Aktual.co.id – Banjir di musim kemarau yang melanda di beberapa daerah di Indonesia masih menjadi perbincangan hangat bagi warganet di media sosial.
Berdasarkan rating dari google trend, kata kunci banjir masih menduduki yang teratas meski secara grafis mulai mengalami penurunan.
Sementara berdasarkan jumlah komentar di platform X, kata kunci banjir menduduki jumlah 34 ribu postingan dari berbagai akun.
“Waspada!!!! Banjir Jakarta.. Hindari jalan² ini : Rasuna said Kuningan, Mampang Prapatan, Bangka, Kemang Utara, Pasar Buncit,” ketik @ijen***
“Gua baru liat Kuningan – Setia Budi banjir lagii ? Hujan parah bangett,” ketik @Woodyw***
“Astaghfirullah kejebak banjir Gak bisa berangkat kerja,” ungkap @tiaagustin***
“Kondisi banjir di Ciledug Indah. Sudah tidak bisa dilewati kendaraan. Cari jalan lain. Banjir makin tinggi,” ungkap @txtdarit**
Berdasarkan catatan BPBD DKI Jakarta, masih terdapat 2 RT di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi disertai banjir rob atau banjir pesisir, pada Selasa pagi (8/7).
“Hingga pukul 06.00 WIB dua RT tercatat terendam banjir dengan ketinggian hingga 65 sentimeter,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Selasa (8/7) seperti dikutip ANTARA.
Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat peringatan dini banjir pesisir (rob) pada tanggal 4 Juli hingga 13 Juli 2025.
Fenomena banjir rob ini akibat pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Perigee dan Bulan Baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di wilayah pesisir utara Jakarta.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Selasa pagi ada 46 RT masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi hingga banjir rob di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel guna memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. (ndi)
