• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kelahiran Bayi Rendah Karena Penurunan Jumlah Pernikahan di Jepang
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Kelahiran Bayi Rendah Karena Penurunan Jumlah Pernikahan di Jepang

Redaktur III Sabtu, 13 Juni 2026
Share
2 Min Read
Bayi dengan bando bendera Jepang/ Foto: Anadolu
Bayi dengan bando bendera Jepang/ Foto: Anadolu

Aktual.co.id – Angka kelahiran tahunan dan tingkat kesuburan Jepang turun ke level terendah sepanjang sejarah, yang menggarisbawahi krisis demografis yang semakin dalam di negara itu karena sedikit orang menikah dan berkeluarga, demikia disampaikan laporan media.

Data pemerintah yang dirilis minggu ini menunjukkan hanya sedikit lebih dari 671.000 bayi yang lahir pada tahun 2025, hampir 15.000 lebih sedikit daripada tahun sebelumnya sejak pencatatan dimulai pada tahun 1899, demikian dilaporkan NHK pada Jumat malam.

Tingkat kesuburan rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dimiliki seorang wanita selama hidupnya juga menurun ke rekor terendah yaitu 1,14.

Baca Juga:  Jepang Dilanda Gempa Bumi 6,2 M Tanpa Peringatan Tsunami

Angka-angka tersebut menandai tahun kesepuluh berturut-turut penurunan angka kelahiran dan telah membuat para ahli khawatir. “Penurunan tersebut terjadi jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya,” ungkap para ahli.

Para peneliti pemerintah memperkirakan tingkat kesuburan tidak akan mencapai level serendah ini hingga tahun 2040-an.

Faktor kunci di balik tren ini adalah penurunan dalam jumlah pernikahan. Jepang mencatat hampir 800.000 pernikahan setiap tahunnya pada awal abad ini, tetapi angka tersebut turun menjadi sekitar 500.000.

Sebagian besar anak di Jepang lahir dari pasangan yang sudah menikah, berkurangnya jumlah pernikahan telah berkontribusi penurunan angka kelahiran.

Baca Juga:  Film Demon Slayer Cetak Rekor Pendapatan Terbesar di Amerika Serikat

Namun terlepas dari faktor-faktor tersebut, survei menunjukkan bahwa sekitar 80% warga Jepang yang masih lajang tetap berharap untuk menikah.

Para ahli mengatakan perubahan pola sosial telah mempersulit orang bertemu dengan calon pasangan. Kini semakin sedikit pasangan yang bertemu melalui jalur tradisional seperti tempat kerja, sekolah, atau teman, sebagian karena pekerjaan jarak jauh dan kekhawatiran besar tentang privasi dan pelecehan di tempat kerja.

Akibatnya, agen perjodohan kembali populer, terutama di kalangan anak muda yang mencari cara yang lebih terstruktur dan efisien menemukan pasangan jangka panjang.

Populasi Jepang yang menua dan menyusut tetap menjadi salah satu tantangan ekonomi dan sosial yang paling mendesak di negara tersebut. (ndi/Anadolu)

SHARE
Tag :JepangKelahiranPernikahan
Ad imageAd image

Berita Aktual

BTS / Foto: Allkpop
BTS Boikot Kepesertaan Grammy Awards Karena Pemisahan Musik Barat dan Asia
Kamis, 30 Juli 2026
Ilustrasi hujan meteor/ Foto: time and date
Bulan Agusutus 2026 Akan Disuguhkan Hujan Meteor dan Gerhana Matahari Secara Bersamaan
Kamis, 30 Juli 2026
Deddy Sitorus/ Foto: DPR RI
KWP Menyesalkan Ucapan Deddy Sitorus yang Dianggap Melecehkan Wartawan
Kamis, 30 Juli 2026
Mendagri Tito Karnavian / Foto : Ist
Mendagri Tito Akan Merevisi Gaji Kepala Daerah
Kamis, 30 Juli 2026
Kekeringan/ Foto: freepik
BMKG Memprediksi Fenomena El Nino Bertahan Hingga Kuartal Pertama Tahun 2027
Kamis, 30 Juli 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Harga Emas Turun Rp9.000 Menjadi Rp2.613 Juta Per Gram

Donald Trump Ancam Iran Jika Perbincangan Tidak Mencapai Kesepakatan

Presiden Prabowo Terbitkan Perpres Tujuh Kejaksaan Negeri Baru

Layanan Dompet GoPay dan GoFood Mengalami Gangguan Sistem

Gempa Bumi Magnitudo 7,1 Berpotensi Tsunami Terjadi di Jepang

More News

Menteri Sosial Saifullah Yusuf / Foto; Kemensos

Menteri Sosial Gus Ipul Mengajak Masyarakat Hening Cipta Tanggal 10 November 2025

Minggu, 9 November 2025
Mendagri Tito Karnavian / Foto : Ist

Mendagri Minta Pemda Gelar Rapat di Hotel yang Mengalami Kesulitan

Kamis, 19 Juni 2025
Rapat koordinasi harga gabah

Prabowo : Gabah Kering Rp 6,500/kg. Netizen : Pupuknya yang Mahal

Kamis, 6 Februari 2025
Luapan banjir yang menggenangi perumahan warga di Pasuruan/ Foto: capture ANTARA

Banjir Masih Menggenangi Kawasan Gempol Pasuruan

Jumat, 5 Desember 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id