Aktual.co.id – Dalam beberapa hal, kecerdasan bersifat subjektif, ditandai perilaku kecerdasan dalam menilai seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa IQ lebih tinggi sering kali mengejar bentuk kecerdasan yang lebih konkret dan mendedikasikan waktu untuk hobi kreatif dan usaha artistik.
Seseorang dengan IQ tinggi sering kali tidak menyukai aktivitas yang dinikmati orang lain, seperti menggulir layar, berjejaring sosial, atau menonton TV, karena hal-hal tersebut dinilai kurang produktif.
Terobsesi dengan Selebriti
Banyak orang menganggap terobsesi dengan selebritas, mengikuti tren selebriti, dan menjalin hubungan dengan orang terkenal itu menyenangkan.
Namun tidak demikian dengan orang yang memiliki IQ yang tinggi. Mereka lebih tertarik dengan hal yang produktif bahkan jika perlu menjadi tren tersendiri. Menggulir media sosial secara berlebihan dianggap sesuatu yang menguras waktu dan tenaga.
Permainan Mengandalkan Keberuntungan
Orang-orang dengan IQ tinggi membenci permainan yang mengandalkan keberuntungan. Menurut studi tahun 2019 , orang-orang cerdas lebih menyukai permainan berbasis strategi daripada keberuntungan.
Karena permainan strategi mendorong keterhubungan, keterampilan berpikir kritis, dan strategi pemecahan masalah. Orang-orang ber IQ tinggi tertarik berinvestasi dalam hiburan yang mempromosikan pengalaman yang menambah nilai dalam hidupnya.
Meremehkan Tentang Kecemasan
Orang yang ber IQ tinggi perilaku meremehkan kecemasan dan depresi dianggap melecehkan sikap tersebut. Menurut penelitian dari jurnal Frontiers in Evolutionary Neuroscience, ada bukti hubungan antara kecerdasan dengan kecemasan yang tinggi.
Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Intelligence menunjukkan orang ber IQ tinggi mengalami masalah kesehatan mental dalam bentuk kecemasan daripada orang pada umumnya. Jadi bagi yang meremehkan kecemasan dianggap tidak memiliki kecerdasan yang baik.
Pesta yang Ramai dengan Kerumunan Orang
Apa yang menyenangkan bagi kaum ekstrovert, klub, bar, pertemuan yang kacau sehingga membebani dan menguras tenaga bagi orang-orang ber IQ tinggi. Mengingat orang cerdas cenderung mendambakan dan mencari hubungan yang intim, mendalam, dan bermakna.
Pakar introvert Jenn Granneman berpendapat bahwa semakin tinggi IQ, semakin sensitif secara emosional internal sosial dalam situasi percakapan yang riuh. Orang-orang dengan IQ tinggi lebih suka berkumpul bersama teman-teman, melakukan percakapan, dan berinvestasi dalam kesendirian.
Mengejar Tren Agar Bisa Diterima
Konsumerisme yang tidak masuk akal adalah salah satu hal yang dibenci orang ber IQ tinggi. Orang ber IQ tinggi sangat memahami tentang literasi keuangan, memahami dorongan belanja emosional, menabung, dan menekan konsumerisme yang terjadi pada masyarakat.
Dirinya tidak peduli dengan apa yang sedang “tren”. Sebaliknya, orang ini memiliki kebiasaan, hobi, dan koneksi lain yang memuaskan dan memastikan kesehatan finansialnya.
Lelucon yang Murahan
Humor yang tidak bermutu, terutama menyinggung seseorang cenderung dihindari oleh orang ber IQ tinggi. Orang dengan IQ tinggi lebih menyukai kepintaran dan kecerdasan daripada lelucon yang murahan.
Orang ini tidak menghindari lelucon yang bermasalah atau menyakitkan. Dalam hubungan orang ber IQ tinggi memilih orang yang memiliki empati sehingga berhati – hati dalam meluncurkan kalimat lelucon.
Sikap Positif yang Berlebihan Namun Palsu
Sikap positif yang toksik akan mengganggu orang-orang ber IQ tinggi. Menurut pelatih karier Marty Nemko , orang-orang ber IQ tinggi cenderung lebih pesimis dalam kehidupan sehari-hari karena menyadari kompleksitas pengalaman dan percakapannya.
Ketika seseorang bersikap optimis atau terlalu positif, tampak palsu dan bodoh dalam situasi sosial, hal itu dapat terasa menyinggung dan menyesatkan bagi orang yang cerdas. Orang ini mendambakan interaksi yang mendalam daripada berinteraksi dengan orang palsu.
Acara yang Tidak Ada Gunanya atau Doomscrolling
Orang dengan IQ tinggi tidak menyukai hiburan yang tidak ada gunanya. Orang ini lebih suka menghabiskan waktu melakukan hobi, percakapan, dan kebiasaan yang menambah nilai hidup.
Menurut sebuah studi dari British Journal of Psychology , preferensi ini merupakan bagian dari alasan mengapa orang ber IQ tinggi menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.
Orang ber IQ tinggi berinvestasi dalam kesendirian dengan kebiasaan sehat, hobi, dan minat yang memberikan nilai tambah.
Menyebarkan Gosip atau Drama
Orang-orang yang cerdas lebih suka fokus pada diri sendiri, kerentanan, dan hubungan yang mendalam daripada mengolok-olok atau menyebarkan rumor orang lain.
Orang ini lebih memilih membangun hubungan yang berkualitas daripada mendapatkan banyak teman. Orang ini tidak mencari kesempatan untuk mendapatkan validasi eksternal dengan menjatuhkan orang lain.
Obrolan Ringan atau Basa-basi
Orang cerdas lebih menyukai percakapan dan koneksi mendalam dan bermakna daripada yang dangkal.Orang ber IQ tinggi tidak suka mengobrol atau mengisi keheningan yang canggung secara membabi buta.
Menurut studi British Journal of Psychology , orang ber IQ tinggi cenderung berkembang dengan lebih sedikit hubungan dan koneksi sosial karena menyukai kualitas daripada kuantitas. (ndi)
