Aktual.co.id – Ada perbedaan mencolok antara individu baik dan yang hanya menunjukkan kebaikan ketika ada yang memberikan sesuatu sesuai tujuannya sendiri.
Individu yang baik bertindak berdasarkan belas kasih, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Namun individu yang memiliki maksud tertentu akan bersikap berbeda jika yang diberika tidak sesuai harapan.
Kurangnya Empati
Orang-orang ini berpura-pura berempati ketika menginginkan sesuatu, tetapi tindakannya sering kali bertentangan dengan kata-katanya.
Mungkin dirinya tampak pengertian dan peduli, namun kemudian bersikap acuh tak acuh setelah tujuannya tercapai.
Kurangnya empati yang tulus adalah tanda paling jelas dari seseorang yang menggunakan kebaikan untuk keuntungan pribadi.
Perilaku Tidak Konsisten
Suatu hari, mungkin menjadi orang yang penuh perhatian dan peduli, dan di hari berikutnya, tampak jauh dan tidak tertarik. Ketidakkonsistenan ini sering kali sejalan dengan kebutuhannya.
Saat membutuhkan sesuatu akan berusaha bersikap baik dan ramah, tetapi setelah mendapatkan apa yang diinginkan, sikapnya berubah.
Perilaku yang tidak konsisten ini dapat membingungkan dan bahkan dapat membuat mempertanyakan persepsi diri sendiri.
Daya Tarik Emosional
Daya Tarik orang seperti ini memiiki pesona yang dibuat – buat. Dia akan menunjukkan sosok yang baik hati serta seolah – olah peduli
Namun seiring berjalannya waktu, baru menyadari ini adalah pola yang berulang setiap kali menginginkan sesuatu.
Sangat penting untuk mengenali taktik manipulasi ini dan membedakannya dari berbagi emosi yang sebenarnya.
Minat yang Tiba-Tiba
Perilaku ini tanda jelas bahwa seseorang bersikap baik ketika membutuhkan sesuatu. Mungkin orang ini bertanya tentang rencana akhir pekan, keluarga, atau hobi secara tiba-tiba.
Meskipun menunjukkan minat pada orang lain adalah hal yang bagus , namun menjadi manipulatif jika dilakukan untuk menciptakan rasa keterhubungan atau kewajiban mengajukan permintaan.
Harapan Timbal Balik
Perilaku utama yang ditemukan pada orang-orang yang bersikap baik ketika memiliki sesuatu untuk diperoleh adalah harapan akan adanya timbal balik.
Prinsip timbal balik tertanam kuat dalam perilaku manusia. secara alami cenderung membalas budi ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik.
Bila digunakan dengan motif tersembunyi, prinsip ini dapat berubah dari norma sosial yang sehat menjadi alat manipulasi yang halus.
Pujian yang Berlebihan
Segera waspada jika ada seorang yang selalu memuji secara berlebihan. Bisa jadi sikapnya tersebut untuk menarik perhatian kepada orang lain agar menuruti keinginannya.
Ketika apa yang dibutuhkan sudah selesai, maka dia akan kembali berubah menjadi orang lain bahkan lebih menjengkelkan.
Jangan mudah terbujuk rayu oleh orang yang selalu memberikan pujian berlebihan, bisa jadi alat untuk membujuk agar mengikuti keinginan dirinya.
Kebaikan Selektif
Salah satu perilaku paling umum dari orang-orang ini adalah sikap baik yang selektif. Kebaikan selektif adalah persis seperti apa yang terdengar.
Orang-orang ini luar biasa baik dan menyenangkan terhadap yang membutuhkan sesuatu, entah itu bantuan, informasi, atau tindakan tertentu.
Sebaliknya, bersikap acuh tak acuh bahkan dingin terhadap orang-orang yang tidak memiliki tujuan dalam rencananya. (ndi)
