• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Perilaku Pria yang Menderita tapi Bertingkah Seolah Baik-Baik Saja
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Perilaku Pria yang Menderita tapi Bertingkah Seolah Baik-Baik Saja

Redaktur III Jumat, 28 Februari 2025
Share
2 Min Read
Pria sering menyembunyikan luka
Pria sering menyembunyikan luka

Aktual.co.id – Psikologi Tara Withmore menjelaskan bahwa banyak pria menderita dalam diam, menghindari kerentanan karena harus kuat, mandiri, dan tahan banting. Mereka malah mengubur emosi dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja.

Mengalihkan Perhatian Ketika Ditanya Kabar

Pria yang menderita dalam diam sering kali menghindari keterbukaan. Mereka bukan tidak menginginkan dukungan, melainkan sedang berjuang menghadapi rasa tidak nyaman bahkan mental yang lemah

Menggunakan Humor untuk Menyembunyikan Rasa Sakit

Bagi pria yang menyimpan luka kecewa menjadikan humor sebagai perisai. Daripada membicarakan yang mengganggu merekal,  lebih baik melontarkan lelucon dengan tema mengolok-olok diri sendiri. Lebih mudah untuk menertawakan daripada mengakui sedang berjuang.

Baca Juga:  Studi : Kesehatan Mulut Memiliki Hubungan Terhadap Risiko Depresi

Menarik Diri dengan Mengatakan Sedang Sibuk

Saat pria mengalami kesulitan mereka sering kali menjauh dari teman dan keluarga. Namun mereka mengatakan sedang sibuk agar bisa mendapatkan ruang untuk menarik diri.

Mereka Fokus Pada Pekerjaan untuk Menghindari Perasaan Luka

Ketika sedang terluka kecewa, beberapa pria menyibukkan diri dengan pekerjaan, kebugaran, atau hobi untuk melarikan diri.  Di permukaan, sepertinya mereka produktif pada kenyataannya untuk menghindari duduk dengan pikiran mereka sendiri.

Mendukung Orang Lain Tetapi Tidak Pernah Meminta Bantuan

Mereka akan selalu ada saat seseorang membutuhkan nasihat, menawarkan bahu untuk bersandar, dan memberikan nasihat yang baik. Itu adalah rasa sakit tersembunyi dengan sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Baca Juga:  Kebiasaan Malam untuk Kesehatan Mental Menyambut Besuk Hari

Memendam Emosi Hingga Meledak

Ketidaknyamanan kecil berubah menjadi frustrasi yang luar biasa. Perbedaan pendapat yang sederhana menjadi perdebatan yang besar. Tiba-tiba, semua emosi yang diabaikan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan muncul seketika.

Meremehkan Perjuangan Mereka.

Kebiasaan meremehkan perjuangan sering kali muncul dari keyakinan bahwa masalah mereka tidak cukup serius untuk dibicarakan. Mereka merasa mampu menangani segala sesuatunya sendiri. Tapi ketahuilah rasa sakit bukanlah sebuah kompetisi.

Selalu Tersenyu Menutupi Luka

Senyuman dipaksakan bisa menjadi penyamaran yang sempurna. Hal ini membuat orang tidak bertanya karena dianggap baik baik saja, tidak menyadari kelelahan di balik matany akibat beban yang dibawa. (ndi)

Baca Juga:  Perilaku Orang Bernilai Tinggi dengan Menghindari Drama Seperti Ini

 

SHARE
Ad imageAd image

Berita Aktual

Narsisistik kagum terhadap dirinya sendiri / Foto : freepik
Penelitian Tentang Narsisistik Bisa Muncul Akibat Genetika Keturunan
Jumat, 1 Mei 2026
Logo OPEC/ Foto: ANTARA
Uni Emirat Arab Akan Keluar dari OPEC Per 1 Mei 2026
Kamis, 30 April 2026
Makkah / Foto : net
Polisi Bongkar Kegiatan Haji Ilegal Menggunakan Visa Tenaga Kerja
Kamis, 30 April 2026
Logo Meta AI / Foto: Engagatged
Meta Sedang Mengerjakan Agen AI untuk Pribadi dan Bisnis.
Kamis, 30 April 2026
Formasi lengkap BTS/ Foto: allkpop
Penjualan Tiket Konser BTS Ludes Terjual yang Rencana Tampil di Busan
Kamis, 30 April 2026

Mental Health

Narsisistik kagum terhadap dirinya sendiri / Foto : freepik

Penelitian Tentang Narsisistik Bisa Muncul Akibat Genetika Keturunan

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati

Google Peroleh 25 Juta Pelanggan Baru di Kuartal Pertama.

Google Translate Ulang Tahun ke-20 Dirayakan Penggunaan AI untuk Pengucapan

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

More News

Ilustrasi introvert ketika di tengah keramaian / Foto : Freepik

Perilaku Introvert Ketika di Tempat Umum Berdasarkan Analisa Psikologi

Jumat, 12 Desember 2025
Butuh ketegasan berbicara dengan sosok manipulatif/ foto : freepik

Kalimat yang Bisa Menghentikan Sikap Orang Manipulatif

Senin, 10 Maret 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Ilustrasi

Pakai Cara Ini agar Mental Selamat

Kamis, 30 Januari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id