• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Fenomena El Nino Diprediksi Membawa Iklim Lebih Kering di Tahun 2026
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Fenomena El Nino Diprediksi Membawa Iklim Lebih Kering di Tahun 2026

Redaktur III Jumat, 12 Juni 2026
Share
6 Min Read
Ilustrasi El Nino/ Foto: gemini
Ilustrasi El Nino/ Foto: gemini

Aktual.co.id – Fenomena iklim El Nino yang mempercepat perubahan cuaca di seluruh dunia, telah resmi tiba dan dapat meningkat musim gugur, demikian kata para pejabat AS pada hari Kamis.

Dilaporkan oleh The Guardian bahwa Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengkonfirmasi terbentuknya El Niño di Samudra Pasifik yang hangat dari biasanya akan memengaruhi pola cuaca global.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa El Niño tahun ini bisa menjadi yang terkuat sepanjang sejarah. António Guterres, sekretaris jenderal PBB, menggambarkan El Niño sebagai peringatan iklim yang mendesak.

Menurut NOAA, ada kemungkinan 63% El Niño akan kuat di akhir musim gugur dan awal musim dingin sehingga akan termasuk di antara peristiwa El Niño terbesar dalam catatan sejarah sejak tahun 1950.

Di AS, El Niño dikaitkan cuaca yang lebih berbadai di selatan, peningkatan risiko banjir akibat air pasang, pertumbuhan alga yang di pantai barat, dan perubahan pola migrasi kehidupan laut.

Namun, kondisi ini memengaruhi cuaca di seluruh dunia dengan mengubah arus jet dan pola curah hujan, yang menyebabkan badai yang lebih parah, peningkatan suhu, dan kekeringan.

“Setiap El Niño tidak sama; masing-masing unik dengan jejaknya sendiri pada cuaca kita,” kata Ken Graham, direktur Layanan Cuaca Nasional (NWS) NOAA, dalam sebuah pernyataan.

Disampaikan pemantauan tingkat lanjut dan pemahaman yang lebih baik tentang El Niño memungkinkan NWS memprediksi dan mempersiapkan masyarakat serta mitra inti dengan lebih baik.

Baca Juga:  BMKG Memprediksi Puncak Musim Kemarau Juli – September 2026 di Indonesia

Sementara pakar iklim Abby Frazier dari Universitas Clark menyampaikan El Nino memengaruhi pola cuaca dengan membawa banyak panas ke permukaan dan memicu peristiwa ekstrem di banyak tempat di seluruh dunia.

Dampak El Niño bervariasi berdasarkan masing – masing wilayah. El Niño sering kali meredam  tetapi tidak menghilangkan aktivitas musim badai Atlantik, tetapi meningkatkannya di Pasifik.

“Jadi, sementara pantai timur dan Teluk AS mendapat jeda, Hawaii dan pulau-pulau lain lebih berisiko,” kata Frazier. Biasanya, El Niño menyebabkan musim dingin yang lebih basah di California.

Para ilmuwan iklim mengatakan bahwa Timur Tengah yang dilanda kekeringan dapat memperoleh manfaat. Namun, tempat lain menghadapi bahaya yang lebih besar.

Sebagian wilayah Amerika Selatan bagian barat  tempat El Niño pertama kali terdeteksi beberapa dekade lalu  sering mengalami hujan lebat dan banjir, serta musim panas yang lebih hangat.

India menghadapi gelombang panas yang lebih intens sementara kekeringan, kebakaran hutan, dan panas mengancam Australia.

“Afrika bagian timur laut kemungkinan mengalami perubahan cuaca drastis, mulai dari kekeringan hebat hingga hujan lebat yang berbahaya,” kata Muhammad Azhar Ehsan, seorang ilmuwan iklim dari Universitas Columbia dan ahli El Niño.

El Niño dapat menguntungkan industri pertanian AS, kata Jon Gottschalck, kepala cabang operasional di Pusat Prediksi Iklim NOAA.

Baca Juga:  BMKG Mengingatkan Kewaspadaan Terhadap Perubahan Cuaca di Indonesia

Michael Ferrari, ahli meteorologi dan kepala penelitian di perusahaan riset investasi Moby, mengatakan kondisi untuk biji-bijian dan benih, terutama kedelai, terlihat menguntungkan di 18 negara bagian penghasil utama, tetapi lebih beragam jika menyangkut produk susu dan ternak sapi.

Namun para ahli memperingatkan  kondisi tersebut dapat menyebabkan guncangan pada pasokan pangan global, dengan tanaman seperti jagung dan beras sangat rentan terhadap El Niño dan kekeringan yang mengurangi produksi pangan di Afrika Selatan, India, Indonesia, Vietnam, dan Brasil.

