Aktual.co.id – Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 6% menjadi $105,55 (Rp1,9 juta) barel, level terendah dalam lebih dari dua minggu.
Harga minyak turun setelah Teheran mengungkapkan kontak antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang delapan bulan mereka terus berlanjut.
“Konsultasi melalui mediator sangat intensif. Kami telah menyampaikan syarat dan usulan kami, dan semuanya bergantung pada rasionalitas politik Washington,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menurut media pemerintah IRNA.
Selama akhir pekan, para pejabat Qatar mencoba menegosiasikan pelepasan lebih dari $6 miliar (Rp108 triliun) aset Iran agar Teheran mengizinkan Selat Hormuz dibuka kembali.
Pada hari Senin, Wakil Presiden AS JD Vance melaporkan terjadi sejumlah percakapan yang baik dengan pihak Iran”dan optimis prospek penyelesaian melalui negosiasi.
Vance mengirim surat kepada kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, pekan lalu, tetapi Gedung Putih hanya memberikan sedikit detail tentang isi surat tersebut.
Sebelumnya, Donald Trump mengambil nada agresif dengan mengatakan kepada para pemilih di Iowa pada hari Minggu bahwa Iran akan menerima hukuman berat kecuali ada kemajuan.
“Satu-satunya mengapa saya belum selesai dengan Iran karena ingin bersikap baik. Saya ingin mencoba menyelamatkan semua nyawa jika saya bisa. Tetapi pada titik tertentu harus memberi mereka pukulan telak,” katanya saat rapat umum kampanye menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Namun, para investor merasa gembira dengan laporan pada hari Senin pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan kekuasaan kepada pemerintahannya dalam pembicaraan dengan AS yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.
Chris Beauchamp, kepala analis pasar di platform investasi dan perdagangan IG, mengatakan berita ini bagaikan anugerah bagi pasar saham, yang tertekan oleh kenaikan harga minyak.
“Tetapi tentu saja masih ada risiko bahwa Trump akan mencoba sekali lagi untuk mengambil langkah berani setelah pemilihan paruh waktu,” katanya dikutip oleh The Guardian.
Penurunan harga minyak memicu harapan meredanya tekanan inflasi yang mencengkeram ekonomi global. Biaya pinjaman pemerintah turun, dengan imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun turun 10 basis poin, atau 0,1 poin persentase, ke level terendah sejak 22 September.
Saham perusahaan induk British Airways, IAG, naik 4,2% di London, sementara saham United Airlines melonjak 7% di New York. (The Guardian/ndi)
