Aktual.co.id – Kebijakan Presiden Trump terkait biaya import sebesar 19 persen untuk Indonesia mendapat sorotan tajam dari guru besar ekonomi dan manajemen Universitas Ciputra Prof. Dr. Murphin Joshua Sembiring, SE., M.Si.
“Menurut saya RI masih kena 19% mirip dengan Vietnam dan barang masuk Amerika 0% ini namanya tidak adil,” kata Prof Murphin menjawab pertanyaan dari AKTUAL.
Dirinya sudah memperkirakan bahwa income dari tarif tersebut atas barang Indonesia ke Amerika potensinya Rp 84 Triliun, sementara barang Amerika masuk ke RI 0%, potensi income hilang Rp 8 Triliun per tahun.

Untuk mengatasi hal tersebut Prof Muphin menyarankan agar produk tekstil dan garmen, produk kulit, produk turunan karet, perikanan olahan laut, furniture, CPO sawit, produk hilirisasi nikel dan logam lebih baik ekport ke India, China, Rusia, Afrika dan lain-lain.
“Nikel kita diolah di dalam negeri jadi battery atau stainless stell dan lain lain. Intinya, industri domestik Indonesia harus bersaing dengan Vietnam yang kost produksinya lebih rendah dan efisien,” ungkapnya.
Terkait politik global, menurutnya, tekanan diplomatik Indonesia harus lebih keras. “Masak tarif kita disamakan dengan Vietnam,” ujarnya. Ditambahkan pula jika hubungan dagang dengan Eropa yang memberi 0% tarif harus diperkuat, kemudian tetap mengikuti BRICS, hubungan ASEAN diperkuat lagi.
“Jika tidak segera mencari negara lain tempat berjualan maka produk dalam negeri akan memiliki potensi PHK lebih besar lagi,” katanya. Untuk otomotof memiliki peluang membanjiri Indonesiam jika bersaing dengan harga otomotif China. (ndi)
