Aktual.co.id – Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang lepas Pantai Sanriku, Prefektur Iwate, pukul 16.52. Gempa tersebut memiliki intensitas 5 kuat pada skala Jepang 0 hingga 7 di daerah terdampak.
Guncangan dalam waktu lama menggoyang gedung tinggi di Tohoku. Badan Meteorologi menyebut hal ini sebagai pergerakan tanah.
Pergerakan ini berdampak ke orang-orang yang berada di bangunan berlantai tinggi. Intensitasnya tercatat pada skala level empat.

Guncangan kelas 3 membuat orang-orang sulit untuk berdiri tegak. Hal ini terasa di Kota Wakuya, Prefektur Miyagi dan Kota Yokote, Prefektur Akita. Para pakar mengatakan getaran tersebut cukup kuat menjatuhkan furnitur.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan siaga tsunami untuk Prefektur Iwate dan sebagian Prefektur Hokkaido serta Prefektur Aomori.
Tsunami setinggi hingga 3 meter diperkirakan akan terjadi. Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Hokkaido, Aomori, Miyagi, dan Fukushima. Ketinggian air di daerah-daerah tersebut diperkirakan dapat mencapai hingga 1 meter.
Satu gelombang tsunami setinggi 80 sentimeter menerjang Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate, dan ketinggian air terus bertambah. Tsunami setinggi 40 cm juga menerjang Pelabuhan Miyako di prefektur yang sama.
Tsunami setinggi 30 sentimeter terpantau di Pelabuhan Hachinohe, Prefektur Aomori, dan 20 sentimeter di Kota Urakawa, Hokkaido, serta Ishionmaki Ayukawa di Prefektur Miyagi.
Pemerintah membentuk satuan tugas di pusat penanganan krisis di Kantor Perdana Menteri segera setelah gempa.
Operator kereta cepat Tohoku Shinkansen mengatakan layanan Stasiun Tokyo dan Stasiun Shin-Aomori ditangguhkan akibat gempa.
Penangguhan juga diberlakukan untuk layanan Shinkansen Yamagata antara Stasiun Tokyo dan Fukushima, serta Akita Shinkansen antara stasiun Akita dan Morioka.
Semua jalur JR lokal di Prefektur Iwate ditangguhkan. Penangguhan juga terjadi untuk sebagian jalur JR lokal di Hokkaido.
Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO) mengonfirmasi tidak ada anomali di PLTN Fukushima Daiichi dan PLTN Fukushima Daini. Operator mengatakan tidak ada perubahan tingkat radiasi di sekitar PLTN tersebut.
Perusahaan Tenaga Listrik Tohoku juga mengatakan hingga kini tidak ada anomali di PLTN Onagawa di Prefektur Miyagi dan PLTN Higashidori di Prefektur Aomori.
Perusahaan penyimpanan bahan bakar daur ulang mengatakan tidak ada anomali di fasilitas penyimpanan sementara untuk bahan bakar nuklir terpakai di Prefektur Aomori. (ndi/NHK)
