Aktual.co.id – Frikadeller atau frikadel merupakan hidangan Belanda yang diadaptasi di Indonesia menjadi perkedel.
Aslinya frikadel berbahan utama daging giling, namun lagi-lagi versi nusantara menggunakan bahan utama yang lebih ekonomis, yaitu kentang dengan tambahan daging atau bahkan tanpa daging.
Di Indonesia, perkedel bukan hanya populer di Jawa, tetapi juga di daerah lain. Gorengan berbahan kentang tumbuk ini kerap dijadikan lauk pendamping hidangan utama, misalnya berbagai jenis soto khas nusantara yang banyak disandingkan dengan gorengan yang juga disebut bergedel ini.
Perkedel juga kerap dihadirkan pada menu nasi kuning, nasi uduk, nasi langgi, atau nasi jamblang. Sementara dari negara aslinya, frikandel dibuat dari daging sapi cincang dan biasanya dibumbui dengan pala, garam, merica , dan kulit jeruk. Versi tanpa telur dan remah roti dimasak dalam jaring daging sapi.

Bentuk frikadel bisa saja berbentuk falus. Menurut buku abad 18, frikadel disajikan untuk wanita hamil dengan disajikan bakso sapi muda berisi kuning telur, disembunyikan dan dijahit ke dalam daun selada kecil.
Ada beberapa kebingungan mengenai apakah frikandel harus ditulis dengan atau tanpa huruf “n”, tetapi pada dasarnya, frikandel dan frikadel adalah dua produk yang berbeda.
Hingga tahun 2005, hanya kata “frikadel” yang dianggap sebagai ejaan resmi. Setelah tahun 2005, kata “frikandel” juga diterima.
Perbedaan antara “frikandel” dan “frikadel” adalah frikadel ditemukan pada tahun 1954 sedangkan frikandel adalah produk serupa yang ditemukan pada tahun 1958 dan memiliki metode produksi yang berbeda, sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih halus. (ndi/berbagai sumber)
