Aktual.co.id – Salah satu festival Kristen tertua yakni Hari Kenaikan yang menandai berakhirnya musim Paskah. Peristiwa ini dirayakan oleh umat Katolik dan Anglikan di mana sebagian besar gereja Protestan tidak lagi mengikuti tradisi ini.
Mengutip dari National Today, tanggalnya pun berbeda di berbagai lokasi geografis. Gereja-gereja Barat lebih suka menggunakan kalender Gregorian untuk menghitung tanggal ini, sementara banyak Gereja Ortodoks Timur menghitung tanggal ini menurut kalender Julian. Akibatnya, perayaan terjadi pada tanggal yang lebih lambat daripada perayaan di Barat.
Sesuai Perjanjian Baru dalam Alkitab, setelah penyaliban Yesus Kristus pada Jumat Agung, Ia bangkit dari kematian dalam tiga hari, pada hari yang dikenal sebagai Minggu Paskah.
Selama 40 hari setelah itu, Ia tinggal bersama para Rasul, murid-murid utama Kristus, untuk mengajari bagaimana melaksanakan ajaran Tuhan.
Seperti yang dikatakan Alkitab, pada akhir hari ke-40, Yesus Kristus dan murid-murid pergi ke Bukit Zaitun, dekat Yerusalem.
Setelah meminta untuk tinggal, Kristus naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah, di bawah tatapan murid-murid.
Bagi orang Kristen, kenaikan ini menandakan Kristus telah menyelesaikan pekerjaan di Bumi dan memungkinkan untuk mempersiapkan tempat bagi umat Kristen di surga.
Awalnya merupakan bagian dari perayaan Paskah, hari ini dipisahkan dari Paskah, bersama dengan Pentakosta. Perayaan Pentakosta mengakhiri siklus peristiwa yang berkaitan dengan Paskah dalam kalender Kristen. (ndi/national today)
