• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Nutrisi Sehat Saat Puasa: Sederhana, Cukup, dan Optimal
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

Nutrisi Sehat Saat Puasa: Sederhana, Cukup, dan Optimal

Redaktur III Kamis, 19 Februari 2026
Share
5 Min Read
Ilustrasi berbuka dengan kurma/ Foto; Ist
Ilustrasi berbuka dengan kurma/ Foto; Ist

Bulan puasa sering kali menghadirkan paradoks dalam pola makan masyarakat kita. Di satu sisi, ada kesadaran untuk hidup lebih sehat dan menahan diri. Di sisi lain, meja makan justru dipenuhi hidangan berlemak, tinggi gula, dan berkalori berlebihan saat berbuka.

Padahal, puasa bukanlah ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar, melainkan momentum untuk menata ulang relasi kita dengan makanan: lebih sadar, lebih bijak, dan lebih seimbang.

Secara fisiologis, tubuh yang berpuasa mengalami perubahan metabolisme. Dalam beberapa jam pertama, cadangan glukosa dari hati digunakan sebagai sumber energi.

Setelah itu, tubuh mulai beralih memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar. Proses ini sesungguhnya bermanfaat, asalkan asupan saat sahur dan berbuka mampu menjaga keseimbangan energi, cairan, serta mikronutrien.

Tanpa perencanaan yang baik, puasa justru dapat memicu lemas, dehidrasi, gangguan konsentrasi, bahkan lonjakan berat badan.

Prinsip nutrisi sehat saat puasa sesungguhnya sederhana: cukup energi, cukup protein, cukup serat, cukup cairan, dan terkontrol gula serta lemak jenuh. Tidak harus mahal, tidak perlu rumit. Kuncinya ada pada komposisi dan proporsi.

Sahur: Fondasi Energi Seharian

Sahur bukan sekadar formalitas. Ia adalah fondasi metabolik yang menentukan kualitas ibadah dan produktivitas sepanjang hari.

Baca Juga:  Amalan yang Dianjurkan pada Saat Malam Lailatul Qadar

Menu sahur ideal harus mengandung karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, serta serat.  Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, nasi putih dengan porsi terkontrol, roti gandum, atau oatmeal lebih dianjurkan karena dicerna lebih lambat, sehingga menjaga kadar gula darah stabil lebih lama.

Mengandalkan makanan tinggi gula sederhana justru membuat tubuh cepat lapar karena terjadi lonjakan dan penurunan gula darah secara drastis.

Protein memegang peranan penting dalam menjaga rasa kenyang dan mempertahankan massa otot. Sumber protein sederhana dan terjangkau seperti telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam tanpa kulit sudah sangat memadai.

Kombinasi protein hewani dan nabati bahkan memberikan spektrum asam amino yang lebih lengkap.  Serat dari sayuran dan buah membantu memperlambat pengosongan lambung serta mencegah sembelit yang kerap muncul saat puasa.

Sementara itu, cairan minimal dua gelas air saat sahur membantu menjaga hidrasi awal sebelum memulai hari.

Contoh menu sahur sederhana namun optimal:

Nasi merah satu porsi sedang

Telur dadar isi bayam dan wortel

Tumis tempe atau tahu

Lalap mentimun dan tomat

Satu potong pepaya atau pisang

Baca Juga:  Jika Memang Ijazah Jokowi Palsu!

Dua hingga tiga gelas air putih

Menu ini mencakup karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral, dan cairan secara seimbang tanpa berlebihan kalori.

Berbuka: Memulihkan, Bukan Melampiaskan

Saat berbuka, tubuh membutuhkan pemulihan kadar gula darah secara bertahap. Tradisi berbuka dengan kurma sejatinya selaras dengan prinsip ilmiah.

Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap namun tetap disertai serat dan mikronutrien. Satu hingga tiga butir sudah cukup untuk mengawali berbuka, disertai air putih.

Kesalahan umum adalah langsung mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dalam jumlah besar. Gorengan berlebihan, minuman manis berwarna, atau dessert berlapis krim dapat memicu lonjakan kalori yang signifikan.

Akibatnya, berat badan meningkat dan tubuh terasa semakin tidak bugar. Setelah takjil ringan, jeda sejenak sebelum makan utama memberi kesempatan sistem pencernaan beradaptasi.

