Aktual.co.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Muhammad Mahmud menilai pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Tambak Osowilangun tidak melalui diskusi dengan mitra jagal.
“Banyak sekali fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya yang tidak sesuai dengan pengguna. Contohnya bangun pasar, faktanya sepi. Idealnya harus dibangun seperti yang diinginkan pengguna,” kata Mahmud usai dengar pedandapat di Komisi B DPRD Kota Surabaya terkait relokasi RPH Pegirikan ke Tambak Osowilangun Surabaya.
Terkait pembangunan Rumah Potong Hewan Surabaya yang sudah jadi pembangunan di Tambak Osowilangun, dirinya menekankan harus dimanfaatkan. “Sudah menggunakan uang rakyat membangun RPH di Osowilangun, mau tidak mau harus digunakan dan dimanfaatkan,” katanya.

Para jagal di RPH Pegirikan Surabaya menolak pemindahan ke Tambak Osowilangun karena pihaknya belum mendapat sosialisasi dari Pemerintah Kota Surabaya.
Disampaikan Koordinasi RPH Surabaya Abdulahm bahwa walikota Eri Cahyadi berjanji tidak memindah RPH Pegirikan ke Osowilangun semasa kampanye Pilwali lalu. Namun menurut para jagal janji tersebut hanya untuk membuai para mitra RPH yang melakukan aktifitas di sana.
Hasil dari rapat dengan Komisi B DPRD Surabaya adalah manajemen RPH Surabaya dengan mitra jagal untuk kembali bertemu merumuskan point yang menjadi persoalan.
Dari hasil pertemuan internal RPH Surabaya dan mitra jagal akan kembali didiskusikan kembali di Komisi B DPRD Kota Surabaya untuk dicarikan solusi bersama. (ndi)
