• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kebiasaan Orang yang Terlihat Optimis, Namun Menghancurkan Diri Sendiri
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kebiasaan Orang yang Terlihat Optimis, Namun Menghancurkan Diri Sendiri

Redaktur III Senin, 30 Juni 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi seseorang yang aktif dalam pertemuan / Foto : Freepik
Ilustrasi seseorang yang aktif dalam pertemuan / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Di permukaan orang ini tampak seperti suka berpesta, selalu bersemangat, selalu antusias, namun dikehidupan nyata menghadapi kenyataan yang berbeda.

Ada kebiasaan yang tampak dipermukaan seperti orang yang optimis penuh semangat, namun setelah menyelami keadaan aslinya orang ini menunjukkan kerapuhan serta hancur secara mental.

Berikut analisa psikolog Eliza Hartley melihat orang yang penuh optimis namun menyimpan persoalan mental yang ada di dalam dirinya.

Terus-menerus Mencari Validasi

Orang yang sering terlihat ceria di depan umum bisa jadi untuk menyenangkan orang lain. Orang ini senang dengan persetujuan dan validasi dari orang lain. Penampilan luarnya yang positif dan energik sering kali menuai banyak pujian.

Pujian ini terasa menyenangkan. Namun, masalah muncul ketika validasi eksternal ini menjadi sandaran untuk membuatnya senang dengan diri sendiri.

Penting untuk dipahami bahwa nilai seharusnya tidak bergantung pada orang lain. Validasi diri jauh lebih penting dengan belajar dari diri sendiri tentang apa adanya.

Memilah Emosi Diri

Orang ini berusaha menekan perasaan yang sebenarnya, hanya membiarkan perasaan positif muncul ke permukaan ketika bersama orang lain.

Baca Juga:  Pekerjaan atau Profesi yang Dianggap Paling Stres Oleh Psikolog

Namun, tindakan ini dapat menyebabkan kelelahan emosional. Saat sendiri emosi ini muncul dan mengakibatkan ‘kehancuran’.

Penting untuk dipahami bahwa tidak apa-apa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, baik positif maupun negatif. Emosi dimaksudkan untuk dirasakan dan diungkapkan, bukan disimpan.

Merasa Bertanggung jawab atas Kebahagiaan Orang Lain

Peduli terhadap kebahagiaan orang lain merupakan sifat yang baik. Orang yang tampak bersemangat di depan umum sering kali menunjukkan hal ini, yakni berusaha membangkitkan semangat orang lain.

Padahal membawa beban tanggung jawab orang lain ini dapat membuatnya terpuruk. Sungguh menguras emosi jika harus menjadi penghibur orang lain, terutama saat sedang berjuang melawan kesulitan sendiri.

Jarang Meminta Bantuan

Pernahkah memperhatikan bagaimana orang yang terlalu bersemangat tampak mampu mengendalikan segalanya? Orang ini menangani tugas-tugas dengan mudah dan tidak pernah membutuhkan bantuan.

Ketahuilah ini adalah kebiasaan yang bisa menghancurkan diri sendiri. Orang ini ragu meminta bantuan, karena merasa mampu.

Baca Juga:  Tanda Bahaya Ketika Berbicara dengan Seorang Narsisistik, Menurut Analisa Psikologi

Kepribadiannya seolah berkembang pesat berkat citra kemandirian dan ketahanan. Padahal menyimpan hal yang bisa menghancurkan diri sendiri akibat sikapnya dalam kepura-puraan.

Sering Kali Berprestasi Berlebihan

Orang-orang yang optimis sering kali memiliki satu ciri umum  yakni menjadi orang berprestasi. Dirinya  berusaha untuk unggul dalam setiap aspek kehidupan pekerjaan, hubungan, atau tujuan pribadi.

Kebutuhan terus-menerus untuk meraih kesuksesan mendorong persona publik positif dan berambisi. Dorongan untuk berprestasi juga dapat berasal dari rasa takut gagal atau tidak mampu.
Di balik pintu beban ekspektasi ini dapat menyebabkan dirinya hancur. Upaya untuk mencapai kesempurnaan membuat merasa terkuras, cemas, dan tidak puas dengan diri sendiri.

