Aktual.co.id – Orang yang tetap tenang ketika menghadapi konflik diyakini memahami kepribadian seseorang. Berikut ciri orang yang tenang ketika berkonflik denga orang lain berdasarkan penelitian psikolog Isabella Chase yang dimuat di geedeting.
Memahami Penularan Emosi
Pernahkah memperhatikan bagaimana berada di sekitar orang yang stres dapat membuat ikut stres? Konsep ini dikenal ‘penularan emosi’.
Orang-orang yang tenang selama konflik menyadari fenomena ini. Dengan tetap tenang akan mempengaruhi orang lain ikut tenang. Tetap tenang berarti mengendalikan emosi dan merespons daripada bereaksi selama konflik.
Memahami Sudut Pandang Orang Lain
Memahami bahwa setiap orang punya sudut pandang sendiri dapat membantu merespons dengan tenang. Hal ini mengingatkan bahwa perbedaan pendapat tidak selalu berupa serangan pribadi, tetapi berupa sudut pandang yang berbeda.
Lebih Banyak Mendengar
Sebuah studi oleh Harvard Business Review menemukan bahwa pendengar yang baik tidak hanya menerima informasi secara pasif namun mereka mendengarkan secara suportif. Mereka merenungkan, mengajukan pertanyaan, dan mendorong terciptanya ruang aman untuk dialog
Orang yang tenang selama konflik tahu hal yang paling ampuh adalah tidak mengatakan apa pun dan membiarkan keheningan yang penuh perhatian berbicara.
Berprinsip Konflik Bukan Hal yang Buruk
Orang yang tenang saat berselisih memahami bahwa konflik tidaklah buruk. Bahkan, konflik dapat menjadi katalisator pertumbuhan dan perubahan.
Kuncinya terletak pada cara menangani konflik, yakni menghadapinya dengan rasa hormat, keterbukaan, dan kemauan menemukan titik temu yang dapat mengubah potensi krisis menjadi momen pertumbuhan.
Setiap Orang Berjuang dengan Keadaaan.
Ada pepatah terkenal yang berbunyi, “Bersikaplah baik, karena setiap orang sedang berjuang dalam persoalan yang tidak diketahui.”
Orang yang tenang selama konflik mendekati orang lain dengan empati dan kebaikan. Mereka menyadari bahwa reaksi emosional lawan bicara bisa karena didorong fakto situasi sulit
Meminta Maaf Tidak Berarti Salah
Orang-orang yang tetap tenang selama konflik menggunakan kalimat maaf untuk menenangkan keadaan. Mereka tahu bahwa permintaan maaf dapat menjadi alat ampuh menyelesaikan konflik. Cara ini untuk menjaga hubungan baik dan menumbuhkan pemahaman.
Kesabaran adalah Kebajikan
Saat konflik sedang berlangsung, emosi dapat meledak dan kata-kata diucapkan dengan tergesa-gesa. Bagi yang berhasil tetap tenang akan memahami pentingnya kesabaran.
Kesabaran adalah mundur sejenak, bernapas, dan menilai situasi secara objektif. Kesabaran memberi ruang berpikir sebelum berbicara. Kesabaran bukan berarti pasif atau tunduk melainkan mengendalikan reaksi yang tergesa-gesa.
Rasa Hormat
Betapa pun panasnya perselisihan, menghargai perasaan, pikiran, dan pendapat adalah yang terpenting. Ini tidak berarti harus setuju, melainkan mengakui hak orang lain untuk memiliki sudut pandang yang berbeda.
Orang yang menjaga rasa hormat, sama halnya menciptakan ruang aman untuk terbuka dan jujur guna mendapatkan penyelesaian lebih baik. (ndi)
