Aktual.co.id — Di tengah meningkatnya persoalan sampah dan tekanan terhadap lingkungan perkotaan, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghadirkan cara berbeda untuk mengajak publik peduli bumi. Melalui pameran seni bertajuk Mahakarya Vol. VI: Ecotive, mereka mengolah isu lingkungan menjadi karya visual kreatif yang edukatif dan inspiratif.
Kegiatan yang digelar oleh Laboratorium Creative Advertising Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim di BG Junction Mall Surabaya ini tidak hanya menampilkan kreativitas generasi muda, tetapi juga menjadi sarana komunikasi publik tentang pentingnya keberlanjutan. “Jadi, pengunjung kami suguhkan berbagai karya seni berbahan dasar limbah plastik, kertas, hingga logam bekas, yang disulap menjadi instalasi artistik sarat pesan ekologis,” kata salah satu panitia Laili Nurin Nabila di lokasi pameran.
Menurutnya, nama Ecotive diambil dari perpaduan kata eco (lingkungan) dan creative, mencerminkan semangat mahasiswa dalam menyampaikan pesan ramah lingkungan melalui seni. Salah satu panitia menjelaskan bahwa Ecotive menjadi ruang yang mempertemukan ide, kreativitas, dan aksi nyata. “Ecotive adalah ruang tempat ide bertemu aksi. Kami ingin menunjukkan bahwa komunikasi visual bisa menjadi jembatan antara manusia dan alam,” ujarnya.
Pameran tersebut menghadirkan pengalaman visual yang imersif. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai karya daur ulang yang menampilkan pesan moral tentang pentingnya tindakan nyata untuk menjaga bumi. Banyak di antara mereka yang berhenti untuk menikmati instalasi, mengambil foto, hingga mengikuti aktivitas interaktif seperti Pohon Harapan, tempat pengunjung menuliskan pesan untuk bumi.
Kegiatan ini juga melibatkan Earth Hour Surabaya dan Slate in Studios, yang berkolaborasi memperkuat pesan kampanye lingkungan sekaligus memperluas jangkauan edukasi publik. Rangkaian acara terdiri atas sesi Sustainable Sparks Talks yang menghadirkan pegiat lingkungan untuk berbagi wawasan tentang gaya hidup berkelanjutan, serta Sustainable Sparks Collection yang menampilkan karya seni mahasiswa berbasis daur ulang.
“Melalui berbagai kolaborasi ini, mahasiswa belajar mengemas isu serius seperti krisis lingkungan menjadi pesan yang ringan, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.
Suasana pameran berlangsung hangat dan inklusif. Anak-anak, keluarga, hingga pengunjung muda tampak berbaur, mengamati karya, berdiskusi, dan berbagi pandangan tentang cara sederhana merawat lingkungan. Seorang pengunjung mengungkapkan bahwa pameran ini memberinya perspektif baru tentang pentingnya memulai perubahan dari rumah.
“Melihat karya mahasiswa ini membuat saya sadar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Daur ulang bukan hal rumit kalau dilakukan bersama. Interaksi semacam ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium komunikasi universal yang menyampaikan pesan lingkungan tanpa kesan menggurui,” kata dosen pendamping kegiatan, Latif Ahmad Fauzan di lokasi acara.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim, Ecotive bukan sekadar pameran, tetapi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Mereka mengaplikasikan ilmu komunikasi visual, desain, dan periklanan untuk menyampaikan pesan sosial yang berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen pembimbing Laboratorium Creative Advertising, Ririn Puspita Tutiasri, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa komunikasi tidak hanya soal menyampaikan pesan, melainkan juga membangun empati dan menggerakkan masyarakat. “Kreativitas mereka menjadi bentuk nyata pengabdian,” ujar keduanya.
Melalui Ecotive, mahasiswa ingin menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana, tetapi gaya hidup yang harus dijalankan bersama. Mereka berharap semangat ini tidak berhenti setelah pameran usai, melainkan berlanjut dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mendukung produk ramah lingkungan.
“Dari sudut pandang akademik, Mahakarya Vol. VI: Ecotive menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam perubahan sosial melalui pendekatan kreatif dan partisipatif,” katanya.
Pesan lingkungan yang dikemas dalam karya seni memungkinkan publik memahami isu ekologis dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Melalui potongan sampah yang diubah menjadi karya bernilai, mahasiswa mengajak publik memahami bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, sebuah pesan sederhana yang menggema kuat dari kampus menuju masyarakat. (Penulis: Latif Ahmad Fauzan)
