Aktual.co.id – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inovasi Pesantren 2026, disambut dengan hangat di Kabupaten Probolinggo. Bahkan, Bupati Probolinggo Mohammad Haris beserta jajarannya hadir langsung membuka KKN tersebut.
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Al Wafa’ Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin Cabang Kabupaten Probolinggo tersebut digelar di Gedung PCNU Kraksaan, Rabu (22/7/2026). Hadir pula dalam acara tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakim Noer, Wakil Ketua Majelis Al Wafa’ Muwasholah Jawa Timur Habib Hasan Al-Muhdor, Ketua Majelis Al Wafa’ Muwasholah Kabupaten Probolinggo KH Syakur Dewa, sejumlah kiai dan ulama yang ada di Probolinggo, jajaran pimpinan UPN Veteran Jawa Timur, dosen pembimbing lapangan, serta sejumlah sivitas akademika yang ada di wilayah Probolinggo.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Jawa Timur, Dr. Ir. Mohammad Idhom, S.P., S.Kom., M.T., mengatakan KKN Pesantren merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren. Tahun ini, KKN Pesantren tersebar di 15 pondok pesantren yang sudah dipilih oleh pihak Muwasholah.
“Setiap pondok biasanya hanya ada 1 kelompok, tapi ada pula yang terdiri dari 2 kelompok Putra dan Putri. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 mahasiswa yang prodinya bermacam-macam, sehingga disiplin keilmuannya dan skillnya juga beragam. Ini penting untuk kesuksesan program mereka,” kata Idhom dalam sambutannya.
Khusus di Kabupaten Probolinggo, terdapat lima pondok yang menjadi tempat KKN Pesantren 2026, yaitu Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton, Pondok Pesantren Ahbaabul Musthofa Krejengan, Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa Krejengan, Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Mashudiyyah Krejengan, dan Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Paiton. “KKN Pesantren diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan pesantren. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga belajar dari kehidupan pesantren serta bersama-sama menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi santri dan masyarakat,” ujar Idhom.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti setelah program KKN berakhir, tetapi terus dikembangkan melalui kegiatan penelitian, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan inovasi sesuai dengan kebutuhan pesantren.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris meminta mahasiswa memanfaatkan masa KKN untuk belajar sekaligus mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. Pengabdian yang dilandasi keikhlasan, kata dia, akan menghasilkan manfaat yang lebih besar. “Manfaatkan masa KKN untuk belajar sekaligus mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat,” lanjutnya.
Haris juga menilai program KKN Pesantren menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan pesantren secara lebih dekat. Selama ini, menurut dia, masih terdapat persepsi kurang tepat terhadap pesantren akibat informasi yang beredar di media sosial.
“Ini menjadi momentum bagi kalian untuk mengenal pesantren lebih jauh. Mungkin selama ini ada pola pikir yang kurang tepat karena pengaruh media sosial. Nantinya, kalian akan melihat secara langsung bagaimana kehidupan pesantren yang sebenarnya,” jelasnya.
Haris menerangkan pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian santri sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam mencetak generasi yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Di pesantren, anak-anak diajarkan menjadi pribadi yang tangguh. Sejak usia SMP, mereka sudah tinggal di pesantren, belajar hidup mandiri, membentuk karakter, dan memperkuat akhlak. Di situlah salah satu kelebihan pesantren,” terangnya.
Haris berharap mahasiswa mampu menjadi penghubung antara dunia akademik dan pesantren melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta inovasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. “Semoga kehadiran kalian membawa berkah. Setidaknya, kalian memperoleh pembelajaran yang baik mengenai kehidupan pesantren, sekaligus mengamalkan ilmu yang dimiliki kepada para santri,” tuturnya.
Wakil Ketua Majelis Al Wafa’ Muwasholah Jawa Timur Habib Hasan Al-Muhdor berharap kerja sama antara UPN Veteran Jawa Timur dan Majelis Al Wafa’ Muwasholah dapat terus berlanjut. Bahkan, ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar sekaligus menjalani kehidupan sebagai mahasantri. “Semoga tahun depan semakin banyak mahasiswa yang ikut dalam program KKN Pesantren ini. Semoga kampus lain juga mengikuti program yang sangat luar biasa ini,” tegasnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakim Noer juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Gedung PCNU Kraksaan sebagai lokasi penerimaan mahasiswa KKN. “Selamat datang kepada seluruh peserta. Semoga program pengabdian ini dapat memberikan manfaat bagi pesantren maupun masyarakat,” pungkasnya.
