Aktual.co.id – Masa pensiun dapat terasa seperti jurang kekosongan jika belum merencanakan, khususnya bagi yang belum menemukan tujuan dan identitasnya dalam kehidupan.
Mengutip dari geediting, menghilangkan unsur pekerjaan dari rutinitas harian bagi kalangan pensiunan dapat membuat hidup terasa hambar dan tidak memuaskan.
Psikolog Issabela Chase memberikan gambaran bahwa ada kebiasaan-kebiasaan yang bisa membuat masa pensiun terasa memuaskan.
Membangun dan Mempertahankan Hubungan
Salah satu aspek yang sering terlupakan dari kehidupan pensiun yang memuaskan adalah menjaga dan memelihara hubungan dengan sesama. Interaksi sosial sangat penting, dan hal itu tidak semudah dibandingkan ketika masa aktif bekerja.
Di masa pensiun, sangat penting memprioritaskan membangun hubungan dengan teman, keluarga, mantan rekan kerja, tetangga, atau bahkan orang asing. Hal ini membuat masa pensiun lebih hidup dan bermakna, memberikan rasa memiliki dan tujuan yang melampaui identitas profesional sebelumnya.
Mengembangkan Hobi Baru
Nikmatnya punya waktu luang dan benar-benar bisa mengisinya dengan hal yang membangkitkan gairah. Pensiun memberikan kemewahan waktu yang sebelumnya tak mampu dinikmati.
Mengembangkan hobi baru lebih dari sekadar cara mengisi waktu luang. Ini adalah jalan menuju kepuasan pribadi di masa pensiun, yang memungkinkan menemukan jati diri baru dan mencapai hal-hal yang sebelumnya hanya dalam mimpi.
Olahraga Teratur
Bergerak adalah hidup, dan pepatah lama ini berlaku di masa pensiun seperti di masa lainnya. Olahraga teratur tidak hanya membantu menjaga kesehatan, tetapi meningkatkan suasana hati, meningkatkan energi, dan membantu tidur lebih nyenyak.
Olahraga teratur tidak hanya melindungi kesehatan fisik tetapi menjaga fungsi kognitif. Penelitian menunjukkan aktivitas fisik dapat memperlambat proses penuaan otak secara signifikan.
Belajar Menghargai Kesendirian
Pensiun menyiratkan ritme hidup yang lebih lambat dan banyak waktu yang dihabiskan tanpa orang lain, dibandingkan dengan masa kerja.
Namun, kesendirian ini seharusnya tidak identik dengan kesepian. Melainkan, lebih menemukan kedamaian dalam kebersamaan dengan diri sendiri, belajar menikmati saat-saat tenang, dan memanfaatkannya pertumbuhan pribadi dan refleksi diri.
Selama bertahun-tahun, telah menjadi bagian dari hiruk pikuk kehidupan, dikelilingi rekan kerja, klien, dan tugas. Di masa pensiun, bisa menemukan waktu untuk bersantai. Bisa memanfaatkan waktu untuk membaca, melukis, bermeditasi, berkebun, atau apa pun yang membantu merasa tenang dan damai.
Memberikan Kembali kepada Masyarakat
Kepuasan memasak makanan untuk penampungan tunawisma setempat, mengetahui menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan. Atau tindakan sederhana membantu membersihkan taman komunitas agar keluarga dapat lebih menikmatinya.
Berbagi adalah tentang menabur benih kebaikan dan menyaksikannya tumbuh menjadi komunitas yang lebih kuat, masyarakat yang lebih baik.
Langkah sederhana di masa pensiun ini membawa dari kehidupan yang penuh kerja menuju kehidupan yang bermakna. Dan sungguh, tidak ada kepuasan yang lebih besar daripada mengetahui bahwa telah membuat perbedaan positif dalam hidup orang lain.
Mengadopsi Praktik Mindfulness
Praktik ini mendorong untuk hidup di masa kini, menghargai apa yang ada di sini dan saat ini, alih-alih berfokus pada masa lalu atau masa depan.
Mindfulness tidak harus menjadi rutinitas yang rumit atau panjang. Intinya menghargai momen saat ini dengan latihan. Â Mindfulness bisa menjadi kebiasaan yang mengisi masa pensiun dengan ketenangan dan apresiasi baru atas keajaiban-keajaiban yang terjadi setiap hari dalam hidup.
Pembelajaran Berkelanjutan
Dengan mempelajari bahasa baru, memahami cara memainkan alat musik, hingga mendidik diri sendiri tentang sejarah dunia atau teknologi modern adalah sebuah pilihan yang tidak terbatas.
Kebiasaan belajar berkelanjutan menambah unsur kegembiraan dan rasa ingin tahu dalam kehidupan pensiun. Kebiasaan ini membuat seseorang tetap terstimulasi secara mental, memberikan rasa pencapaian dan pertumbuhan pribadi.
Selain itu, menjadi pembelajar seumur hidup memungkinkan untuk tetap relevan, membuka jalan baru untuk percakapan dan koneksi.
Jadikan belajar bagian dari rutinitas di masa pensiun. Baik itu kelas formal atau sekadar membaca sekilas artikel menarik.
Merangkul Perubahan dan Fleksibilitas
Rutinitas yang kaku dan keengganan mencoba hal baru dapat merampas kesempatan menarik dan pengalaman baru di masa pensiun. Hidup memang penuh kejutan, bahkan di masa pensiun, dan kemampuan beradaptasi memastikan dapat menghadapi dengan tenang.
Keindahan masa pensiun terletak pada kebebasannya. Bersiaplah bangun di waktu yang berbeda, mencoba makanan baru, mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi, dan menemukan ide-ide baru. (ndi)
