Aktual.co.id – Hari Kolangiokarsinoma Sedunia, yang diperingati setiap Kamis ketiga bulan Februari mulai tahun 2023, adalah hari internasional yang diperingati meningkatkan kesadaran tentang jenis kanker yang langka namun agresif.
Sekitar 11.000 kasus kolangiokarsinoma didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Ini salah satu bentuk kanker yang paling langka dan paling mematikan.
Kolangiokarsinoma adalah jenis kanker langka yang berkembang di saluran empedu dan tabung kecil yang membawa cairan pencernaan di dalam dan di sekitar hati.
Kanker ini juga menyerang kantung empedu. Pada Hari Kolangiokarsinoma Sedunia, dokter, petugas kesehatan, penyintas kanker, dan aktivis berkumpul meningkatkan kesadaran yang dibutuhkan tentang bentuk kanker hati ini.
Salah satu alasan utama mengapa kolangiokarsinoma dianggap sebagai kanker paling mematikan adalah karena sulit didiagnosis.
Saat ini, tidak ada tes skrining khusus untuk mendeteksi penyakit ini. Bahkan, orang yang terkena penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Bagaimana orang mengidentifikasi penyakit ini? Dalam kebanyakan kasus, tumor saluran empedu biasanya ditemukan selama tes atau prosedur untuk kondisi saluran empedu atau hati lainnya, seperti batu empedu.
Alasan lain mengapa penyakit ini mematikan adalah karena sifatnya. Kolangiokarsinoma memengaruhi hati dan saluran empedu.
Hati yang sehat sangat penting untuk penyerapan dan detoksifikasi. Tetapi bagi pasien yang terkena kolangiokarsinoma, tumor di saluran empedu mencegah hati melakukan fungsi-fungsi tertentu, yang mengakibatkan kondisi seperti penyakit kuning, penurunan berat badan, sakit perut, dan penumpukan racun dalam tubuh.
Jadi, mendeteksi penyakit sejak dini merupakan pilihan pengobatan yang efektif. Sayangnya, kolangiokarsinoma adalah penyakit yang kurang dipahami dan kurang diteliti, serta insidensinya meningkat secara global.
Oleh karena itu, ke depannya mari semua mengambil sikap untuk mengikuti kebiasaan sehat guna menjaga kesehatan hati dan mendukung serta membantu mereka yang sedang berjuang melawan kanker. (ndi/national today)
