• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Hal yang Dibenci Orang Ber-IQ Tinggi Namun Dianggap Menyenangkan oleh Orang Lain
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Hal yang Dibenci Orang Ber-IQ Tinggi Namun Dianggap Menyenangkan oleh Orang Lain

Redaktur III Sabtu, 17 Mei 2025
Share
5 Min Read
Orang yang memiliki IQ tinggi cenderung memiih percakapan produktif / Foto : Freepik
Orang yang memiliki IQ tinggi cenderung memiih percakapan produktif / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Dalam beberapa hal, kecerdasan bersifat subjektif, ditandai perilaku kecerdasan dalam menilai seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa IQ lebih tinggi sering kali mengejar bentuk kecerdasan yang lebih konkret dan mendedikasikan waktu untuk hobi kreatif dan usaha artistik.

Seseorang dengan IQ tinggi sering kali tidak menyukai aktivitas yang dinikmati orang lain, seperti menggulir layar, berjejaring sosial, atau menonton TV, karena hal-hal tersebut dinilai kurang produktif.

Terobsesi dengan Selebriti

Banyak orang menganggap terobsesi dengan selebritas, mengikuti tren selebriti, dan menjalin hubungan dengan orang terkenal itu menyenangkan.

Namun tidak demikian dengan orang yang memiliki IQ yang tinggi. Mereka lebih tertarik dengan hal yang produktif bahkan jika perlu menjadi tren tersendiri. Menggulir media sosial secara berlebihan dianggap sesuatu yang menguras waktu dan tenaga.

Permainan Mengandalkan Keberuntungan

Orang-orang dengan IQ tinggi membenci permainan yang mengandalkan keberuntungan. Menurut studi tahun 2019 , orang-orang cerdas lebih menyukai permainan berbasis strategi daripada keberuntungan.

Karena permainan strategi mendorong keterhubungan, keterampilan berpikir kritis, dan strategi pemecahan masalah. Orang-orang ber IQ tinggi tertarik berinvestasi dalam hiburan yang mempromosikan pengalaman yang menambah nilai dalam hidupnya.

Meremehkan Tentang Kecemasan

Baca Juga:  Ciri Perilaku Orang Menutupi dengan Tertawa Padahal Penyuka Kesendirian

Orang yang ber IQ tinggi perilaku meremehkan kecemasan dan depresi dianggap melecehkan sikap tersebut. Menurut  penelitian dari jurnal Frontiers in Evolutionary Neuroscience, ada bukti hubungan antara kecerdasan dengan kecemasan yang tinggi.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Intelligence menunjukkan orang ber IQ tinggi mengalami masalah kesehatan mental dalam bentuk kecemasan daripada orang pada umumnya. Jadi bagi yang meremehkan kecemasan dianggap tidak memiliki kecerdasan yang baik.

Pesta yang Ramai dengan Kerumunan Orang

Apa yang menyenangkan bagi kaum ekstrovert, klub, bar, pertemuan yang kacau sehingga membebani dan menguras tenaga bagi orang-orang ber IQ tinggi. Mengingat orang cerdas cenderung mendambakan dan mencari hubungan yang intim, mendalam, dan bermakna.

Pakar introvert Jenn Granneman  berpendapat bahwa semakin tinggi IQ, semakin sensitif secara emosional internal sosial dalam situasi percakapan yang riuh. Orang-orang dengan IQ tinggi lebih suka berkumpul bersama teman-teman, melakukan percakapan, dan berinvestasi dalam kesendirian.

Mengejar Tren Agar Bisa Diterima

Konsumerisme yang tidak masuk akal adalah salah satu hal yang dibenci orang ber IQ tinggi. Orang ber IQ tinggi sangat memahami tentang literasi keuangan, memahami dorongan belanja emosional, menabung, dan menekan konsumerisme yang terjadi pada masyarakat.

Baca Juga:  Sikap yang Bisa Mengobati Rasa Sakit Setelah Dikhianati Orang Terdekat

Dirinya tidak peduli dengan apa yang sedang “tren”. Sebaliknya, orang ini memiliki kebiasaan, hobi, dan koneksi lain yang memuaskan dan memastikan kesehatan finansialnya.

Lelucon yang Murahan

Humor yang tidak bermutu, terutama menyinggung seseorang cenderung dihindari oleh orang ber IQ tinggi. Orang dengan IQ tinggi lebih menyukai kepintaran dan kecerdasan daripada lelucon yang murahan.

