• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Topeng Kemapaman yang Dianggap Keberhasilan Oleh Sebagian Orang
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Topeng Kemapaman yang Dianggap Keberhasilan Oleh Sebagian Orang

Redaktur III Senin, 19 Mei 2025
Share
4 Min Read
Kesuksesan selalu diidentikan dengan kemewahan / Foto : freepik
Kesuksesan selalu diidentikan dengan kemewahan / Foto : freepik

Aktual.co.id – banyak yang percaya kesuksesan selalu dilambangkan dengan kemewahan sepeti mobil mahal, pakaian dari desainer mahal, serta pekerjaan bergengsi.

Namun menurut psikolog Olivia Reid symbol tersebut hanyalah untuk kamuflase untuk menutupi kerapuhan yang sebenarnya. Berikut topeng yang biasa dipakai untuk menunjukkan kesuksesan, padahal sesungguhnya hanya tipuan.

Pengikut Media Sosial

Di era media sosial, kesuksesan mudah disamakan dengan jumlah pengikut atau like yang dimiliki. Namun, hal ini sama sekali tidak benar.

Ukuran kesuksesan yang paling penting bukanlah berapa banyak orang yang mengikuti medis sosial tetapi bagaimana memberi dampak pada orang-orang di sekitar di kehidupan nyata. Kesuksesan sejati adalah tentang keaslian dan koneksi yang bermakna, bukan hanya koneksi virtual.

Gadget teknologi terbaru

Hidup di dunia teknologi berubah secepat kilat seperti hari ini bawa iPhone terbaru, besuk sudah ketinggalan dengan seri berikutnya.

Memang teknologi menghubungkan banyak orang, namun kepemilikan teknologi bukan indicator kesuksesan.

Baca Juga:  Tipe Orang yang Tidak Pantas Mendapatkan Kesempatan Kedua

Kesuksesan sejati bukanlah memiliki iPhone terbaru atau TV layar datar terbesar. Kesuksesan sejati adalah tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sebagai simbol status.

Pekerjaan yang Mengesankan

Seringkali mendengar pertanyaan tentang pekerjaan. Ketika menyebut perusahaan besar maka yang tergambar adalah kesuksesan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Psikologi Positif, orang-orang yang menekuni karier karena minat dan hasrat pribadi, bukan karena prestise atau uang, melaporkan kepuasan dan kesejahteraan yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, jabatan yang mengesankan tidak menjamin kesuksesan atau kebahagiaan. Jabatan mungkin memberikan gaji yang lebih tinggi atau pengakuan yang lebih besar, tetapi jabatan juga dapat menimbulkan stres, jam kerja yang panjang, dan berkurangnya waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting.

Rumah Mahal

Sering kali terasa bahwa rumah adalah tempat kemewahan berada. Meja dapur dari marmer, halaman belakang yang luas, sistem keamanan berteknologi tinggi, semua menjadi ciri kehidupan yang “sukses”.

Baca Juga:  Trik Psikologis Menjadi Magnetis Ketika Bertemu Orang Baru

Berikut ini apa yang dikatakan oleh psikolog. Rumah yang besar dan mahal tidak selalu berarti kesuksesan atau kebahagiaan. Bahkan, hal itu sering kali menyebabkan perasaan terisolasi dan tekanan finansial yang tidak perlu .

Kesuksesan adalah merasa aman dan nyaman di tempat sendiri. Kesuksesan adalah tentang membangun rumah yang dipenuhi cinta, tawa, dan kenangan  terlepas dari ukuran atau harganya.

Label Desainer

Mengenakan pakaian desainer merasa seperti berada di puncak dunia. Logo yang dijahit dengan tangan membisikkan janji-janji kecanggihan, keanggunan, dan kesuksesan.

Pengejaran label desainer yang tiada henti dapat menjadi tanda ketidakamanan atau kebutuhan untuk validasi bukan kesuksesan.

Ukuran kesuksesan bukanlah apa yang ada di lemari, melainkan yang ada dalam karakter seseorang. Ini tentang bagaimana memperlakukan orang lain, bagaimana mengatasi rintangan , dan bagaimana berkontribusi pada masyarakat.

Liburan Mewah

Baca Juga:  Tanda Seseorang Memiliki Kepribadian Berkualitas Tinggi, Menurut Psikologi

Liburan mewah itu lebih tentang melarikan diri dari kenyataan daripada menikmatinya. Memang liburan itu menjadi bahan foto Instagram yang bagus dan kebahagiaan sesaat. Namun, apakah liburan itu mendatangkan kepuasan yang langgeng atau menunjukkan kesuksesan sejati? Tidak juga.

Psikologi memberi tahu kesuksesan adalah tentang menemukan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya selama liburan mewah selama seminggu. Ini tentang menciptakan kehidupan yang tidak perlu dihindari.

Mobil Mewah

Mobil-mobil itu ramping, berkilau, dan mobil-mobil itu menjadi tanda ketika berhenti di lampu merah.

Tentu, hal itu menunjukkan seseorang punya uang untuk dibelanjakan.

Namun, psikologi menunjukkan kesuksesan sejati tidak bergantung pada merek mobil yang kendarai. Kesuksesan lebih tentang mencapai tujuan pribadi dan profesional.

Meskipun mobil sport mengilap itu menarik perhatian namun ingat mobil hanya logam di atas roda. Kesuksesan sejati adalah yang terjadi saat keluar dari mobil dan bagaimana membuat perbedaan di dunia sekitar. (ndi)

SHARE
Tag :gangguan kepribadiankesehatan jiwaMental healthPsikolog

Berita Aktual

Ilustrasi konsultasi KPU dan DPR RI/ foto: gemini
Pasal Selundupan PKPU dan Ujian Pengawasan DPR
Senin, 19 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto/ Foto: setneg
Pejabat Negara Ramai Mengucapkan Ultah Kepada Prabowo Subianto
Sabtu, 17 Oktober 2026
Samsung Galaxy/ Foto: gizmochina
Samsung Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi
Sabtu, 17 Oktober 2026
Aktifitas pemandaman kebakaran hutan dan lahan/ Foto: vietnam
Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia
Sabtu, 17 Oktober 2026
Penampakan erupsi Gn Semeru/ Foto: ANTARA
Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer
Sabtu, 17 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menggeledah Ruang Kepala BNPB Terkait Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai

Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia

Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer

Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka

Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia

More News

Perilaku Anak Tunggal yang Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi

Senin, 2 Juni 2025
Ilustrasi wanita menyibukkan diri dengan ponsel / Foto : Freepik

Perilaku Wanita yang Kesepian Namun Terlihat Seolah Baik-Baik Saja

Jumat, 4 Juli 2025
Banyak orang menutupi lelah mental dengan lewat kata baik - baik saja/ Foto : Freepik

Ucapan Orang yang Sebenarnya Tidak Bahagia, Menurut Psikologi

Minggu, 30 Maret 2025
ILustrasi pemerintah otoriter / Foto : capture psypost

Studi : Publik Menginginkan Sikap Otoriter Ketika Negara Penuh Konflik

Senin, 16 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id