Aktual.co.id – Mengalami pengkhianatan dari seseorang yang dekat adalah hal yang sulit untuk diterima. Itu merupakan kejutan bagi sistem yang dapat membuat seseorang terguncang dan mempertanyakan alasan berbagai hal.
Sering kali, setelah pengkhianatan, akan berkembang naluri tertentu yang membantu menghadapi dan mengatasi rasa sakit. Berikut sikap yang bisa menghilangkan rasa sakit karena dikhianati berdasar analisa psikolog Minh Tranh
Tumbuh Siap Memaafkan
Naluri bertahan hidup paling kuat yang muncul dari pengalaman pengkhianatan adalah kemampuan untuk memaafkan.
Memaafkan seseorang yang mengkhianati mungkin terasa seperti tugas yang mustahil, tetapi itu merupakan langkah penting dalam penyembuhan.
Menumbuhkan Kemandirian
Bagian tersulit dari pengkhianatan adalah perasaan tidak dapat bergantung pada orang lain. Tetapi ini dapat mengarah pada naluri bertahan hidup yang kuat yakni kepercayaan diri.
Setelah dikhianati, akan mendapati diri menjadi lebih mandiri. Seseorang menjadi lebih percaya kepada kemampuan dan penilaian sendiri, menjadi percaya diri atas keputusan diri.
Merangkul Kesendirian
Setelah dikhianati, terkadang butuh waktu sendiri. Selama masa kesendirian maka maka akan memahami perasaan dan memulai proses penyembuhan.
Kesendirian dapat menjadi alat yang ampuh dalam pemulihan. Ini memberimu ruang untuk memproses rasa sakit, memahami emosi, dan menentukan langkah selanjutnya.
Belajar Menetapkan Batasan
Dikhianati seseorang dapat menjadi peringatan keras tentang pentingnya menetapkan batasan. Batasan sangat penting dalam menjaga hubungan yang sehat.
Setelah pengkhianatan, akan mendapati diri menilai kembali hubungan dan menetapkan batasan yang lebih tegas. Ini adalah naluri bertahan hidup yang bertujuan melindungi dari pengkhianatan di masa mendatang dengan memastikan kebutuhan dihormati dan ruang pribadi.
Mengembangkan Ketahanan
Pengkhianatan merupakan suatu bentuk trauma emosional, tetapi trauma memberikan kesempatan untuk bertumbuh.
Salah satu area pertumbuhan utama adalah ketahanan atau kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan. Menghadapi tantangan secara langsung dan keluar dari tantangan tersebut menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana.
Peningkatan Kewaspadaan
Ketika dikhianati, rasanya seperti karpet telah ditarik dari bawah. Tiba-tiba, dunia tampak tidak seaman dan tidak diprediksi seperti dulu.
Kewaspadaan yang tinggi dapat melindungi dari bahaya lebih lanjut. Kewaspadaan yang tinggi juga dapat menimbulkan kecemasan dan paranoia jika tidak dikelola dengan baik. (ndi)