Makan utama sebaiknya tetap mengikuti prinsip gizi seimbang: setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat karbohidrat, seperempat protein.

Contoh menu berbuka sederhana namun optimal:

Tiga butir kurma dan satu gelas air putih

Sup bening ayam dengan wortel dan kentang

Nasi putih satu porsi kecil

Ikan bakar atau ayam panggang tanpa kulit

Tumis brokoli dan buncis

Baca Juga:  UPN Veteran Jatim Kenalkan Gastronomi Mangrove Lewat Praktikum Lapangan di KRM Surabaya

Buah potong sebagai pencuci mulut

Air putih tambahan hingga total delapan gelas terpenuhi dari berbuka hingga sahur. Menu tersebut relatif mudah disiapkan di rumah, ekonomis, dan tetap memenuhi kebutuhan makro serta mikronutrien.

Menjaga Keseimbangan dan Kesadaran

Puasa juga merupakan latihan pengendalian diri terhadap gula dan lemak. Mengurangi minuman manis kemasan, membatasi gorengan, serta menghindari makan berlebihan di malam hari merupakan langkah preventif terhadap risiko obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular yang kian meningkat di masyarakat.

Selain itu, distribusi cairan dari berbuka hingga sahur penting diperhatikan. Pendekatan dua–empat–dua dapat menjadi panduan praktis untuk mencegah dehidrasi.

Pada akhirnya, nutrisi sehat saat puasa bukan tentang menu mewah atau tren diet tertentu. Ia tentang keseimbangan, kesadaran, dan konsistensi.

Dengan pilihan sederhana namun tepat, puasa justru menjadi momentum memperbaiki pola makan keluarga. Tubuh tetap bertenaga, ibadah lebih khusyuk, dan kesehatan jangka panjang pun terjaga.

Karena sejatinya, hidup sehat tidak dimulai dari makanan yang mahal, tetapi dari keputusan yang bijak di setiap waktu makan.

 

Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes/ foto: dok pribadi
Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes/ foto: dok pribadi

Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes

Dosen Ilmu Gizi & Kesehatan Masyarakat FK UWKS

SHARE
Tag :Gizi Berbuka PuasaIlmu Gizipuasa ramadhan
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kapal tangker di Selat Hormuz/ Foto: Aljazeera
Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat
Jumat, 24 Juli 2026
Kim Soo Hyun / Foto: Allkpop
Penggemar Kim Soo Hyun Menyumbangkan Pakaian Anak Tidak Mampu di Korea
Jumat, 24 Juli 2026
Gambaran iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Beredar Rumor iPhone Ultra Akan Ditunda Tanggal Perilisannya
Jumat, 24 Juli 2026
Sebuah kapal tanker yang diserang di Laut Merah/ Foto: Anadolu
Kemenlu RI Kecam Penyerangan Kapal di Perairan Laut Merah
Jumat, 24 Juli 2026
Dampak gempa di Peru/ Foto: Ist
Pemerintah Peru Mengumumkan Keadaan Darurat Bencana Pasca Gempa Magnitude 5,1
Jumat, 24 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Nanik Berkomitmen Tetap Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Kemenkes Venezuela Umumkan Tiga Kematian Akibat Hantavirus

Harga Emas Antam Terbaru Rp2,635 Juta Per Gram

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dengan Alasan Kesehatan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Menggantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

More News

Proses FGD bersama peserta/dok.istimewa

Angka Persalinan Sesar Meningkat, Dosen Kebidanan FK Unair Cetuskan Birth Plan Berbasis Co-Design

Senin, 22 Desember 2025
Sejumlah dosen yang menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut/dok.aktual.co.id

Mengenali Diri Melalui Personal Branding Jadi Fokus Sosialisasi untuk UMKM Kalanganyar

Kamis, 14 Mei 2026
Ilustrasi terpapar flu/ Foto: freepik

Super Flu: Alarm Dini Bagi Ketahanan Kesehatan Nasional

Jumat, 16 Januari 2026
Orasi Ilmiah Prof Catur dalam pengukuhan guru besarnya/dok.aktual.co.id

Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Catur Bongkar Kekuatan Perempuan di Politik Digital

Sabtu, 25 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id