimana tragedi ini bisa terjadi,” katanya saat mengumumkan tiga hari berkabung mulai tengah malam.
Tabrakan terjadi sebelum pukul 8 malam pada Minggu malam (18/1), ketika bagian belakang kereta yang menuju Madrid keluar dari rel dan masuk ke jalur kereta yang datang dari arah berlawanan.
“Benturan membuat dua gerbong pertama kereta api yang menuju selatan terlempar keluar rel, menyebabkan terjatuh menuruni lereng sedalam 4 meter (13 kaki),” kata Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente.
Meskipun penyebab kecelakaan belum dipastikan, Puente menggambarkan anjloknya kereta terjadi di jalur rel yang lurus. Bagian jalur rel tersebut telah direnovasi pada bulan Mei, tambahnya.
“Kereta yang tergelincir itu berusia kurang dari empat tahun dan telah diperiksa empat hari sebelumnya,” kata Iryo, perusahaan swasta yang mengoperasikan kereta tersebut
Presiden perusahaan kereta api negara, Renfe, Álvaro Fernández Heredia, mengatakan masih terlalu dini membicarakan penyebabnya.
Namun, ia mencatat kecelakaan itu terjadi dalam kondisi yang aneh, dan mengatakan kepada stasiun televisi Cadena Ser bahwa kesalahan manusia praktis dikesampingkan.
Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa teknisi telah mengidentifikasi sambungan yang rusak pada rel, yang menurut mereka menciptakan celah antara bagian-bagian rel yang semakin melebar saat kereta terus melaju di jalur tersebut.
Sambungan yang rusak dapat menjadi penting dalam mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan itu, tambah sumber tersebut.
Pada hari Senin, serikat pengemudi kereta api menyerukan kehati-hatian dalam menghubungkan peringatan mereka sebelumnya dengan kecelakaan tersebut, menekankan bahwa penyebab tabrakan itu masih belum diketahui. (ndi/the guardian)
