Aktual.co.id – Terkait kedatangan Gubernur Khofifah yang tidak diketahui oleh jurnalis saat datang di Polda Jatim, membuat banyak yang bertanya apakah KPK memperlakukan khusus kepada Gubernur Jawa Timur tersebut.
Mendapat pertanyaan tersebut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak menampik jika memperlakukan khusus kepada Gubernur Jawa Timur tersebut.

“Kalau KPK itu tidak ada istimewa-istimewa. Semua sama. Hanya kami tidak tahu dia lewat pintu belakang, pintu samping, atau pintu depan,” ujar Tanak di kawasan Ancol, Jakarta, seperti dikutip ANTARA Kamis (10/9).
Memang perlakuan semua yang datang ke KPK dengan di luar Gedung KPK berbeda, sebab di Gedung Merah Putih KPK Jakarta semua media bisa mengakses setiap kedatangan orang yang diperiksa di Gedung tersebut.
“Itu tergantung daerah setempat. Kalau di KPK kan lebih terbuka, lebih transparan, memberikan ruang dan waktu kepada media,” kata Tanak di kawasan Ancol, Jakarta, Kamis, ketika membandingkan mudahnya meliput di Gedung KPK Jakarta dibandingkan lokasi lain.
Walaupun demikian, dia mengaku KPK tidak bisa mengintervensi alur peliputan maupun pengamanan di luar Gedung Merah Putih KPK, termasuk di Polda Jatim.
“Kami tidak bisa mengintervensi pengamanan di sana, karena pengamanan di sana, mereka lah, Polda sana yang lebih tahu,” katanya.
Sebelumnya, beredar kabar Khofifah memasuki Polda Jatim melalui pintu belakang, sehingga tidak diketahui para jurnalis di lokasi yang sedang melakukan peliputan.
Adapun KPK sempat memanggil Khofifah untuk menjadi saksi kasus tersebut pada 20 Juni 2025. Pemeriksaan diagendakan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Namun, Khofifah batal diperiksa penyidik KPK karena sedang berada di luar negeri untuk menghadiri wisuda anaknya.
Khofifah lantas meminta penjadwalan ulang pada pekan depannya, yakni antara 23-26 Juni 2025. Akan tetapi, KPK belum memanggil Khofifah dalam rentang waktu tersebut. (ndi/ANTARA)
