• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Alasan Tidak Bisa Menghentikan Scrolling Medsos Menurut Ahli Saraf
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Alasan Tidak Bisa Menghentikan Scrolling Medsos Menurut Ahli Saraf

Redaktur III Senin, 17 Maret 2025
Share
3 Min Read
Minimnya like dan follower bisa membuat depresi./ Foto : Freepik
Minimnya like dan follower bisa membuat depresi./ Foto : Freepik

Aktual.co.id – Perasaan puas menggulir video TikTok atau berbelanja daring secara impulsif menyerupai kelegaan setelah menggaruk gatal. Inilah cara kerja dopamin, zat kimia dalam otak  atau neurotransmitter yang bertanggung jawab perasaan puas.

Ketergantungan pada dorongan dopamin ini dapat menyebabkan perubahan otak yang bertahan lama, terutama pada remaja dan dewasa muda. Inilah yang dipelajari Laura Elin Pigott, peniliti saraf di Southbank University, London.

“Kami menyelidiki koneksi otak mana yang berubah karena meningkatnya keterlibatan media sosial — atau “penambangan dopamin,” ungkapnya. Menurutnya, penggunaan media sosial mengaktifkan otak untuk kecanduan seperti halnya narkoba, alcohol, dan perjudian.

Baca Juga:  Tanda Orang yang Tidak Dapat Dipercaya Menurut Psikologi

“Penelitian menunjukan setiap kali mendapat notifikasi, “suka” sistem penghargaan otak  yang disebut nukleus akumbens akan aktif,” ungkapnya.

Sistem saraf ini sama ketika seseorang memenangkan perjudian atau mendapatkan camilan yang sesuai favoritnya. “Karena bagian dari candu maka otak sulit menghentikan kebiasaan scroll media sosial seperti halnya kecanduan narkoba,” jelas Laura.

Banyak yang tidak sadar jika media sosial sangat adiktif. Karena tidak sedikit yang tidak sadar bahwa neuron di dalam otak memangkas untuk mendapatkan penghargaan secara cepat.

Artinya, otak secara otomatis akan merespon secara instan kepuasan ketika melihat jumlah view postingan. Seiring berjalannya waktu, pemangkasan ini dapat mengecilkan ukuran area otak tertentu, seperti amigdala dan nukleus akumbens, yang merupakan kunci mengendalikan emosi dalam membuat keputusan.

Baca Juga:  Cara Tubuh Memperingatkan Seseorang Mengalami Stres

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial cenderung stres, cemas, atau bahkan depresi. Karena aplikasi seperti Instagram dirancang membuat seseorang mencari validasi dari orang lain.

Jika tidak mendapatkan like atau komentar akan memengaruhi harga diri. Sementara bagi yang jarang menggunakan media sosial melaporkan lebih nyaman dan percaya diri tanpa membutuhkan validasi orang lain.

Dampak media sosial pada otak hanyalah permulaan. Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah menggali lebih dalam bagaimana media sosial mengganggu “jaringan mode default”  otak yang tidak fokus pada tugas tertentu

Baca Juga:  Hal-hal yang Dinikmati Kebanyakan Orang Namun Tidak untuk Kaum Introvert

Jaringan mode default ini memainkan peran besar cara memproses diri, membuat keputusan, dan mengatur emosi seseorang. “Jika terganggu, maka pengguna media sosial kesulitan memperhatikan, mengendalikan emosi, dan mempertahankan kebiasaan mental yang sehat,” ungap Laura Elin Pigott.

Pesan dari peneliti adalah tidak perlu meninggalkan media sosial, namun menyadari dampak terhadap otak dan pengendalian dalam penggunaan media sosial. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan MentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi zakat/ Foto: Ist
Berikut Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah Sebelum Salat Idul Fitri
Minggu, 8 Maret 2026
Titik gempa di Aceh/ Foto: BMKG
Gempa 5,6 Magnitudo Akibat Subduksi Lempang Indo-Australia di Aceh
Minggu, 8 Maret 2026
Pemeriksaan mata / Foto: national hospital
Peringatan Glaukoma untuk Meningkatkan Kesadaran Kondisi Medis Pasien
Minggu, 8 Maret 2026
Sampul resmi "Ruby (The Complete Collection)/ Foto: koreantimes
Jennie BLACKPINK Buka Toko Pop Up untuk Merayakan Ultah Album Ruby
Minggu, 8 Maret 2026
Sundar Pichai / Foto: techcrunch
Paket Gaji Sundar Pichai Bisa Bernilai Rp11 Trilyun
Minggu, 8 Maret 2026

Mental Health

Ilustrasi depresi / Foto : Freepik

Awas Masa Tua Depresi Jika Tidak Melepaskan Hal Ini

ilustasi / Foto: freepik

Berikut Perbedaan Kepribadian Introvert dan Covert Narsisistik Personality Disorder (NPD)

Ilustrasi mendidik anak/ Foto: freepik

Perbedaan Anak Patuh dengan Anak yang Penuh Tantangan Kreativitas

Ilustrasi mendengarkan/ Foto: freepik

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Sikap yang Menguras Energi Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Awal Mula Hari Perempuan International 8 Maret 2026

Mengenal Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano

Rudal Israel Menghantam Depo Penyimpanan Minyak di Teheran

Awas Masa Tua Depresi Jika Tidak Melepaskan Hal Ini

Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

More News

Ilustrasi kepemimpinan / Foto: Freepik

Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung

Sabtu, 13 September 2025
Foto bersama seusai penyampaian materi/istimewa

GreenTalks, Gerakan Sadar Lingkungan dan Pergaulan Sehat di SMPN 4 Sidoarjo

Sabtu, 24 Mei 2025
Kadang tidak sadar jika membicarakan tentang diri sendiri / Foto : Freepik

Orang Kurang Empati Menunjukkan Perilaku Ini Tanpa Disadari

Minggu, 18 Mei 2025
Ilustrasi seseorang menyela saat berbicara / Foto : Freepik

Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Kamis, 19 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id