Aktual.co.id – Ketika usia mendekati 50 tahun, maka akan muncul bisikan untuk tidak lagi produktif dan menua. Psikolog Tina Fey memberikan gambaran bagaimana perilaku seseorang yang merasa terlalu tua untuk memulai sesuatu.
Berpegang pada Zona Nyaman
Salah satu perilaku paling umum yang biasanya ditunjukkan orang yang merasa terlalu tua untuk memulai hidup baru adalah berpegang teguh pada zona nyaman.
Namun, jika mampu meyakinkan diri sendiri bahwa kondisi ini hanyalah rintangan, maka percikan ini akan padam secara perlahan-lahan. Artinya orang tersebut bisa melalui hambatan serta rintangan yang dihadapi.
Ketakutan akan Kegagalan
Perilaku merusak lainnya adalah ketakutan akan kegagalan. Sebenarnya, kegagalan adalah bagian dari kehidupan, tanpa memandang usia. Ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jika membiarkan rasa takut menghalangi diri, maka ada kesempatan yang bisa meningkatkan diri bisa terlewatkan.
Yakinlah bahwa setiap perubahan akan memberikan jalan buat yang berhasil melaluinya. Asalkan tetap focus menjalani perubahan tersebut. Karena perubahan akan menimpa siapa saja tanpa melihat batasan usia.
Mengabaikan Istilah Belajar Seumur Hidup
Ketika usia 50 tahun banyak yang mengatakan waktu untuk belajar sudah selesai. Orang seperti ini akan terpaku pada apa yang mereka ketahui, mengabaikan dunia pengetahuan serta pengalaman yang luas.
Pola piker seperti ini tanda pasti sabotase diri. Tidak ada kata terlambat mempelajari sesuatu yang baru, untuk tumbuh sebagai individu. Usia tidak menentukan kapasitas untuk belajar hal baru.
Terlalu Menghargai Pendapat Orang Lain
Bukan hal aneh bagi orang yang merasa tua untuk memulai hidup baru terlalu menghargai pendapat orang lain. Di alam otaknya muncul kekhawatiran jika membuat perubahan besar pada perjalanan hidupnya.
Sayangnya terlalu mempertimbangkan pendapat orang lain adalah perilaku klasik yang merusak diri sendiri. Psikolog memberikan gambaran, selama keputusan tidak merugikan, maka berhak menjalani keinginan diri.
Tidak Ingin Menyesal
Saat terjebak dalam pola pikir merasa tua maka ada rasa tidak ingin menyesal. Begitu terperangkap dalam ketakutan kegagalan, maka keinginan merasa nyaman, perhatian terhadap pendapat orang lain akan mendominasi dalam pikiran orang tersebut.
Hidup dengan penyesalan karena tidak mengejar impian akan lebih berat daripada ketakutan memulai sesuatu yang baru. Mengabaikan mencoba hal baru adalah sabotase diri. Lebih baik mencoba dan gagal daripada hidup dengan penyesalan karena tidak mencoba sama sekali.
Menyerah pada Norma-Norma Masyarakat
Masyarakat sering kali menggambarkan kehidupan sesuai usianya. Pada saat berusia empat puluhan atau lima puluhan, diharapkan mapan dalam karier, memiliki kehidupan keluarga yang stabil, dan menemukan jalan hidup.
Namun, hidup tidak bisa disamaratakan. Perjalanan hidup setiap orang itu unik dan alur waktu yang cocok untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain. Pandangan masyarakat seperti ini bisa merusak perjalanan hidup orang yang berkepala lima.
Mengabaikan Perawatan Diri
Saat merasa terlalu tua untuk memulai hidup baru, lebih mudah mengabaikan kebutuhan dan perawatan diri sendiri.
Karena mulai berpikir apa gunanya merawat diri. Pola pikir ini dapat mengabaikan kesehatan fisik, kesejahteraan emosional, dan kebahagiaan secara keseluruhan.
Mengabaikan perawatan diri adalah perangkap yang berbahaya. Itu tidak hanya memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan, tetapi memperkuat keyakinan diri usai sudah terlalu tua memulai hidup baru.
Pola Pikir yang Pesimis
Perilaku merusak diri yang paling signifikan adalah mengabaikan kekuatan pola pikir. Ketika yakin bahwa usia terlalu tua untuk memulai hidup baru, maka keyakinan itu menjadi ramalan yang terpenuhi.
Jika meyakinkan bahwa memulai hidup baru tidak mungkin karena usia, maka keyakina tersebut bisa terjadi. Tetapi jika mengubah pola pikir dan merangkul keyakinan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai yang baru, belajar, tumbuh, dan mengejar impian akan membuka dunia menjadi lebih maju. (ndi)
