• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung

Redaktur III Minggu, 29 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi kepemimpinan / Foto : freepik
Ilustrasi kepemimpinan / Foto : freepik

Aktual.co.id – Orang cenderung memberikan dukungan kepada pemimpin politik radikal daripada pemimpin moderat. Hal ini bukan karena ide-idenya yang luar biasa, tetapi membuat para pengikut merasa penting.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology menemukan bahwa ketika tokoh politik memiliki keberanian atau revolusioner, pendukung lebih termotivasi untuk memperjuangkan, berkorban, dan tetap terlibat.

Para peneliti di balik studi ini ingin memahami mengapa orang tertarik pada pemimpin radikal yang membuat perubahan besar dengan ide-ide ekstrem.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa publik termotivasi oleh program bermakna, sebuah konsep yang dikenal psikologi pencarian makna pribadi.

Baca Juga:  Tanda Tersembunyi Seseorang Berasal dari Latar Belakang Kaya, Meski Tidak Menunjukkan Kekayaannya

Para penulis mengusulkan agar para pemimpin radikal memanfaatkan kebutuhan ini dengan menghadirkan tujuan yang lebih mendesak dan transformative.

Pada gilirannya membuat para pengikut merasa tindakannya berarti. Sebaliknya, para pemimpin moderat, meskipun sering kali pragmatis, tidak memberikan suasana emosional.

Untuk menguji teori ini, para peneliti melakukan lima studi yang melibatkan 2.100 partisipan. Tiga dilakukan di Amerika Serikat pada berbagai fase pemilihan presiden 2016.

Satu studi difokuskan pemilihan Demokrat tahun 2020, dan eksperimen terakhir selama pemilihan parlemen Polandia 2023.

Pada kelima studi tersebut, para peneliti meneliti persepsi seorang pemimpin sebagai sosok radikal akan meningkatkan pentingnya tujuan pemimpin tersebut.
Apakah sikap radikal bisa meningkatkan perasaan penting secara pribadi dan meningkatkan keinginan untuk loyal berkorban.

Baca Juga:  Studi Mengungkap Efek Mengejutkan Berendam di Air Dingin

Dalam studi pertama yang dilakukan pada bulan Maret 2016, 307 pendukung Bernie Sanders, Hillary Clinton, atau Donald Trump disurvei.

Hasilnya menunjukkan semakin radikal seorang kandidat dianggap penting terhadap tujuan individu para pendukungnya. Pada gilirannya, membuat orang merasa penting dan mengarah loyalitas hingga pengorbanan pribadi.

Para peneliti mencatat bahwa banyak peserta partai moderat salah memposisikan. Pendukung moderat mengklaim partainya adalah radikal, padahal tidak.

Hal ini menunjukkan orang menolak memberi label partai sebagai moderat karena bisa merusak tujuan partai tersebut.

Kesalahpahaman ini mendukung poin bahwa orang merasa terhubung dan bersedia bertindak ketika pemimpin mewakili visi yang berani dan bermakna.

Baca Juga:  Ciri Orang Bertahan Hidup di Tengah Kesulitan

Hasil penelitian ini menyebutkan tokoh politik yang mendukung perubahan radikal menginspirasi komitmen pribadi dari para pengikutnya.

Persepsi radikalisme membantu membuat tujuan pemimpin terasa lebih penting. Konsep radikal ini membantu pengikut merasa lebih penting dan mengarah pada loyalitas. (ndi/psypost)

 

SHARE
Tag :Mental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Rekaman CCTV yang dirilis Kementerian Media Arab Saudi menunjukkan penumpang di Bandara King Khalid di Riyadh saat serangan terjadi/ Foto: Kementerian Media Saudi
Arab Saudi Menangguhkan Penerbangan Setelah Serangan Houthi di Bandara.
Senin, 12 Oktober 2026
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid setelah pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan di bandara di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Oktober/ Foto: vietnam
Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi
Senin, 12 Oktober 2026
Para pejuang Houthi di Sanaa, Yaman/ Foto: AFP
Arab Saudi Menyatakan Tidak Menyetujui Gencatan Senjata dengan Pasukan Houthi
Jumat, 9 Oktober 2026
Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau/ Foto: ANTARA
Gunung Anak Krakatau Erupsi Meluncurkan Abu Setinggi 250 Meter
Jumat, 9 Oktober 2026
Febria Ardiansyah/ Foto: ANTARA
JPU Mendakwa Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Melakukan Pemerasan
Rabu, 7 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi

Arab Saudi Menangguhkan Penerbangan Setelah Serangan Houthi di Bandara.

More News

Butuh ketenangan berbicara dengan orang egois

Cara Bergaul dengan Orang Keras Kepala

Senin, 10 Februari 2025
Ilustrasi panik/Foto: freepik

Watak Asli Seseorang Akan Muncul Saat Mengalami Seperti Ini

Selasa, 21 April 2026
Melatih kemampuan logika/ Foto: freepik

Tips Mempertajam Logika Berpikir dalam Menghadapi Masalah

Rabu, 28 Januari 2026
Ilustrasi meningitis/ Foto: Ist

Kenali Gejala Meningitis yang Mirip Flu

Minggu, 5 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id