Menurut Gottschalck, wilayah Rockies utara dan barat daya di mana terjadi kekeringan salju yang sangat parah bisa mendapatkan hujan lebat di musim panas.

Dampak terbesar di AS seringkali terjadi di musim dingin, ketika wilayah selatan bisa lebih basah dan wilayah barat laut Pasifik lebih hangat dan kering.

“Namun secara keseluruhan, peningkatan suhu akibat pola cuaca ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Amerika,” kata Marshall Burke, seorang ekonom iklim dari Stanford.

Beberapa ilmuwan iklim memperkirakan bahwa tahun 2027 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat karena efek tertunda dari El Niño ini, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada musim gugur atau musim dingin.

“Kami memiliki bukti yang cukup jelas bahwa ekonomi AS tumbuh lebih lambat ketika suhu di atas normal,” kata Burke. Ekstremitas cuaca yang disebabkan oleh El Niño juga bergantung pada kapan fenomena tersebut berkembang.

Baca Juga:  Kemenhub Bakal Panggil Operator Truk Minuman Galon

Menurut para ilmuwan, biasanya El Niño terbentuk di musim panas, mencapai puncaknya di akhir musim gugur atau awal musim dingin, dan mereda di musim semi berikutnya.

Namun, tim Ehsan memperkirakan El Niño ini akan mencapai puncaknya satu atau dua bulan lebih awal berdasarkan tanda-tanda awal yang kuat dari beberapa minggu terakhir.

Ilmuwan iklim Universitas Princeton, Gabriel Vecchi, mengatakan bahwa El Niño seperti ini diperkirakan bisa berlangsung lebih lama.

Indikasi awal terlihat jelas ketika para peramal cuaca memprediksi El Niño yang sangat kuat, kata Vecchi, dan prakiraan El Niño seringkali bervariasi pada waktu ini setiap tahunnya.

Para ilmuwan memperkirakan El Niño akan semakin kuat seiring pemanasan global akibat pembakaran batu bara, minyak, dan gas, dan yang lainnya. Namun, ia mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah El Niño kali ini merupakan bagian dari hal tersebut.

“Daripada takut, kita bisa meminta orang-orang untuk bersiap-siap,” kata Ehsan dari Columbia. Met Office, badan prakiraan cuaca nasional Inggris, mengatakan  di Inggris El Nino dapat meningkatkan kondisi cuaca yang lebih tidak menentu, termasuk peluang cuaca yang lebih hangat, lebih basah, dan lebih berangin selama musim gugur dan awal musim dingin. (ndi/The guardian)

SHARE
Tag :El NinoKekeringanKemarau Panjang
Ad imageAd image

Berita Aktual

Donut/ Foto: freepik
Donut Dikenalkan Kali Pertama Belum Ada Lubang di Tengahnya
Senin, 14 September 2026
Pusat gempa di Malang/ Foto: BMKG
Selatan Malang Diguncang Gempa 5,0 Magnitudo di Kedalaman 39 Km
Senin, 14 September 2026
VVS/ Foto: Soompi
Boy Grup VVS Diumumkan Bubar
Senin, 14 September 2026
emas antam / Foto: Ist
Harga Emas Antam Turun Rp2.000,- Menjadi Rp2.602 Juta Per Gram
Senin, 14 September 2026
Erupsi Gunung Semeru/ Foto: ANTARA
Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Tinggi Letusa 1.000 Meter
Senin, 14 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Aljazair Akan Menutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat Terdaftar Uni Emirat Arab

Pasukan Houthi Menguasai Pulau Mayyun dan Pelabuhan Mocha Laut Merah

Bromo Kembali Terbakar BPBD Jatim Kerahkan Helikopter untuk Water Bombing

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

Presiden Iran Tidak Menyerah Atas Tekanan Ekonomi dari Amerika Serikat

More News

Petugas Tim SAR Bali melakukan pencarian korban / Foto : capture ANTARA

Pemkab Banyuwangi Siapkan Logistik dan RSUD Blambangan untuk Penanganan Kapal Tenggelam

Jumat, 4 Juli 2025
Puncak Gunung Rinjani / Foto : Ist

BMKG Ungkap Cuaca Cepat Berubah Saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana di Gunung Rinjani

Kamis, 26 Juni 2025
Tim SAR sedang mencari korban di bekas longsor di Nepal/ Foto: Vietnam

Biaya Pembangunan Pasca Banjir Mencapai Miliaran Dollar di Nepal

Minggu, 30 Agustus 2026
Presiden Prabowo meresmikan Museum Marsinah di Kab Nganjuk/ Foto: youtube

Presiden Prabowo Meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk

Sabtu, 16 Mei 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id