Aktual.co.id – Menurut sumber medis, sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam dua serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal dan kendaraan sipil di Kota Gaza.
Kematian tersebut terjadi bersamaan dengan pernyataan Israel yang mereka telah melakukan serangan terhadap Izz al-Din al-Haddad, kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan mereka menargetkan “salah satu arsitek” serangan 7 Oktober. Pernyataan mereka tidak menyebutkan apakah Haddad tewas.
Sumber medis mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa tiga dari korban Palestina tewas dalam serangan terhadap kendaraan sipil, dan empat lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah bangunan di lingkungan Rimal di bagian barat Kota Gaza.
Tiga wanita dan seorang anak termasuk di antara korban tewas, menurut sumber yang dikutip Al Jazeera. Sementara media Anadolu mengatakan setidaknya 45 orang lainnya terluka, beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Serangan Israel terbaru ini terjadi bertepatan dengan peringatan ke-78 Nakba yakni hari peringatan bagi sekitar 750.000 warga Palestina yang diusir dari rumah mereka selama perang tahun 1948 karena pembentukan Israel.
Mahmoud Basel, juru bicara pertahanan sipil Gaza, mengatakan bahwa ratusan orang tinggal di dalam gedung perumahan yang menjadi sasaran serangan.
“Rudal itu ditembakkan tanpa peringatan atau pemberitahuan sebelumnya. Kita berbicara tentang sejumlah korban tewas. Kita berbicara tentang sejumlah besar korban luka, di antaranya keluarga,” kata Basel kepada kantor berita Reuters.
Pernyataan Netanyahu dan Katz menyebutkan bahwa mereka menargetkan Haddad karena dia bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan melukai ribuan warga sipil Israel dan tentara IDF.
Pernyataan itu juga menuduh Haddad sebagai penghalang kesepakatan perdamaian Gaza yang digagas Trump karena ia menolak untuk melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi Jalur Gaza.
Terlepas dari rencana perdamaian Trump untuk Gaza, pertempuran terus berlanjut di wilayah tersebut. Sejak “gencatan senjata” diberlakukan Oktober lalu, hampir 850 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza. (ndi/Aljazeera)
