• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang yang Merasa Terlalu Tua Memulai Hidup Baru Menunjukkan Sikap Seperti Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang yang Merasa Terlalu Tua Memulai Hidup Baru Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Redaktur III Kamis, 10 April 2025
Share
4 Min Read
Merasa tua untuk memulai hidup baru bisa menghambat diri sendiri / Foto : Freepik
Merasa tua untuk memulai hidup baru bisa menghambat diri sendiri / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Ketika usia mendekati 50 tahun, maka akan muncul bisikan untuk tidak lagi produktif dan menua. Psikolog Tina Fey memberikan gambaran bagaimana perilaku seseorang yang merasa terlalu tua untuk memulai sesuatu.

Berpegang pada Zona Nyaman

Salah satu perilaku paling umum yang biasanya ditunjukkan orang yang merasa terlalu tua untuk memulai hidup baru adalah berpegang teguh pada zona nyaman.

Namun, jika mampu meyakinkan diri sendiri bahwa kondisi ini hanyalah rintangan, maka percikan ini akan padam secara perlahan-lahan. Artinya orang tersebut bisa melalui hambatan serta rintangan yang dihadapi.

Ketakutan akan Kegagalan

Perilaku merusak lainnya adalah ketakutan akan kegagalan. Sebenarnya, kegagalan adalah bagian dari kehidupan, tanpa memandang usia. Ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jika membiarkan rasa takut menghalangi diri, maka ada kesempatan yang bisa meningkatkan diri bisa terlewatkan.

Yakinlah bahwa setiap perubahan akan memberikan jalan buat yang berhasil melaluinya. Asalkan tetap focus menjalani perubahan tersebut. Karena perubahan akan menimpa siapa saja tanpa melihat batasan usia.

Baca Juga:  Kurang Tidur pada Remaja Dikaitkan dengan Kecemasan dan Depresi

Mengabaikan Istilah Belajar Seumur Hidup

Ketika usia 50 tahun banyak yang mengatakan waktu untuk belajar sudah selesai. Orang seperti ini akan terpaku pada apa yang mereka ketahui, mengabaikan dunia pengetahuan serta pengalaman yang luas.

Pola piker seperti ini tanda pasti sabotase diri. Tidak ada kata terlambat mempelajari sesuatu yang baru, untuk tumbuh sebagai individu. Usia tidak menentukan kapasitas untuk belajar hal baru.

Terlalu Menghargai Pendapat Orang Lain

Bukan hal aneh bagi orang yang merasa tua untuk memulai hidup baru terlalu menghargai pendapat orang lain. Di alam otaknya muncul kekhawatiran jika membuat perubahan besar pada perjalanan hidupnya.

Sayangnya terlalu mempertimbangkan pendapat orang lain adalah perilaku klasik yang merusak diri sendiri. Psikolog memberikan gambaran, selama keputusan tidak merugikan, maka berhak menjalani keinginan diri.

Tidak Ingin Menyesal

Baca Juga:  Psikopat Kesulitan Menterjemahkan Perubahan Sosial

Saat terjebak dalam pola pikir merasa tua maka ada rasa tidak ingin menyesal. Begitu terperangkap dalam ketakutan kegagalan, maka keinginan merasa nyaman, perhatian terhadap pendapat orang lain akan mendominasi dalam pikiran orang tersebut.

Hidup dengan penyesalan karena tidak mengejar impian akan lebih berat daripada ketakutan memulai sesuatu yang baru. Mengabaikan mencoba hal baru adalah sabotase diri. Lebih baik mencoba dan gagal daripada hidup dengan penyesalan karena tidak mencoba sama sekali.

Menyerah pada Norma-Norma Masyarakat

Masyarakat sering kali menggambarkan kehidupan sesuai usianya. Pada saat berusia empat puluhan atau lima puluhan, diharapkan mapan dalam karier, memiliki kehidupan keluarga yang stabil, dan menemukan jalan hidup.

Namun, hidup tidak bisa disamaratakan. Perjalanan hidup setiap orang itu unik dan alur waktu yang cocok untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain. Pandangan masyarakat seperti ini bisa merusak perjalanan hidup orang yang berkepala lima.

Baca Juga:  Kebiasaan Orang yang Tetap Tajam Mental Seiring Bertambahnya Usia

Mengabaikan Perawatan Diri

Saat merasa terlalu tua untuk memulai hidup baru, lebih mudah mengabaikan kebutuhan dan perawatan diri sendiri.

Karena mulai berpikir apa gunanya merawat diri. Pola pikir ini dapat mengabaikan kesehatan fisik, kesejahteraan emosional, dan kebahagiaan secara keseluruhan.

Mengabaikan perawatan diri adalah perangkap yang berbahaya. Itu tidak hanya memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan, tetapi memperkuat keyakinan diri usai sudah terlalu tua memulai hidup baru.

Pola Pikir yang Pesimis

Perilaku merusak diri yang paling signifikan adalah mengabaikan kekuatan pola pikir. Ketika yakin bahwa usia terlalu tua untuk memulai hidup baru, maka keyakinan itu menjadi ramalan yang terpenuhi.

Jika meyakinkan bahwa memulai hidup baru tidak mungkin karena usia, maka keyakina tersebut bisa terjadi. Tetapi jika mengubah pola pikir dan merangkul keyakinan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai yang baru, belajar, tumbuh, dan mengejar impian akan membuka dunia menjadi lebih maju. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Emas Antam/ Foto: pajak
Harga Emas Antam Nak Menjadi Rp2,614 Juta Per Gram
Sabtu, 18 Juli 2026
Tangkapan layar Permainan Roblox/ foto: Ist
Roblox Mengumumkan Sebuah Fitur Baru Bernama Bulid Berdasarkan AI
Sabtu, 18 Juli 2026
Nelson Mandela/ Foto: capture KOMPAS
Hari Nelson Mandela untuk Mengenang Pejuang Hak Asasi Manusia
Sabtu, 18 Juli 2026
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago, Illinois / Foto: aljazeera
Harga Minyak Global Kembali Naik Dampak Konflik AS dan Iran
Jumat, 17 Juli 2026
Hotman Paris Hutapea/ Foto: Jawa Pos
Hotman Paris Hutapea Resmi Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Jumat, 17 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kung Fu Soccer Karya Stephen Chow Meraup Keuntungan Rp1,2 Triliun Perdana Penayangan

Yordania Berhasil Mencegat 8 Rudal Milik Iran Tanpa Korban Jiwa

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.606 Juta Per Gram

BYD Menantang Merek Premium Eropa dengan Performa Lebih Tinggi

Aktor Bae Na Ra dan Han Jae Ah Akan Segera Menikah

More News

Muncul dysmorphia zoom di kalangan pelajar./ foto : freepik

Fenomena Dysmorphia Zoom di Kalangan Pelajar Pasca Covid-19

Minggu, 16 Maret 2025
Skrol media sosial memicu perasaan sepi/ Foto : Freepik

Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

Senin, 24 Maret 2025
Ilustrasi depresi / Foto: freepik

Angka Bunuh Diri Masih Tinggi Berdasarkan Data WHO

Selasa, 9 September 2025
Jam kerja panjang memicu kelelahan fisik dan mental / Foto : freepik

Bekerja Terlalu Lama Menurunkan Produktifitas Karyawan

Senin, 24 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id