• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian : Fobia Laba-Laba Menilai Binatang Tersebut Lebih Besar dari Lalat
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian : Fobia Laba-Laba Menilai Binatang Tersebut Lebih Besar dari Lalat

Redaktur III Minggu, 29 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi fobia terhadap laba-laba / Foto : freepik
Ilustrasi fobia terhadap laba-laba / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi baru dalam Cognition dan Emotion menemukan bahwa orang yang takut laba-laba cenderung melebih-lebihkan ukuran laba-laba. Sementara para ahli laba-laba lebih akurat dalam penilaian  terhadap ukuran binatang tersebut.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa individu dengan fobia tertentu cenderung membesar-besarkan ciri-ciri bentuk yang ditakutkan.

Dalam kasus fobia laba-laba, penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa individu yang takut terhadap laba-laba menganggap binatang tersebut lebih besar daripada ukuran sebenarnya.

Temuan ini sejalan dengan teori evolusi yang menyatakan persepsi ancaman yang meningkat dapat membantu kelangsungan hidup.

Yahel Dror Ben-Baruch dan rekan-rekannya meneliti membandingkan bias persepsi dalam tiga kelompok: individu yang takut laba-laba, pakar laba-laba, dan peserta kontrol.

Baca Juga:  Orang Manipulatif Lebih Meyakinkan Karena Memiliki Daya Tarik di Wajah

Tujuannya untuk memahami bagaimana emosi (takut) dan pengetahuan (keahlian) berinteraksi dalam membentuk persepsi tentang ukuran laba-laba.

Meskipun penelitian sebelumnya telah meneliti setiap kelompok secara terpisah, penelitian ini adalah yang pertama yang menempatkan berdampingan dalam satu desain.

Peserta diminta memperkirakan ukuran laba-laba, tawon, dan kupu-kupu, yang memungkinkan peneliti untuk menilai apakah distorsi khusus terjadi pada laba-laba dan apakah terjadi pada berbagai tingkat keakraban dan relevansi emosional.

Sampel akhir mencakup 169 orang dewasa, berusia 18–70 tahun, dibagi menjadi tiga kelompok: 58 orang yang sangat takut laba-laba, 59 orang ahli laba-laba, dan 52 orang peserta kontrol.

Baca Juga:  Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Tidak Disukai Seketika

Peserta yang takut laba-laba dan peserta kontrol direkrut melalui media sosial, sementara para ahli —dari mahasiswa biologi, ekologi, zoologi, entomologi, atau ilmu hayat dihubungi melalui email.

Peserta yang takut laba-laba melebih-lebihkan ukuran laba-laba dibandingkan dengan kupu-kupu. Kelompok takit ini menilai laba-laba 1,17 kali lebih besar dari kupu-kupu dan 1,80 kali lebih besar daripada tawon.

Sebaliknya, kelompok ahli secara akurat menilai kupu-kupu lebih besar daripada laba-laba, yang selaras dengan pengukuran spesies yang sebenarnya. Kelompok kontrol menilai laba-laba dan kupu-kupu hampir sama ukurannya.

Penilaian tingkat ketidaknyamanan menunjukkan bahwa kelompok yang takut laba-laba menganggap laba-laba jauh lebih tidak menyenangkan daripada serangga lainKelompok kontrol juga menilai laba-laba lebih tidak menyenangkan daripada kupu-kupu atau tawon.

Baca Juga:  Tips Agar Lebih Tenang Menghadapi Perubahan dalam Kehidupan

Para ahli melaporkan tingkat ketidaknyamanan yang rendah pada semua serangga, yang mencerminkan netralitas emosional.

Meskipun tawon juga dianggap mengancam, namun tidak dianggap terlalu besar oleh kelompok mana pun. Hal ini menunjukkan bahwa distorsi ukuran bukan sekadar fungsi dari ancaman atau ketidaknyamanan, tetapi hasil gabungan dari ancaman dan relevansi pribadi.

Keterbatasan penelitian ini adalah melakukan percobaan secara daring mungkin menimbulkan variabilitas dalam tampilan layar yang memengaruhi ukuran yang dipersepsikan.

Namun, hal ini diatasi dengan menggunakan jangkar mental (seukuran lalat) daripada mengandalkan referensi di layar. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :FobiaMetal Healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail
Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer
Minggu, 26 April 2026
Cole Tomas Allen saat diamankan Secret Service/ Foto: daily mail
Tersangka Penembakan Jamuan Makan Malam Presiden Trump Terancam 20 Tahun Penjara
Minggu, 26 April 2026
Huawei MatePad mini/ Foto: gizmochina
Bocoran Huawei MatePad Mini 2 Terungkap Dikabarkan Peningkatan Baterai
Minggu, 26 April 2026
Proyek Jalur Lingkar Barat Kota Surabaya/ Foto: capture ANTARA
PT SMI Menyalurkan Pembiayaan Rp885,85 Miliar Pembangunan JLLB Kepada Pemkot Surabaya
Minggu, 26 April 2026
Jaafar Jackson memerankan pamannya Michael Jackson/ Foto: variety
Film Michael Tembus Box Office dengan Penghasilan Rp681 Miliar di Awal Penayangan
Minggu, 26 April 2026

Mental Health

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Kelelahan mental bisa menyebabkan depresi / Foto : freepik

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Ilustrasi banyak drama di kantor/ Foto: freepik

Berikut Tanda Seseorang Berada di Lingkungan Racun

Ilustrasi panik/Foto: freepik

Watak Asli Seseorang Akan Muncul Saat Mengalami Seperti Ini

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Drama Korea ‘Perfect Crown’ Menduduki Rating Tertinggi Paling Banyak Ditonton

Meta dan Microsoft Akan Melakukan Pengurangan Jumlah Karyawan untuk Efisiensi AI

Kantor Kejaksaan Korsel Menolak Permintaan Surat Perintah Penangkapan Bang Si Hyuk

Berikut Tanda Seseorang Berada di Lingkungan Racun

‘Gen V’ Tidak Lagi Tayang di Musim ke 5 di Amazon Prime Video

More News

Introvert lebih menyukai kesendirian untuk mengisi ulang energi / Foto : freepik

Hal-hal yang Dinikmati Kebanyakan Orang Namun Tidak untuk Kaum Introvert

Minggu, 8 Juni 2025
Pendidikan masa kecil membentuk kepribadian seseorang ketika dewasa / foto : freepik

Kepribadian Individu Ketika Tidak Mendapatkan Pengakuan Emosional Sejak Kecil

Sabtu, 14 Juni 2025
Batasi diri dengan orang toxic untuk keamanan mental / Foto : Freepik

Yuk Batasi Berkomunikasi dengan Kepribadian Racun yang Menguras Energi

Sabtu, 21 Juni 2025
Ilustrasi/ Foto: freepik

Memaafkan Langkah Menyehatkan Mental Seutuhnya

Senin, 16 Maret 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id