Kesulitan Mengatakan Tidak

Keinginan mempertahankan citra positif dapat menyebabkan melakukan komitmen yang berlebihan. Dalam sebuah penelitian oleh Universitas California di San Francisco, para peneliti menemukan hubungan antara kesulitan mengatakan ‘tidak’ dengan stres, kelelahan, dan depresi.

Secara pribadi, orang-orang ini sering kali kewalahan dengan banyaknya komitmen yang dibuat. Orang ini kesulitan memenuhi komitmen sehingga menyebabkan rasa bersalah, stres, dan gagal.

Baca Juga:  Trik Halus Dibutuhkan Semua Orang Menurut Psikolog

Tidak apa-apa menetapkan batasan dan memprioritaskan kebutuhan diri. Mengatakan ‘ya’ untuk segala hal sama halnya merampas kesejahteraan diri.

Menghindari Membahas Perjuangan Pribadi

Orang ini setiap kali menggali tentang keadaan sebenarnya dia mengalihkan pembicaraan.Di depan umum, dia menghindari menyebutkan kesulitan pribadi.

Namun secara pribadi, dia menghadapi kecemasan luar biasa. Kebiasaan ini umum di antara yang tampak bersemangat tetapi diam-diam hancur saat sendiri.

Ketahuilah penting melakukan percakapan yang terbuka dan jujur ​​tentang kesehatan mental karena setiap orang punya masalahnya dan tidak apa-apa jika tidak baik-baik saja.

Selalu Aktif

Orang ini selalu dalam mode ‘berkinerja’, selalu siap menampilkan yang terbaik. Baik itu rapat kerja, arisan, atau perbincangan santai, orang ini lambang keceriaan dan antusiasme.

Saat sendirian, orang ini sering kali terjatuh, menurunkan kewaspadaan dan menyerah pada kelelahan. Memahami ini tidak hanya membantu mengenali seseorang  namun juga mendorong untuk mempraktikkan perawatan diri dan keseimbangan dalam hidup. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan MentalMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Puing bangunan hancur akibat gempa bumi di Filipina/ Foto: Anadolu
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Meningkat 61 Orang di Filipina
Sabtu, 13 Juni 2026
SPBU Pertalite / Foto: JP
Pertamina Memastikan Ketersediaan BBM Pertalite di SPBU
Sabtu, 13 Juni 2026
Bayi dengan bando bendera Jepang/ Foto: Anadolu
Kelahiran Bayi Rendah Karena Penurunan Jumlah Pernikahan di Jepang
Sabtu, 13 Juni 2026
Donald J Trump/ Foto: The Guardian
Donald Trump Diklaim Setuju Mencairkan Aset Iran 24 Miliar Dolar
Sabtu, 13 Juni 2026
Lee Seung Gi / Foto: Allkpop
Penyanyi Lee Seung Gi Berselisih Terkait Pemutusan Kontrak Ekslusif
Sabtu, 13 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi bekerja di depan komputer/ Foto: gemini

Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

Ilustrasi mengelola keuangan/ Foto: freepik

Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kehidupan Lebih Tenang

Ilustrasi media sosial/ Foto: freepik

Postingan Media Sosial Bukan Cerminan Diri Mental Seseorang

Ilustrasi tua bahagia/ Foto: freepik

Seni Menikmati Hidup Saat Menjelang Usia Tua

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Fenomena El Nino Diprediksi Membawa Iklim Lebih Kering di Tahun 2026

Sebagian Wilayah Indonesia Akan Diguyur Hujan di Hari Jumat

Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

DJI Menggugat Insta360 Luna Ultra Karena Memiliki Kemiripan dengan DJI Osmo Pocket 4P

BTS Akan Merilis Single Digital Baru Berjudul Come Over

More News

Vibe positif dibangun dengan hidup sehat/ foto : freepik

Orang yang Terlihat Lebih Muda Biasanya Melakukan Kebiasaan Ini

Kamis, 3 April 2025
Ilustrasi/ Foto: freepik

Memaafkan Langkah Menyehatkan Mental Seutuhnya

Senin, 16 Maret 2026
Bentuk dukungan adalah memahami perasaan mereka/Foto : Freepik

Cara Memberikan Dukungan Emosional Kepada Teman yang Terpuruk

Rabu, 5 Maret 2025
Ilustrasi orang mengobrol/ Foto: freepik

Ciri-Ciri Orang yang Terlihat Kuat Namun Memiliki Kepercayaan Diri yang Rapuh

Sabtu, 15 November 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id