Orang ini tidak menghindari lelucon yang bermasalah atau menyakitkan. Dalam hubungan orang ber IQ tinggi memilih orang yang memiliki empati sehingga berhati – hati dalam meluncurkan kalimat lelucon.

Sikap Positif yang Berlebihan Namun Palsu

Sikap positif yang toksik akan mengganggu orang-orang ber IQ tinggi. Menurut  pelatih karier Marty Nemko , orang-orang ber IQ tinggi cenderung lebih pesimis dalam kehidupan sehari-hari karena menyadari kompleksitas pengalaman dan percakapannya.

Ketika seseorang bersikap optimis atau terlalu positif, tampak palsu dan bodoh dalam situasi sosial, hal itu dapat terasa menyinggung dan menyesatkan bagi orang yang cerdas. Orang ini mendambakan interaksi yang mendalam daripada berinteraksi dengan orang palsu.

Acara yang Tidak Ada Gunanya atau Doomscrolling

Baca Juga:  Cara Elegan Bikin Orang yang Menyakiti Tersungkur

Orang dengan IQ tinggi tidak menyukai hiburan yang tidak ada gunanya. Orang ini lebih suka menghabiskan waktu melakukan hobi, percakapan, dan kebiasaan yang menambah nilai hidup.

Menurut sebuah studi dari British Journal of Psychology , preferensi ini merupakan bagian dari alasan mengapa orang ber IQ tinggi menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.

Orang ber IQ tinggi berinvestasi dalam kesendirian dengan kebiasaan sehat, hobi, dan minat yang memberikan nilai tambah.

Menyebarkan Gosip atau Drama

Orang-orang yang cerdas lebih suka fokus pada diri sendiri, kerentanan, dan hubungan yang mendalam daripada mengolok-olok atau menyebarkan rumor orang lain.

Orang ini lebih memilih membangun hubungan yang berkualitas daripada mendapatkan banyak teman.  Orang ini tidak mencari kesempatan untuk mendapatkan validasi eksternal dengan menjatuhkan orang lain.

Obrolan Ringan atau Basa-basi

Orang cerdas lebih menyukai percakapan dan koneksi mendalam dan bermakna daripada yang dangkal.Orang ber IQ tinggi  tidak suka mengobrol atau mengisi keheningan yang canggung secara membabi buta.

Menurut studi British Journal of Psychology , orang ber IQ tinggi cenderung berkembang dengan lebih sedikit hubungan dan koneksi sosial karena menyukai kualitas daripada kuantitas. (ndi)

SHARE
Tag :Ekstrovertintrovertkesehatan jiwaMental healthpsikologi

Berita Aktual

LSP alias Jenderal Listyo Sigit Prabowo/ Foto: Ist
Tersangka LSP Dikenakan Pasal Berlapis Terkait Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (tengah) menyampaikan keterangan pers di Jakarta/ Foto: capture ANTARA
Yusril Mengajak Masyarakat Percaya Kepada Polri dalam Kasus Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo / Foto: capture ANTARA
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tersangka Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden
Selasa, 3 November 2026
Kantor Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia/ Foto: Tribun
Polri Memutasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah di Mabes Maupun Kewilayahan
Selasa, 3 November 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?
Selasa, 3 November 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pesawat Jet Pribadi Jatuh Menyebabkan Semua Penumpang Meninggal Dunia di Florida

Seorang Mantan Juru Bicara Israel Mengaku Memanipuasi Data Operasi di Gaza

Mabes Polri Buka Suara Terkait Penggeledahan di Ponpes Hamalatul Quran

Getaran Banjir Lahar Berlangsung 6 Jam Usai Hujan di Gunung Semeru

Harga Minyak Mentah Turun 6% Usai Iran dan AS Berniat Mengakhiri Konflik

More News

Kepribadian Wanita yang Tidak Pernah Terlupakan Menurut Psikolog

Jumat, 6 Juni 2025
Seseorang yang didik dalamlingkungan kehati-hatian akan memunculkan kerentanan terhadap konflik / Foto : Freepik

Orang yang Tumbuh Dalam Kehati-hatian Memiliki Kerapuhan Terhadap Konflik

Rabu, 16 April 2025
Ilustrasi seseorang yang membicarakan diri sendiri / foto: freepik

Kebiasaan Orang yang Akan Dijauhi oleh Masyarakat Sosial

Rabu, 17 September 2025
Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Sabtu, 4 Juli 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id