Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap orang dewasa muda Italia menemukan bahwa kemarahan dan kecemasan dapat membantu menjelaskan hubungan antara ikatan orangtua dan kepuasan hidup.
Hasilnya menunjukkan bahwa perlindungan orangtua yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan yang lebih tinggi dan mengurangi kepuasan hidup.
Demikian pula, pengasuhan orang tua yang lebih baik dapat menyebabkan pengendalian amarah yang lebih besar. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Psychology yang diposting oleh psypost.
Ikatan orang tua mengacu pada hubungan dan ikatan emosional yang berkembang antara orang tua dan anak mereka, terutama di awal kehidupan.
Hal ini melibatkan perasaan hangat, dekat, dan komitmen terhadap kesejahteraan anak. Ikatan orang tua yang kuat sangat penting untuk perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak yang sehat.
Hal ini menumbuhkan rasa aman dan percaya, yang membentuk dasar untuk hubungan di masa depan. Faktor-faktor yang memengaruhi ikatan antara lain kesehatan mental orang tua, kepekaan terhadap kebutuhan anak, dan kualitas pengasuhan dini.
Ikatan yang terganggu seperti pengabaian atau ketidakkonsistenan kepribadian orang tua, dapat menyebabkan kesulitan dalam keterikatan dan masalah perilaku.
Penulis studi Martina Smorti dan rekan-rekan meneliti ini bertujuan untuk menyelidiki proses psikologis yang menghubungkan ikatan orangtua dan kepuasan hidup para anak.
Mereka berfokus pada dua dimensi ikatan orangtua: perhatian dan perlindungan berlebihan, dan berhipotesis kemarahan dan kecemasan dapat memediasi hubungan kepuasan hidup.
Studi ini melibatkan 369 orang dewasa Italia, dengan usia rata-rata 22 tahun, 242 di antaranya adalah wanita. Sekitar 72% memiliki gelar sarjana, 12% memiliki gelar master, dan 60% melaporkan tinggal bersama keluarga mereka. Selain itu, 69% melaporkan tidak bekerja.
Hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang merasakan tingkat kepedulian ibu atau ayah yang lebih tinggi cenderung menunjukkan pengendalian amarah yang lebih baik dan jarang mengekspresikan amarah.
Sebaliknya, partisipan yang melaporkan tingkat perlindungan berlebihan orang tua yang lebih tinggi, cenderung melaporkan tingkat kecemasan yang tinggi, ekspresi amarah yang lebih sering, dan kepuasan hidup yang lebih rendah.
Pengendalian amarah yang lebih besar dikaitkan dengan perlindungan berlebihan ibu yang lebih rendah tetapi tidak dikaitkan dengan perlindungan berlebihan ayah.
Analisis menunjukkan bahwa pengasuhan yang terlalu protektif dapat meningkatkan kecemasan serta kepuasan hidup yang lebih rendah.
Demikian pula, pengendalian kemarahan tampaknya hubungan antara pengasuhan orang tua dan kepuasan hidup.
Ekspresi kemarahan yang negatif juga tampaknya memediasi hubungan antara perlindungan ibu yang berlebihan dan kepuasan hidup.
Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman ilmiah tentang faktor psikologis yang mendasari hubungan antara ikatan orang tua dan kepuasan hidup.
Akan tetapi, perlu dicatat bahwa desain studi ini tidak memungkinkan kesimpulan kausal yang pasti untuk diambil dari hasil penelitian.(ndi)
